Weekend malah marah ngamuk karena makin sadar kalau orang² emang benci aja sama perempuan. Nggak punya perspektif korban. Emang jahat² sampai ke sumsum tulang
jangankan perempuan dewasa. kalo otak gerombolan simpanse yang disebut "bangsa indonesia" ini nggak udah terlanjur impoten gara-gara agama dan kemiskinan, mereka akan pake buat nyari celah supaya bisa nyalahin korban walaupun korbannya bayi umur sekian bulan.
Oot dikit. Wkt itu gw kebangun krn denger suami dari unit apart atas teriak2 murka ke istrinya:
“ANJING! BANGSAT”
“GUE B*N*H LO! KYK GINI NIH YANG RUSAK RUMAH TANGGA!”
“GUE TUSUK LO ANJING!”
I know what could happen to women, and this case confirmed it. Untung gw telp security.
Diksi itu tidak pernah netral
Diksi itu bisa dibawa lari dari tujuan aslinya, dan kalau soal kekerasan seperti ini, jadinya victim blaming
Karena apa? Relevansinya gak ada, mau lu selingkuh atau kentut depan orangnya, kalo dia marah trus mbacok pake kampak, itu sama aja, dibacoknya yang relevan
Insult is taken, not given, si pembacok ini memilih untuk taken dia diselingkuhi sebagai hinaan terhadap harga diri, lalu ngebacok
Itu hinaan bisa berbentuk apa saja, subjective
Makanya gabisa ngomong "eh selingkuh dia, salah juga" karena severity tersinggungnya beda2, tapi dibacok itu udah pasti kriminal berat
Disclaimer, kalo udah nikah, selingkuh juga kriminal tapi severitynya beda
Direncanain dari November. Ngasah kapak pagi-pagi. Bacok 7 kali. Masih ada yg mau debat moral korban?
Kalo setelah baca itu yg kepikiran lo tetep “tapi dia gimana sih orangnya?”, berarti problemnya bukan di kasusnya, tapi di cara kita milih empati.
Kejahatan sejelas ini kok masih bisa dibelokin narasinya. Kadang yg lebih serem dari pelaku itu mentalitas yg ngerasa kekerasan bisa ditawar pake standar moral.
Simple aja bahwa yang salah ya pelaku.
Korban gak perlu jadi malaikat dulu buat layak dilindungi.
Oh jadi cowok temper tantrum sampe bunuh orang itu wajar dan bukan berarti ada masalah dengan pria di Indonesia ga bisa jaga emosinya buat ga sampe bunuh orang?
Indonesia ini lagi lagi terbukti warganya lebih mementingkan kesucian korban daripada kebejatan pelaku, terutama sekali kalau korbannya perempuan
Padahal namanya manusia itu selalu ada dosanya, gamungkin 100 persen suci
Akhirnya tiap ada kasus horizontal begini, korbannya malah disalahin
Nggak ada plot twist, ini bukan drama korea!
Tindakan pelaku itu femisida, pembunuhan sistematis terhadap perempuan.
Stop ngasih standar moral ke korban. Korban enggak harus suci untuk jadi korban. 🫵
Ternyata mental femisida di Indo sudah mendarah daging 🥲
Pantes cerita Roro Jonggrang ama Dayang Sumbi nolakin laki pake macem2 cara supaya nggak bernasib sama kyk yg di bawah ini.
Tidak ada dasar hukumnya orang selingkuh layak dibacok. Ditambah lagi statusnya bukan suami-istri. Takada dasar hubungan yang jelas pula.
Sampai sini paham?
coba berpikir sejenak deh, misalkan nih ya gue tidak diperlakukan baik oleh ayah gue.. menurut lo jenis kelamin ayah gue apa? laki-laki.
berarti sumber masalahnya laki dong? memang bener kata daenerys targaryen.
Kalo di Flores ada barbaric semi-historical legend. Cerita tentang seorang perempuan cantik yang dilamar 3 raja (Bima, Todo, Gowa) tapi dia nolak. Salah satu raja itu marah lalu perempuan ini dibunuh, dikuliti & kulitnya dijadikan gendang, yang sampe sekarang masih disimpan…
femicide been here since the dawn of time and CENTURIES later all you people wanna care about is whether the victim was perfect or not and how women should reject men in the ‘nicest’ way possible.