Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan klarifikasi terkait polemik di ruang publik mengenai buku “Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam”.
MUI menegaskan bahwa buku tersebut bukan merupakan program, kegiatan, maupun produk MUI. Seluruh isi, pandangan, narasi, serta proses penerbitannya menjadi tanggung jawab pihak yang menerbitkan dan menulis buku tersebut.
MUI juga menjelaskan bahwa kehadiran Ketua Umum MUI, K.H. M. Anwar Iskandar, dalam kegiatan yang di dalam rangkaiannya terdapat peluncuran buku tersebut adalah dalam konteks menghadiri Rakornas Baznas RI sebagai Pembaca Doa, sehingga tidak dapat ditafsirkan bahwa buku tersebut merupakan produk MUI.
MUI mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan tabayyun, ukhuwah, etika komunikasi, dan kedewasaan dalam menyikapi polemik. Masyarakat juga diimbau untuk tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
#MUI #MajelisUlamaIndonesia #PernyataanMUI #Tabayyun #EtikaKomunikasi
Berharap ke makhluk, bikin galau, kecewa, dan sakit hati.
Berharap hanya kepada Alloh,
akan tenang dan puas dengan apa pun yang Alloh takdirkan.
#AaGymNotes
Kalau tidak perlu,
Jangan banyak komentar,
Jangan banyak cerita,
Jangan banyak tanya,
Jangan banyak menjelaskan.
Diam lebih aman dan nyaman.
#AaGymNotes
@marioteguh Aamiin...Semoga P' @marioteguh sekeluarga juga senantiasa sehat dan bahagia selalu serta senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala...
Tak mengapa dianggap bodoh karena kita menahan diri dari berkata yang tak manfaat.
Daripada kita bertindak bodoh dengan banyak bicara tanpa berpikir terlebih dahulu.
#AaGymNotes
"Perbedaan di antara bangsa dan suku bangsa adalah sunnatullah yang bersifat universal dan pasti, sedangkan kerukunan di antara mereka demi perdamaian adalah pilihan kemanusiaan yang bertanggung jawab":
#PiagamMakkah—dalam salah satu poin terpentingnya—menegaskan bahwa mengakui sunnatullah tersebut, serta menyikapinya dengan logika akal dan hikmah, jauh lebih baik daripada mengingkari dan melawannya:
#PeacefulCoexistence
MUI sampai sekarang masih tetap menyerukan boikot produk2 yg mendukung penjajahan di Palestina, termasuk memboikot orang2 yang mendukung Srael menyerang Gaza. Mk jgn pernah mengundang orang2 yg pro genosida jadi narasumber di Indonesia. haram hukumnya bersekutu dg penjajah.
Membeli produk konsumtif yang pro dengan Israel, akan menjadi amunisi yang disuplai dalam bentuk persenjataan buat mereka.
Dukung Ulama Indonesia Tuk Bergerak Bangunkan dan Sadarkan Rakyat
👇👇
https://t.co/mg01KjUkua