Ketimpangan hukum di negeri ini melukiskan duka yang teramat perih bagi rakyat kecil, menegaskan betapa tajamnya ketidakadilan menghujam mereka yang tak berdaya. Di saat publik menyaksikan keistimewaan yang menggores rasa keadilan ketika seorang pejabat tinggi seperti mantan Jampidsus Febrie Adriansyah melenggang tanpa rompi tahanan maupun borgol meski terjerat kasus dugaan korupsi dan TPPU bernilai fantastis. Hukum seolah tampil penuh kesantunan dan kelembutan.
Sayangnya orang macem begini pun cuma jadi sampah demografi kalo dibiarin tumbuh gede, ada baiknya diperlakukan sama seperti mereka memperlakukan satpam itu
Prabowo lagi gemes-gemesnya.
24 juni ngaku GAJI GURU tidak bisa naik karena uangnya tidak ada.
Tapi,
- 22 Juli dirikan Universitas Republik Indonesia
- 23 Juli beli pesawat tempur 30 Triliun
- 18 Juli kipas angin kopdes 1.2 triliun
- 17 Juli tiap kopdes akan 2 truk
- ngaku hemat anggaran 300 triliun
- ada uang sitaan dari kejaksaan triliiun
Ibarat di rumah harusnya beli susu buat anak tapi mlipir beli dimsum mentai, es matcha, gacoan, rokok HS, top up pubg, terus bilang gak ada uang buat merawat anak istri.
Penasaran kenapa pemerintah Indonesia ngebet banget mau bikin Universitas Republik Indonesia. Padahal kita udah punya PTN2 terbaik UI, UGM, ITB, UNAIR dll.. Kenapa gak memperbanyak lab, riset atau beasiswa aja?
- udh ada sekolah negeri, bikin sekolah rakyat
- udh ada universitas negeri, bikin universitas republik indonesia
- udh ada warung, toko madura, indomar*t, dll., bikin kopdes merah putih
- MBG
semua programnya gaje, ga ada urgensinya, jd ladang basah, dikelola circle dia semua
kmren pas ada siswa-siswa cewek yg pakaiannya terbuka dibilang "kek lc" "emangnya mau jualan kah"
sekarang pas ada siswa-siswa cowok yg telanjang dada dibilang "keren-keren banget" "ih mantep banget"
wkwkwwk standar ganda cok 😂😂 hidup di masyarakat misoginis ya gini deh 😂😂😂
[PERNYATAAN SIKAP]
Prabowo Harus Minta Maaf Sebut Wartawan Londo Ireng
Kami, kelompok organisasi jurnalis dan media, mengecam pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menabalkan jurnalis sebagai ‘Londo Ireng’.
-utas-