pake segala ngomong "anda pro demokrasi atau tidak? kalo pro demokrasi ayo kita dialog" WKWKWK ga enak kan rasanya dicuekin trus diserang? itu yang lu dan rezim kesayangan lu lakuin selama ini ke rakyat, kaya gitu rasanya, mamam, gausah bawa-bawa demokrasi dan dialog dah
Saat aksi geruduk kantor Badan Gizi Nasional (BGN) berlangsung, seorang ibu pedagang melintas. Kemudian dengan lantang ia meluapkan kemarahannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
#MBG#Watchdoc
yang ngomong mahasiswa diem doang, mahasiswa ga seberani dulu. SABAR KOCAK. lu kira demo bisa di rundingin dalam 1 hari, butuh koordinasi bem dari semua univ di indo. harus nentuin dulu tgl yg tepat, bikin pengumuman resmi dll.
dan jangan ngandelin mahasiswa doang, kalo mau demo besar besar, kalo pengen makzulin wowok. semua lapisan masyarakat harus turun ke jalan. gabisa cuman ngandelin dari 1 golongan doang
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
the danger of feminist indoctrination.
semua ini gak terjadi tiba-tiba ya. awalnya dibuka dengan narasi empati, “kasian ya kelompok ini (gay/transwomen/psk/dll) tertekan, butuh dipahami, butuh dilindungi”.
lama-lama jadi “transpuan ya perempuan”, "zina itu biarin sih, selama consent", "hak untuk aborsi", "sex worker adalah pilihan yang berdaulat", "ajaran Allah & tafsirnya itu cuma budaya arab patriarki & oppression", plus berbagai nonsense lain yang mostly datang dari kerangka ideologi ini.
apakah betul gerakan ini peduli dengan perempuan?
akhir zaman, yang bathil dibungkus-bungkus sama empati, kepedulian, keadilan, dan apa lah bahasa moral yang terdengar baik di permukaan. tapi tetep aja gak berhasil menyembunyikan tipu dayanya.
mari berlepas diri.
@atokdalangs4 Beberapa orang jualan bukan karena ingin kaya, tapi karena sedang berusaha bertahan 🥲
Untungnya masih banyak yang bukan cuma melihat dagangannya, tapi juga melihat perjuangannya🙏🏻
Semoga pudingnya laris dan rezeki Mbaknya makin lancar
MBG ini program pemerintah paling tai sepanjang sejarah. Udah outputnya cuma jadi tai, kelakuan orang-orang yang terlibat di dalamnya juga kayak tai. TAI!!!