Kenapa pemain MU terus yang diundang?
Sejak bekerja di perusahaan promotor sepak bola, saya kerap menerima pertanyaan ini baik dari rekan maupun brand.
Indonesia adalah "Red Devils Nation"? Kalau you gak percaya, data YouGov FootballIndex (Juni 2022) ngasih buktinya. Nanti di bagian bawah saya share link pemersatu bangsa.
Dari 6 metrik utama, skor Tradisi MU di Indonesia menyentuh angka 40/40 (maksimal), menjadi outlier tertinggi dibandingkan klub EPL mana pun di pasar mana pun.
Manchester United dominan mutlak di Indonesia:
Tradisi: 40/40
Relatabilitas Pemain/Pelatih: 28/40
Fan Culture: 30/40
Menariknya, metrik Attractive Game justru paling rendah. Ini bukti kalau fans Indonesia lebih beli "narasi, sejarah, dan drama", bukan cuma taktik. Market yang sangat emosional.
Dibanding Liverpool atau Man City yang unggul di Current Success, MU memegang aset paling mahal di industri sports marketing: Nostalgia & Keterikatan Komunitas.
YouGov FootballIndex itu riset/syndicated tracker yang ngukur brand health & persepsi klub sepak bola di berbagai negara berdasarkan persepsi publik, bukan cuma jumlah follower medsos.
Artinya? Fans MU di Indonesia diikat kuat sama legacy & koneksi emosional. Hasil di lapangan boleh pasang-surut, tapi mindshare pasarnya paling susah digeser.
Secara pengalaman, di perusahaan kami, data ini terverifikasi dengan hasil nyata secara bisnis.
Jika penasaran sila kunjungi https://t.co/ZTriblvBEh
Jika tidak penasaran jg tak apa.
Gue rasa untuk persaingan club Inggris udah selesai, ya. manchester united is the winner.
Senang melihat Argentina menderita pada 2x45 menit. Seperti menderitanya rakyat Palestina yg dihujani peluru oleh Israel. Dan Presiden Argentina adalah pendukung setia Israel. ๐๐
Klopp on that disallowed Germany goal: "If that's a disallowed goal, then Arsenal wouldnโt be English champions. They scored 60% of their goals like that." ๐ฌ
Belasan perwakilan mahasiswa yang berunjuk rasa di Jakarta menemui Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Senin (15/06) sekitar pukul 17.25 WIB.
Para mahasiswa berunjuk rasa menuntut pemerintah mengevaluasi program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, meninjau UU Polri, hingga menghentikan militerisme.