Status Darurat Bencana Nasional ditolak. Bantuan asing ditolak. Bencana jadi kebanggaan โbisaโ urus sendiri. Beres saja tdk, ngaku bisa. Kegilaan paychopath. Nyawa warga jd taruhan. Ini berpotensi jadi genosida.
"Pada tahun 1998, teman seumuran saya dibunuh aparat. Pada tahun 2025, Affan, yang sebaya dengan anak saya, dibunuh aparat.
Dia tidak seberuntung para polisi muda, yang ayahnya, dan mungkin ibunya, punya sawah untuk dijual.
Ada otak di kepala. Bukankah para polisi itu bisa menggunakannya? Jika ada otak, apakah jadi polisi?
Tahukah kalian bahwa semua keputusan politik di negara ini adalah hasil pilihan kalian? Kalian bilang, "Kami rakyat kecil. Kami ini bisa apa?" Kalau kalian tidak berarti bagi mereka, tidak mungkin mereka akan datang mengemis suara kalian.
Anda, Pak Polisi, Ibu Polisi, mau sampai kapan kalian menggunakan kekerasan untuk menghadapi rakyat? Kami ini bukan musuhmu, Pak. Kami ini tangan kosong. Kami ini hanya menyuarakan suara kami.
Kami yang tertindas, kami yang bekerja hari ini, tanpa tahu besok apakah masih ada lapangan pekerjaan untuk kami. Kami yang setiap hari harus berpikir, "Budget apa lagi yang harus kami bayar?" Biaya UKT kuliah anak kami lagi yang akan naik. "Berapa lagi yang harus kami cari?"
Kalian kemana? Kalian membela anggota Dewan yang berjoget dengan pendapatan 100 juta per bulan. Tapi kalian memukuli kami yang di luar sini.
Kalian bisa bersikap manis pada para anggota Dewan, pada para pejabat. Tetapi mengapa kalian beringas terhadap rakyat?
Tolonglah, balikkan badan kalian, berjuanglah bersama kami rakyat. Apakah kami harus mengadu ke Damkar? Apakah kalian tidak malu ketika kalian sedikit demi sedikit kehilangan fungsinya?
Ketika kalian diperolok bahwa kalian hanya bisa merazia. Ketika ada pencurian, masyarakat meminta bantuan Damkar. Ketika ada kekerasan dalam rumah tangga, masyarakat larinya ke Damkar. Apakah kalian tidak malu?
Kalian berseragam coklat untuk menegakkan keadilan. Untuk membantu kami yang tidak mengerti hukum!"
Ibu Nana
Warga Kotawaringin Barat
Kalimantan Tengah
30 Agustus 2025
@tanyakanrl aku kemarin gini kak tiap hari keluar ga perduli cuaca panas atau dingin siang atau malem,yg bilang mungkin ada masalah gigi,engga gigiku aman sampe bosen minum obat tiap hari dan ahirnya beraniin diri buat suntik ke dokter alhamdulillah sangat ngebantu walapun kdg masi keluar
Masih heran ketika ada pelaku perkosaan/pelecehan pasti ada yg ngmng menyudutkan korban
Misal:
"Kok mau sih sendirian bla bla"
Yg salah itu pelaku yg ngacengan.
Kalo ngaceng ya kontrol.
Otakmu bisa memutuskan jawab TIDAK ketika
"wah tititku ngaceng, lampiaskan ga ya"