Negara kita (Indonesia) juga sama kaya Korea yg pernah di jajah Jepang, jadi utk kalian stop belain aktris tsb tanpa tau latar belakang & budaya negara lain. Negara sendiri aja kadang dilupain sejarahnya sampe presiden sendiri yg juga keturunan dari seseorang yg pro penjajah waktu jaman Belanda ga kalian permasalahkan. Padahal rasa sakit, trauma dan penderitaannya sama tapi cara kita merespon yg berbeda. Negara kita terlalu pemaaf dan mudah melupakan
ada yg nge-kolase foto-foto kopdes di lokasi2 ajaibnya wkwk
yg di gunung itu mau ngapain coba
ini bukan jujur janggal, tapi udah ga masuk akal
silakan di-save๐
Daesung gets his first dating rumor in years, and the company shuts it down almost immediately without even telling him firstโฆโฆ
Jiyongโs comment: Daesung, Iโm disappointed.
Sebagai guru, mendengarkan anak adalah salah satu kunci penting di perkembangan mereka ditambah mengurangi screentime karna itu akan membuat kefokusan meningkat. Karna jaman skrg banyak yg akademisnya bagus tp anaknya banyak yg fokusnya cmn sebentar dan susah untuk dikontrol
Anak tetanggaku nggak ikut les apapun.
Nggak les matematika. Nggak les Inggris.
Nggak les coding. Umur 10 tahun.
Sepulang sekolah main.
Ibu-ibu komplek sudah lama geleng-geleng.
Di grup WhatsApp komplek, topiknya selalu sama. Anakku baru mulai les piano. Anakku ranking 1 lagi, Alhamdulillah. Anakku ikut olimpiade sains minggu depan. Ibunya si anak itu diam saja. Nggak pernah posting apapun.
Arisan komplek bulan lalu.
Seorang ibu nyeletuk langsung ke dia:
Nggak khawatir?
Anak sekarang kalau nggak diasah dari kecil,
nanti ketinggalan.
Ibunya senyum. Di asah kok. Tapi caranya beda. Di asah gimana? Les apa? Bukan les. Aku ajak dia ngobrol setiap malam. Beberapa ibu saling pandang.
Ngobrol doang? Iya. Tentang apapun yang dia mau ceritain hari itu. Aku nggak boleh pegang HP waktu dia ngobrol. Aturannya cuma itu. Ruangan mulai senyap.
Terus anaknya nggak ketinggalan pelajaran? Kemarin gurunya nelpon. Semua menunggu. Pasti ada masalah, pikir mereka.
Gurunya bilang, anakku satu-satunya murid yang kalau ada teman kesulitan dia yang pertama nawarin bantuan. Bukan karena disuruh. Tapi karena dia mau. Gurunya bilang itu langka sekarang. Satu meja. Senyap.
Ibu yang tadi nanya anaknya ikut 4 les sekaligus. Senin matematika. Rabu Inggris. Jumat coding. Sabtu piano. Minggu lalu anaknya nangis di mobil sepulang les. Bilang capek. Bilang nggak mau sekolah lagi. Dia nggak cerita itu di grup.
Yang paling membekas adalah ini. Aku tanya ke ibunya setelah arisan bubar: Bu, nggak takut anak ibu nggak bisa bersaing nanti?
Dia jawab pelan: Aku lebih takut anakku bisa bersaing โ tapi nggak tahu caranya berteman. Bisa juara โ tapi nggak tahu caranya mendengarkan orang lain. Pintar โ tapi kesepian. Itu yang aku takuti. Bukan nilai rapornya.
Aku pulang arisan. Anakku lagi hafalan perkalian untuk persiapan les besok. Aku tanya: Hari ini gimana, Nak? Dia jawab nggak sambil liat aku. Fokus ke buku. Aku nggak ingat kapan terakhir kali dia cerita sesuatu ke aku dengan mata berbinar.
Ibu itu nggak anti les. Nggak anti prestasi. Dia cuma nggak mau anaknya tumbuh jadi orang yang bisa segalanya - tapi nggak punya siapapun untuk diajak berbagi. Dan malam itu aku sadar - aku sibuk membentuk anakku jadi juara. Tapi lupa nanya: juara di mata siapa?
cc:threadlilydes2026
๐ญ jujur muak banget sama pemadaman listrik tanpa pemberitahuan ini. Sumpah dendam banget sama PLN. Semoga petinggi2 yang nyusahin cepet kena adzab hari ini juga. Hari ini banyak yang perlu aku kerjain. Jahat banget udah menghambat rezeki banyak orang
Waktu ngajar kelas 1 dan ngajari mereka untuk ngewarnai aja harus disesuaikan warnanya gak boleh yg asal karna udah ada aturan. Terus ada anak yg bilang "nanti kalau ngawur dimasukin penjara ya, Bu.." eh ini yg udah gede malah pada ngawur ๐
Baru aja kejadian, dan yg punya kos bilang kalo mau bisa sih mba tapi ya itu ada biayanya buat pol isinya, karna mereka punya sistem pelacak yg canggih jadi bohong kalau bilang nggak bisa ketemu.. sungguh ironinya integritas penegak hukum kita
abis ke kantor polisi td, dibikinin surat lapor, aku udh kasih data imei dll, trs disuruh nunggu seminggu sampe sebulan WKWKW aku tanya emg gbs dipercepat, ktnya enggaa kan berdasarkan antrian. Trs malah disaranin โkl kknya bisa susulin ke titiknya jg bagus kakโ YA TUGAS LU KOCAK
Dan itu yg terjadi di jaman penjajahan jepang, yg membuat korsel masih menyimpan dendam sama negara itu sampai sekarang.. bisa lihat film I Can Speak pas neneknya pengen memperjuangkan haknya.. sayang yg di indonesia tdk terlalu di ekspose... tenggelam dalam sejarah
"Laki2 Jepang yang mesum ga cuma mau ngeseks dengan perempuan. Mereka mau merasa superior dengan hancurkan martabat perempuan sebagai manusia. Mereka manfaatin kesenjangan ekonomi untuk lakukan hal2 mengerikan ke perempuan Indonesia, yang ga bisa mereka lakukan ke perempuan Jepang atau bule." ~@hunter_tnok
Bener tadi mbak laundry jg bilang naik harganya per kg karna harga plastiknya naik ๐ฅฒ kupikir cuma alesan karna habis lebaran ternyata beneran naik ya ๐
Kocak banget dah gue. Gue pen naekin harga dimsum bukan Krn harga ayam yg mahal tp Krn harga plastik yg tiba2 naek ๐ญ๐
Dan kenaikan plastik imbas perang. Krn Indonesia masih ketergantungan impor bahan baku plastik๐ญ๐
Nasi uduk naek seribu tp porsinya makin dikit.
Gorengan biasanya goceng 4 jadi 3pcs.
Orang dagang pada pusing bukan gue doang. Maapin ini mah kalo jam segini misuh-misuh.
Setuju!! Sebagai guru sd, sangat kelihatan sekali bagaimana orang tua seakan takut untuk memberikan ketegasan yang akhirnya dilimpahkan ke sekolah dengan dalih anaknya lebih nurut kalau sama gurunya. Atau kadang biar gurunya yg menjadi sosok galak di mata anakยฒ..
Kayanya kebanyakan orangtua sekarang yang kutemui TAKUT NGASIH ATURAN & KONSEKUENSI.
Ada kekhawatiran anak akan terluka, โtraumaโ, membekas hingga nanti jika mereka menegur perilaku anaknya dengan tegas.
Bisa jadi ini efek dari mulai awarenya ortu tentang kesehatan mental dan berbagai informasi tentang parenting yang lebih baik.
Namun, tegas masih seringkali dipersepsikan dengan galak, ngomong dengan suara keras/membentak. Yah, kurang lebih seperti โparenting VOCโ zaman mereka dulu, padahal tidak.
Konsistensi terhadap aturan dan konsekuensi atas perilaku anak itu perlu apalagi pada anak-anak yang belum sampai fase remaja. Ini berguna supaya tidak jadi masalah perilaku di kemudian harinya.
Saat mulai fase remaja, kontrol ortu secara umum akan mulai berkurang. Dunia anak pusatnya bukan lagi di ortu tapi teman-temannya.
Fase remaja itu fase mereka eksplorasi tentang jati dirinya. Mereka mulai meninggalkan โnilai-nilaiโ atau pelajaran lama yang mereka serap dari ortu.
Sesederhana dulu mereka suka A tiba2 mereka gak suka lagi. Mereka ingin punya โhal yang berbedaโ yang lepas dari pengaruh ortu.
Di sini baru lah ortu โberjalanโ di belakang. Ngawasin anak di depan, melenceng atau nggak jalannya.
Kalau yang aku temui, sekarang lagi sering ortu โterbalikโ. Anak masih kecil-kecil tapi gak berani ngasih aturan dan konsekuensi ketat/konsisten.
Lebih โngikutinโ anak dengan pikiran itu gentle parenting, diskusi. Jadinya seringkali anak itu โbossyโ atau muncul masalah perilaku. Padahal harusnya itu masih nanti di fase perkembangan berikutnya.
@valiisaa Akhirnya tahun ini bisa vaksin hpv karna dapet promo yg lumayan buat gradasil 4, nah masih bingung dosis ke tiga mau yg 4 atau 9, kiraยฒ lebih cocok 4 atau 9 ya ? Sama mau tanya yg pernah gradasil 9 sakit banget gak ya waktu disuntik ๐
masalah pohon di indo seputar:
- daun gugur bikin kotor ribet bersihin
- dahan patah bikin bahaya
- ngurangin jatah area parkir mobil
- ngalangin area pejalan kaki
- ngerusak struktur bangunan/jalan
- angker sarang hantu