@hrdbacot gw marah banget suami 1 bulan ga boleh libur bahkan day off juga gaboleh di ambil, lembur ga di gaji itungannya sukarela, padahal perusahaan gede kok bisa gini kesian anak gw ga ketemu bapannya ๐ญ๐ญ
@hrdbacot Ka suami saya kerja sebulan gaada libur, mana day off lemburan ga di gaji sama sekali di itungnya sukarela, klau mau day off harus beresin kerjaan buat seminggu yang mana seminggu harus edit 93 video, ka ini bisa di laporin ke disnaker ga yah?
Halo, Netizen. Assalamualaikum. Btw, ini pertama kalinya aku bikin utas. Aku bukan siapa-siapa, tapi aku merasa perlu meluruskan ini. Semoga siapa pun yang baca, gak akan lagi nyampe menghujat si perempuan maupun alm. Aku cuma berempati kepada mereka. Mohon disimak ya๐
@spgkangkung ka lain kali kakau di tempatku mau beli di kebun orang yang lagi panen, langsung bilang โ pa mau beli/ pa nukerinโ sambil kasih langsung semisal 5-10rb
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
@pistoiamarliana Kalo gak nikah para wanita numpang hidup sama siapa ketika bapak2 mereka sudah semakin renta gak bisa menghidupi mereka lagi? Kita hidup di Indonesia, bukan negara maju kayak jepang ataupun korea selatan.. disana pada gak nikah wajar, wanita gak susah nyari kerjaan... ๐
Dulu pas awal sekolah saat MOPD hari terakhir ada tugas bikin surat cinta buat panitianya, karena bingung mau nulis buat siapa gw telpon temen gw dan samain dikirimnya buat siapa, eh malah dia suka balik akhirnya jadi pacar putus pas kelas 2, 6 tahun after lulus ketemu nikah deh
@KucengTerbanggg kalau pengen duit gede yang main agensi ani ani nya, tapi dunia ani ani tuh serem banget gw denger ceritanya kenapa mereka harus hedon semua barang branded yah karena untuk nilai jualnya, istilahnya sendal dia aja harga 30jt masa lu mau bayar dia di bawah itu.
@KucengTerbanggg lebih besar sebenernya, temen adeku kebetulan dia jadi ani ani kelas mafia perbulan 500jt say buat uang bulanan, belum rumah di pik di sewakan 3 tahun, dan kado kado mahal pokoknya mantaps jadi ani ani, tapi pas masih merintis dulu dia masuk agensi gitu sekarang mandiri.