perbincangan choise feminism indo ternyata baru sampe trad wife aja yeah. gue mau liat gimana reaksi org indonesia kalau tau a lot of people calling straight woman doing choice feminism because they're dating their oppressor(men)
menurutku selain decentering men kita juga harus decentering beauty. kalau terus berpikiran semua orang jahat itu jelek dan semua orang baik itu enak dipandang, apa implikasinya buat mereka yang nggak sesuai standar penampilan masyarakat?
Penolak LGBT itu maksudnya menolak apanya kaka? menolak buat hidup? menolak buat dapat pendidikan dan pekerjaan? menolak buat dapat rasa aman dan bebas dari kekerasan? menolak kesetaraan dgn straight? menolak apaaaaa?
i wish women lebih bisa menerima mending kita diperceive menjadi orang yang egois dan pemarah untuk merjuangin hak kita buat diri kita sendiri daripada manut laki2 yang mau sebaik apapun kita, mereka bisa pergi kapan aja. gapapa guys gada salahnya jadi org egois
hak reproduksi, labor and economics in so much different range of class, society; financial abuse and many range of abuse in marriage/relationships, kapitalisme, perempuan desa, and any intersectional issues
And yall choose to discuss abt pilihan utk MELAYANI LAKI-LAKI
gw capek dah liat pembahasan feminism di socmed kek mau semodern apa lagi sih dunia knp mentok disitu2 aja pemahaman & eksekusinya jir, trs giliran dikoreksi with the theoretical, empirical & critical arguments lsg auto defensive dan ujung2nya keras kepala,gk mau berfikir kritis
kyk.. pembahasannya tuh mentok di pilihan antara mau nikah atau engga, mau melayani suami atau engga, like... astaga..... it says how much privilege y'all are sumpah there are BUNCH of more important women's issues that should be addressed yg bahkan gk kesentuh sm sekali
tadinya mau nulis kasual soal diskursus choice feminism taunya pas nulis nyadar banget my whole ass academic research skills udah regressing banget dan banyak nanya ai for faster answers. i miss doing academic essays omg harus banyak latihan lagi
i’d rather share a table with the poor, lesbians, gay men, trans people, sex workers, and everyone society calls “undeserving” than spend my life around people whose faith has become an excuse for arrogance and condemnation.
bahkan setiap gw lagi casually menjawab pertanyaan2 orang2 (misal soal pembagian housework, financial dsb) on how my marriage life went by so far dan ya gw jawab apa adanya aja mrk kaya KEBAKARAN JENGGOT dan kaya “ihhh kok aneh banget sih” like bjir what do you want???
yg salah dr org2 selalu ribet belain choice feminism itu adalah mrk gak punya KESADARAN atas SETIAP pilihan2 itu. kl udah gak sadar dr awal KENAPA memilih dan lsg melabelkan setiap pilihan perempuan itu valid, itu artinya lo bukan memilih. tp lg nerima status quo tanpa refleksi.
it's always the smallest things. you think you've built a home that's free from the old expectations, then the outside world slips back in through family, traditions, or casual comments.. we're still SO far from decentering patriarchal values in marriage.
exactly and i have so many takes on this omg. as a newly married woman myself, i consciously believe that there are TONSSS of patriarchal values and systems rooted deeply in marriage that me & my partner need to continuously unlearn.
not to mention when i told my boss one time that i’m still thinking whether i’m going to have kids or not bc it’s not our priority rn when she asked FOR SEVERAL TIMES abt having kids and she went “loh mending punya satu dulu deh km, nanti suami km gmn??” GIRL istg