Gue baru nyadar satu hal, orang yang hobi baca biasanya kalau ngetik juga rapi banget. Bahkan di WA pun jarang pakai singkatan aneh-aneh.
Kayak ada kepuasan tersendiri buat mereka kalau bisa nulis dengan ejaan lengkap. Bener nggak sih?
kita akan menjadi lebih baik dari sebelumnya, "karena kita akan belajar dari kesalahan-kesalahan kami dan juga dari kesalahan yang lain." (B.J. Habibie, 1998)
Meanwhile prabowo?????
"Rupiah begini dolar begini. Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok! Ya kan?"
Setiap ada yg bilang fiksi ga nambah pinter, biasanya yg dimaksud pinter cuma 'mendapat wawasan baru'. Padahal,
- dapat banyak kosakata baru
- kemampuan imajinasi berkembang
- mempertajam emotional quotient (EQ)
- nemu ide utk menyikapi masalah
ya masuknya nambah pinter juga.
Kalau ada yang tanya “kenapa kamu belum nikah-nikah?” jawab kayak mba IU ini aja atau kasih data ini 😂
By data, perempuan dengan pendidikan tinggi (misalnya 16–20 tahun, sampai kuliah) cenderung memilih pasangan yang level pendidikannya setara atau lebih tinggi. Artinya, secara pola, ada kecenderungan kuat untuk tidak “marrying down”.
Minimal setara, kalo bisa di atasnya ya bagus.
Konsekuensinya, dating pool makin sempit.
Di titik itulah kita sadar kalo cinta emang personal, tapi jalan kesananya… semua struktural 🤣
Ya struktur pendidikan, sosial ekonomi, circle pergaulan, pola asuh, dll.
Buat para people pleaser, saya menemukan kutipan yang bagus banget dari Quora.
"Jangan terlalu menimbang rasa sungkan.
Hingga ubi yang kau tanam di ladangmu sendiri enggan kau nikmati demi menjaga perasaan seekor babi."
mungkin gue sebenernya uda hidup di doa dan mimpi yg gue harapkan itu cuma ga sadar aja. soalnya ketika kita grow, ekspektasi kita berubah lagi ke referensi lain. padahal yg sekarang mungkin harapan kita yg waktu dulu.
TW : Manipulasi identitas, pelecehan digital
bayangin ada orang yang diem-diem pakai foto kamu, ngaku ke orang-orang kalo kamu istrinya, bahkan bikin cerita kamu lagi hamil… padahal kamu ga pernah punya hubungan apa" sama dia.
ternyata skill yang harus kita punya diusia sekarang ini:skill mengatur suasana hati & emosi
jgn apapun dibaperin, jgn berekspektasi lebih sama seseorang, orang bisa berubah kapan aja, hari ini bilang sayang, besoknya ngilang juga ada. semua bisa pergi kapan aja.
Lu harus bisa menghargai orang lain, hadapi hubungan lu dengan orang tersebut. Komunikasikan perasaan lu dengan orang tersebut dengan jelas. Kalau emang lu mau ya bilang aja mau, kalau engga ya bilang aja engga. Kemudian kalau emang masih mau liat perjalanannya ya ngomong aja. --
Gimana kalau nanti ada pasang surut dalam hubungan kamu dengan pasangan? Udah siap menghadapi semuanya dengan perasaan kamu yang bahkan masih banyak belum terpenuhi?
Well, lu harus bisa menghargai setiap orang yang mau 'serius' untuk berhubungan romantically dengan dirimu.
Sampai kamu merasa bahagia dengan dirimu sendiri, dengan hobi kamu, dengan dirimu dan orang didekatmu.
Baru kamu bisa mencari orang untuk menambahkan kebahagiaan kamu. Bukan untuk membuat luka baru yang bahkan kamu sendiri belum bisa memyembuhkannya.
Cont-
Kalau kamu belum bisa memenuhi perasaan kasih sayang dengan caramu sendiri tanpa melibatkan cinta ke seseorang secara romantically, sebaiknya jangan.
Penuhi perasaan kasih sayang kamu dengan orang yang kamu sayangi saat ini, oranh yang berada buat kamu. Sampai kamu merasa aman-