Tan Malaka selalu menghormati lawan bicara dengan tidak menguap atau merasa bosan menghadapi pertanyaan yang kadang-kadang pertanyaan dangkal.
https://t.co/g4mxvh89vE
Sesaat menatap bumantara
Desir anging terdengar bak kidung
Mentari tertutup awan, membuat lindap sekitarku berpijak
Senandika berbicara, kali ini seirama dengan logika
Lekas pulih maharani
Lepaskan nestapa dalam sanubari
Amerta-Arunika
-Senandika saat Sandyakala
Bagaimana dengan gelombang protes #TolakOmnibusLaw yang terjadi?
Dibantah oleh pendukung pemerintah (yang bisa juga tak paham dengan Omnibus Law) sebagai gerakan yang ditunggangi kepentingan pihak/elit tertentu (bukan murni dari rakyat). Bias membesar menjauhkan fokus.
Dari awal, seharusnya ada ruang yang cukup dan jelas untuk membedah isi dan dampak dari #OmnibusLaw, agar publik paham apa yang dihadapi, karna jika tidak, banyak bias yang menjauhkan dari fokus. Belum lagi intrik kepentingan yang bisa menunggangi.