menurutku begini. . .
Debat tersebut sebenarnya cukup klasik dalam dunia sepak bola.
ada pihak yang langsung menuduh “settingan FIFA” ketika sebuah tim besar mendapatkan bracket yang terlihat lebih ringan.
Dalam kasus ini,
yang disorot adalah Argentina yang dianggap diuntungkan karena hanya bertemu Kolombia dan Cape Verde di fase gugur awal, padahal seharusnya menghadapi Portugal dan Uruguay. Tuduhan ini biasanya muncul dari fans yang kecewa dengan hasil grup tim favorit mereka sendiri.
— mari bicara fakta
Namun jika dilihat dari fakta dan data yang dijelaskan, bracket Argentina memang berubah karena dua hal konkret yang terjadi di fase grup.
• Pertama, Portugal gagal menjadi juara grup sehingga posisi yang seharusnya mereka tempati di bracket Argentina justru diisi Kolombia.
• Kedua, Uruguay gagal lolos ke fase gugur, sehingga Cape Verde yang lolos menggantikan tempat Uruguay.
• Pembagian bracket sendiri sudah dilakukan secara sistematis berdasarkan ranking FIFA dan pot, di mana empat tim peringkat teratas (Spanyol, Argentina, Prancis, dan Inggris) sengaja dipisah ke empat bracket berbeda.
Jadi menurut data yang ada, Argentina tidak “dibantu”, melainkan tim-tim kuat lain yang underperform di fase grup.
bukan begitu mint?
@Fandom_ID@IndosFC@DuniaNarutoID
Ballon d’Or
2012: Messi 4-1 Cristiano
2017: Messi 5-5 Cristiano
Tapi di 2017, Cristiano benar-benar dianggap telah melampaui Messi dengan Gelar Euro di tangannya. Ditambah Nation League lagi di 2019. Messi bahkan jadi objek yang dianggap pecundang terlebih setelah pensiun pasca-frustrasi kegagalan Copa America Centenario.
Orang sudah berpikir Messi tidak punya takdir untuk timnasnya.
Sampai akhirnya tahun 2021, Messi akhirnya memenangkan Copa America pertamanya. Ditambah di tahun 2022, Piala Dunia dimenangkan dan di panggung yang sama menjadi inaugurasi untuk Messi sebagai GOAT.
Tapi terlepas dari apapun, Ronaldo adalah pemain yang paling dekat dengan Messi dari segi pencapaian. Satu-satunya pemain yang sempat bisa mempecundangi Messi, sebelum akhirnya Sang GOAT melaju jauh sendirian.
2008-2017. 10 tahun mereka peak. 10 tahun kita menonton dua anomali di sepakbola pada puncaknya. Angka-angka mereka itu ga masuk akal. Gol dan assist yang selalu lebih banyak dari jumlah pertandingannya.
Football greatness🐐🐐
Di sini, orang langsung ngejudge zionis tanpa tanya kenapa kamu mengidolakan tim ini, kenapa kamu bisa suka, mendukung tim ini? Mereka ga nanya dulu langsung ngejudge, sat.
Mana baru kemaren sore tau sepakbola, pengen saya hantam tuh argumennya. Jancok
According to x or twitter professors, this isnt what they expected to Argentinians.
Halah 1 video gak cukup buat mewakili Argentina.
Oh jelas, dengan logika yg sama, pakailah logika itu sebelum hate/judge juga✌️😋