Siang tadi bertemu di jalan tanah kusir,Ibu dan Bapak ini bergoncang 5 dengan anak 3 masih kecil,ibu ini sedang mencari keadilan untuk almarhum anak nya,ia seperti alm bapak asih yang tak lelah untuk mencari keadilan anak nya.
Bang Irwandi. Kamu udah ga main X-Twitter, ga usah bawa2 Narasi tweet orang kalo ga tau dan ga mengikuti orang tersebut
Untuk akun budi intel dan Bareng warga, silahkan Gunakan akumu jangan pake tangan irwandi kalo mau diskusi dng say
Soal kelakuan DPR dari jaman Jepang aku sudah speak up!
Yes
Saya pendukung Prabowo 3 Kali!
Tapi saya bukan mereka! ( relawan, barisan, ORANG PARTAI)
Saya mendukung Prabowo dalam keadaan Mata tidak buta dan telinga Tidak tuli!
Saya pendukung Prabowo tidak
Terafiliasi ke Partai, relawan, atau Kelompok Jokowi maupun gibran!
■ Rocky Gerung : Saya pendukung Prabowo, satu hari Prabowo dilantik saya kritik beliau
■ #HeraLoebs : saya pendukung Prabowo, tidak usah menunggu Prabowo Jadi Presiden, dimusim kampanye saya sudah keras mengkritis Prabowo, Gerindra bahkan relawannya jika tidak sejalan!
Postingan Kemuakan ke DPR adalah akumulasi kemuakan saya jauh sebelum kalian Teriak2 Indonesia gelap.
Ga usah lampar batu sembunyi tangan, ngataian Provokator!
Aku tidak ada digrup WA atau telegram mana pun!
Aku pendukung Prabowo! Bukan penjilat Prabowo! Apalagi penyembah prabowo!
Bagus apresiasi! Salah koreksi dan Kritisi!!
Irwandi Budi Bareng
Kalian yang tidak mengikuti saya 2014 2019 2024 ga usah sok Paling paham
Tweet aku yang di SS si Irwandi atas Arahan budi dan akun bareng warga adalah kegelisahan netizen dan saya pribadi , kelen ( irwandi -budi-bareng warga ) tidak berhak membungkam saya!
Saya menolak anarkisme, cek saya tidak mengamplifiasi kerusuhan secara membabi buta
Sy bukan kalian! Mendukung capres lalu tutup mata dan menjadi pemuja, memuja Partai2 pendukung dan pengusung!
Jangan samakan isi kepala kamu dengan isi kepalaku
JANGAN TERPROVOKASI‼️🚨 Kita cuma punya satu sama lain.
Dalam situasi protes warga, selalu ada dua arus: pertama, suara tulus masyarakat yang menuntut keadilan; kedua, upaya pihak tertentu yang ingin memanfaatkan momentum dengan menyusupkan provokasi.
Memahami perbedaan ini sangat penting agar perjuangan tidak disalahartikan.
Sejarah menunjukkan, setiap kali ada gerakan warga, pola provokasi hampir selalu sama:
> Isu Etnis/Agama: perjuangan rakyat dialihkan menjadi narasi kebencian horizontal. Ini efektif melemahkan solidaritas karena membuat sesama warga saling curiga.
> Seruan penjarahan atau perusakan. Ini sengaja dibuat agar gerakan dicap kriminal. BISA DIJADIKAN ALAT LEGITIMASI PENGUASA UTK MELAKUKAN KEKERASAN.
> Disinformasi: pesan berantai tanpa sumber jelas yang memicu emosi, bukan logika.
Ketika warga ikut terprovokasi, ada tiga konsekuensi serius: 1) delegitimasi gerakan, 2) kriminalisasi massal, 3) retak sosial (jadi RAKYAT VS RAKYAT)
TOLONG!!!
Verifikasi sumber, KONTROL EMOSI KOLEKTIF (amarah jgn diarahkan ke sesama warga), bangun solidaritas, dan ISOLASI PROVOKATOR.