💯 Free Access on #Zyloo
Claude Opus 4.7 is now available for FREE on Zyloo for a limited time.
🧠 zyloo/#claude-opus-4-7
Claude Opus 4.7 is built for advanced coding, complex reasoning, long-context tasks, and agentic workflows.
Start using now on Zyloo:
https://t.co/94xuZnfUd2
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
hasan nasbi (penasihat prabowo) : penangkapan orang terdekat seperti ketua BGN itu bentuk komitmen prabowo berantas korupsi
fatimah : kalau orang terdekat prabowo saja bisa dan berani korupsi, orang yang paling dia percaya, lantas gimana orang yang tidak dekat prabowo pak?
hasan nasbi: diam seribu bahasa
Terima kasih untuk Rekofams dan juga para pendukung DOTA 2 di Indonesia yang telah mendukung dengan penuh semangat. Sayangnya pada kualifikasi kali ini kami belum dapat membawakan tiket lolos ke The International 2026 untuk kalian.
Mimpi menuju The International 2026 harus kami tinggalkan untuk saat ini. Namun, perjuangan yang telah kami lalui bersama tidak akan hilang begitu saja. Kami akan membawa semua pelajaran, semua pengalaman, dan semua dukungan yang kami terima untuk menjadi lebih kuat di masa depan. Selalu dukung kami, tetap tegakkan kepala & respect buat kalian semua.
_________________________
Ingin selalu tahu kabar terbaru Esports?
Silahkan baca di portal berita ASIAPLAYLIVE.
_________________________
Let’s make Dota Indo great again — the REKONIX way 💜⚡
•
#GGRKX #REKONIX
People who think they are extremely self-aware are often doing nothing more than turning themselves into a permanent psychological project. Every reaction is analyzed, every emotion is interpreted, every insecurity is examined, every childhood event is revisited.
They call it awareness, but most of the time it is simply self-preoccupation with intellectual decoration around it. The ego has not disappeared, it has become the observer, the analyst, the therapist, and the patient all at once. Years can pass this way. The prison remains exactly where it was. Only the description of the prison becomes more sophisticated.
Buat yang MALAS MEMBACA tapi BUKAN PARJO PARCOK. Saya bantu translasi article the Economist biar ga IKUTAN DUNGU teriak antek asing dan "semua akan hilang ketika IHSG bullish":
"Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pernah menyaksikan negaranya hancur sebelumnya. Itu terjadi pada tahun 1998, saat krisis keuangan Asia. Kala itu, runtuhnya ekonomi memicu protes massa dan tumbangnya bapak mertua Pak Prabowo, Suharto, seorang diktator yang terkenal korup. Peristiwa itu juga melemparkan Pak Prabowo, yang sempat berharap bisa menggantikan Suharto, ke dalam pengasingan politik. Butuh waktu seperempat abad baginya untuk merangkak kembali, hingga akhirnya berhasil meraih kursi nomor satu pada tahun 2024.
Jadi, Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya: Anda salah.
Pemimpin negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini telah memusatkan kekuasaan dan mengelilingi dirinya dengan sekelompok penjilat. Dia mendepak menteri keuangan yang dihormati dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa, yang pernah menyebut IMF "bodoh" dan mengatakan kepada The Economist pada bulan April bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang "perkembangan ekonomi global [atau] harga minyak dunia". Para pelaku bisnis di Indonesia takut untuk bersuara, mungkin karena Pak Prabowo adalah mantan jenderal antikritik dengan rekam jejak hak asasi manusia yang dipertanyakan, atau mungkin karena belakangan ini dia kerap mengintimidasi bisnis-bisnis besar.
Pak Prabowo tampaknya mengisolasi diri dari kenyataan. Jadi, dia mungkin tidak akan mendengarkan nasihat yang masuk akal. Namun, inilah beberapa masukan untuknya. Proyek-proyek kesayangannya tidak terjangkau. Sebelum perang Iran, menghabiskan proyeksi 10% dari anggaran hanya untuk dua proyek saja—makan siang gratis di sekolah dan jaringan 80.000 koperasi desa—hanya sekadar pemborosan. Sekarang, krisis energi telah menghapus semua ruang untuk melakukan kesalahan. Pak Prabowo harus mengubah arah atau menghadapi risiko krisis.
Dia harus memotong pengeluaran untuk proyek-proyek kesayangannya, atau memangkas subsidi bahan bakar fosil Indonesia yang sangat besar, atau melanggar undang-undang yang membatasi defisit anggaran sebesar 3% dari PDB. Setiap pilihan memiliki risiko. Memangkas proyek mubazirnya akan membuatnya tampak lemah. Membiarkan harga energi naik akan mengundang kerusuhan. Jadi, Pak Prabowo mungkin akan mengambil jalan ketiga: membiarkan defisit menembus batas hukumnya.
Itu akan menjadi sebuah kesalahan. Memang benar, batas 3% adalah angka sewenang-wenang yang disalin-tempel dari Perjanjian Maastricht Eropa. Namun sejak krisis 1998, angka itu telah menjadi sinyal bahwa pemerintah Indonesia serius menjaga disiplin fiskal. Sekarang para investor mulai cemas. Pembayaran bunga sebagai bagian dari pendapatan pemerintah melonjak tajam. Lembaga pemeringkat kredit sedang bersiap untuk menurunkan peringkat. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, modal asing senilai $6 miliar telah keluar dan rupiah telah melemah sebesar 11% terhadap dolar ke rekor terendah. Menjebol batas anggaran akan mendorong biaya pinjaman menjadi lebih tinggi.
Bahkan saat dia membuat ekonomi menjadi lebih genting, Pak Prabowo juga mengikis demokrasi Indonesia. Oposisi legislatif hampir sepenuhnya dilumpuhkan, dan proposal untuk mengakhiri pemilihan langsung gubernur provinsi bukan merupakan pertanda baik. Masyarakat sipil diintimidasi. Ruang untuk berbeda pendapat sangat sedikit, dan jika ada, minim pergulatan kreatif antar-gagasan yang saling bersaing. Terlalu banyak hal yang bergantung pada naluri seorang mantan tentara tunggal yang mendapat saran buruk.
Dia perlu mendengar kebenaran yang pahit. Ya, bahan bakar murah memang populer. Namun hal itu mendorong konsumsi di tengah situasi kelangkaan. Ya, orang-orang menyukai makan siang gratis di sekolah. Namun memberikannya kepada semua orang adalah pemborosan. Lebih bijaksana untuk fokus pada ibu hamil dan balita dari keluarga miskin, yang membutuhkan nutrisi lebih baik guna mencegah stunting (tengkes). Ya, petani Indonesia kerap diperas oleh tengkulak saat membeli pupuk. Namun ada cara yang lebih murah untuk mengatasi hal ini ketimbang membangun 80.000 koperasi desa, yang kemungkinan besar justru rentan korupsi. Dan ya, batas defisit 3% bisa saja dinaikkan suatu hari nanti. Namun pertama-tama, Pak Prabowo harus meyakinkan pasar bahwa keuangan Indonesia berada di tangan yang aman.
Persimpangan jalan baru
Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam seperempat abad terakhir. Di bawah serangkaian pemerintahan yang cukup pragmatis, pendapatan per kapita telah meningkat lebih dari dua kali lapor dan demokrasi mulai berakar. Pak Prabowo bukanlah penguasa kleptokratis seperti mendiang bapak mertuanya, tetapi dia sedang mengikis kemajuan yang telah dicapai negaranya sejak masa-masa kelam dulu.
Presiden harus berhenti mencoba membungkam oposisi di legislatif, media, dan masyarakat sipil. Perbedaan pendapat yang tidak menemukan saluran dalam politik akan tumpah ke jalanan, seperti yang terjadi dalam kerusuhan tahun lalu. Bersikeras bahwa oposisi harus "sopan" adalah resep yang suatu hari nanti justru bisa mengubahnya menjadi kekerasan.
Masih ada harapan. Pak Prabowo peduli dengan warisan kepemimpinannya. Jadi, dia perlu menyadari bahwa negara kepulauan yang sangat besar, luas, dan multi-etnis seperti Indonesia tidak bisa begitu saja diberi perintah layaknya sebuah unit tentara. Indonesia membutuhkan seorang panglima tertinggi yang mendengarkan banyak suara, bukan yang mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang hanya bisa berkata "ya""
Men and women don’t fall in love the same way.. and that’s exactly why it’s so complicated, and so beautiful.
A woman often falls in love through ‘consistency’. It’s the little things. The good morning texts. The way you show up when you said you would. The feeling of safety, of being chosen again and again without having to question it.
A man often falls in love through ‘experience’. It’s how he feels around you. The peace. The admiration.The sense that he can be himself without being judged, and still be respected.
She listens for effort.
He feels for peace.
She needs emotional security to open up.
He needs emotional acceptance to stay open.
And here’s where it gets messy.. When she doesn’t feel consistency, she pulls back. When he feels pressure instead of peace, he pulls away.
So both people end up protecting themselves… instead of understanding each other.
Love isn’t about who loves “harder”It’s about learning how the other person loves and meeting them there.
Because the right connection isn’t confusing. It’s two people choosing to understand each other, even when it’s easier not to.
And when that happens?
It doesn’t feel like guessing.
It feels like home.
Dostoevsky: "People don't want truth; they want comfort dressed as truth."
Kafka: "Yes, reality is too heavy, so they rent illusions and call it happiness."