"Jesus defeated death so you can live."
Charlie Kirk posted this powerful message just days before he was shot and killed during a college event in Utah. He leaves behind his wife, Erika, and their two young children.
BREAKING: Turning Point USA founder Charlie Kirk has died at age 31 after being shot at a college event in Utah, President Trump confirms. He leaves behind his wife and two children.
#sinetwit (thread)
#SoloBalapan
Perjalanan kisah politik pemilu 2024 ketika seorang Jokowi berada di persimpangan jalan menghadapi semua tantangan, loyalitas, pengkhianatan untuk Indonesia Emas 2045.
Sumber diambil dari kunjungan ke Solo, wawancara berbagai pihak
RT 888 dulu
Kalau leher kamu menggelap seperti ini, waspada ya!
—utas
Masalah kulit kek gini ga akan bisa selesai dgn skinker mahal sekalipun. Soalnya masalahnya bukan di kulit, tp apa yg ada di dalam darahmu!
Kamu harus aware krn gejala ini adalah RED FLAG yg harus segera diatasi!
#KetikaSelBerbicara
@tanyakanrl Yg belum tahu caranya buat notif kayak gitu, begini caranya. Masuk ke akun iCloud di https://t.co/CoIio8Hp8K. Scrol ke bawah ke apps, klik Find My. Semua device akan terkoneksi. Klik iPhone yg hilang. Mark as lost. Nanti isi notif sesuai kalimat yang diinginkan. Semoga membantu
@panggilguemar @tanyakanrl pas iphone hilang langsung kunci pakai aplikasi find my, nyalain fitur suara kasih note, jadi semisal ip nya dinyalain nanti ada notif bunyi di iphone yg hilang sama di emailmu dikasih titik lokasinya, plus muncul note kita dilayarnya
ISRAEL
Setelah berakhirnya Perang Dunia pertama, 1918, Inggris menguasai wilayah yang sekarang menjadi wilayah Israel dan Palestina. Sebelumnya wilayah itu di bawah otoritas Turki.
Pada 1947, Perserikatan Bangsa-bangsa mengusulkan wilayah itu dibagi menjadi dua: Israel dan Arab. Kota suci Yerussalem dijadikan sebagai kota internasional. Israel menerima, tapi pemimpin-pemimpin Arab menolak.
Kurang lebih setahun kemudian, Mei 1948, Inggris menarik diri dari wilayah itu dan Israel memproklamirkan diri sebagai negara merdeka. Berdirinya Israel mendapat reaksi keras dari negara-negara Arab. Sehari setelah berdiri, Israel diserbu negara-negara Arab sekitarnya. Maka terjadilah perang 1948 di mana Israel yang baru berdiri melawan lima negara Arab sekaligus: Yordania, Irak, Suriah, Mesir, dan Libanon. Perang itu berakhir pada 1949 dengan kemenangan Israel. Israel kemudian menguasai 70 persen wilayah yang sebelumnya di bawah otoritas Inggris itu.
Tahun 1967, Mesir di bawah pimpinan Gamal Abdul Nasser menutup selat Tiran dan membuat kapal-kapal Israel tersendat. Mesir kemudian menyiagakan pasukan di perbatasan Israel-Mesir. Undangan perang ini disambut oleh Angkatan Udara Israel yang dengan cepat menghancurkan pasukan Mesir di perbatasan. Perang itu kemudian meluas dan melibatkan Suriah dan Yordania. Perang yang sangat singkat itu (enam hari, 5-11 Juni 1967) dimenangkan Israel. Perang itu menyebabkan Semenanjung Sinai dan Jalur Gaza milik Mesir jatuh ke tangan Israel, demikian pula Tepi Barat (Yordania) dan Dataran Tinggi Golan (Suriah).
Ini adalah dua perang besar yang menyebabkan perluasan wilayah Israel. Tantangan perang dari negara-negara Arab selalu ditanggapi dengan sangat serius oleh Israel.
Konflik Israel-Palestina ini tidak sesederhana invasi atau penjajahan satu negara ke negara lainnya. Ini persoalan yang rumit. Wilayah itu terkait dengan perjalanan sejarah yang panjang. Tidak hitam putih. Solusi dua negara adalah yang terbaik. Menjadi rumit karena ada pihak yang menolak dan menganggap yang lain tidak ada.
Saidiman Ahmad
Depok, 13 Oktober 2023