๐๐๐M!N . . !!? ๐ i had died every day waiting for you. my babe, don't be afraid i have loved you for a thousand years, i love you for a thousand more. .
โmuda berkelana, tua berceritaโ
ga, anakku ga butuh cerita, dia butuh warisan tanah, rumah, uang, emas, kehidupan yg layak dan pendidikan yg baik dan tinggi.
Rame lagi soal komentar Jerome Polin terkait "si Jule". Jerome menyoroti hal yang cukup sarkas tapi nyata: gimana narasi publik bisa berubah drastis cuma karena faktor visual atau "cantik". Apakah kita memang se-pelupa itu?
Jerome menuliskan : sejak ada streamer yang undang Jule, publik mulai "lupa." Alasannya? "Cantik." Segampang itu kah kita disetir? Segampang itu kah kita lupa?
Jerome juga narik korelasi ke isu yang lebih besar: Korupsi.
Kalau untuk urusan selebgram/streamer aja kita gampang memaafkan tanpa ada pertanggungjawaban yang jelas, nggak heran kalau di level negara, para koruptor masih bisa santai dan tetap eksis.
Selain itu Jerome juga menambahkan
Ini bukan soal Jule doang. Ini soal cancel culture gagal total di Indonesia. Jule makin eksis pasca-skandal, followers balik, brand endorsement juga balik. Padahal belum ada pertanggungjawaban yang jelas.
mungkin gue sebenernya uda hidup di doa dan mimpi yg gue harapkan itu cuma ga sadar aja. soalnya ketika kita grow, ekspektasi kita berubah lagi ke referensi lain. padahal yg sekarang mungkin harapan kita yg waktu dulu.
bisa nraktir adek adek. bisa beliin jajan. bisa beliin tas. bisa beliin krudung. bisa beliin parfum. walaupun masih yg murah murah. target kedepan bisa bayarin kuliah, amiiiin๐ช๐ป