I miss making live reading thread, I miss writing book reviews, I miss joining multiple reading challenges, I miss joining book discussions, I miss those good old days here 😔
another example of "UI = miniatur Indonesia"
warga fakultas A ngeluh karena kantin fakultas A crowded akibat migrasi warga fakultas B yang dilarang aturan ospek fakultas B
meanwhile, warga Jabodetabek ngeluh overpopulasi karena warga2 daerah hopeless sama jeleknya pemda mereka
Animated sapphic short film "The Lovers" will be free-to-watch on Youtube starting August 30. Set in a dark fantasy Philippines, the story follows a romance between a Binondo seafood chef and a siren.
gue ga bakal pernah ngerti sama aturan yang ngelarang maba buat nikmatin fasilitas kampus (e.g ga boleh ke kantin)... like? why can't we be treated the same ketika kita sama-sama bayar ukt? :/
tiap kali denger wacana "kurikulum pencegahan LGBT" buat anak SD, gua selalu kepikiran film Monster (2023) karya Koreeda
banyak org selesai nonton film itu terus nanya "emang monster-nya siapa?"
and that's the point, monster-nya bukan Minato, bukan juga Yori. mereka cuma dua anak kecil yang bahkan belum sepenuhnya ngerti apa yang mereka rasain
buat gua, monster-nya adalah masyarakat yang bikin anak-anak ini percaya kalo ada sesuatu yang salah dalam diri mereka, sampe mereka harus tumbuh dengan rasa takut, rasa malu, bahkan nganggep diri mereka "berotak babi" cuma karena ngerasa beda
anak queer itu exist, and will always be.
mereka bukan jadi queer karena diajarin di sekolah, nonton film, atau ketemu orang LGBT. tapi kalo dari kecil mereka terus diajarin LGBT adalah sesuatu yang harus "dicegah", then once they fully understand themselves, hal pertama yang ikut tumbuh bukan penerimaan diri, melainkan rasa takut, rasa malu, dan keyakinan bahwa mereka adalah barang rusak
kalau dari kecil negara mulai menanamkan bahwa keberadaan mereka adalah sesuatu yang harus "dicegah", yang lahir bukan generasi yang "straight", yang lahir justru anak anak yang ngabisin masa kecilnya dengan "kenapa gua salah?"
that's the real tragedy, dan menurut gua, itulah monster yang sebenarnya, I hope no other Minato or Yori ever has to grow up believing they're the monster