@ernestprakasa Untuk Grand Master Irene ibarat menang jadi arang kalah jadi abu. Dewa Kipas bermain via online sedang Grand Master Irene merupakan pecatur offline. Sungguh tidak layak dipertandingkan.
@ardiansh16 Aku main badminton sudah punya anak istri bang. Yg biasanya seminggu dua kali sebelum punya anak atau sampai 12 malam gas aja. Tapi setelah punya anak aku nego ke istri hanya main seminggu sekali dan itu pun main 3 jam apalagi anak masih 3 tahun.
🚨🚨 EXCLUSIVE: ARNE SLOT AND LIVERPOOL TO PART WAYS WITH IMMEDIATE EFFECT. 💣
It’s over between the Dutch manager and Liverpool after end of the season review. 👋🏼
Andoni Iraola, clear favorite to take over as next #LFC head coach.
I have witnessed this club go from doubters to believers, and from believers to champions. It took hard work and I always did everything I could to help the club get there. Nothing makes me prouder than that.
Us crumbling to yet another defeat this season was very painful and not what our fans deserve. I want to see Liverpool go back to being the heavy metal attacking team that opponents fear and back to being a team that wins trophies. That is the football I know how to play and that is the identity that needs to be recovered and kept for good. It cannot be negotiable and everyone that joins this club should adapt to it.
Winning some games here and there is not what Liverpool should be about. All teams win games.
Liverpool will always be a club that means a great deal to me and to my family. I want to see it succeed for long after I have moved on.
As I’ve always said, qualifying to next season’s Champions League is the bare minimum and I will do everything I can to make that happen.
Indra Jaya Laksana diadopsi secara ilegal ke Belanda saat masih bayi.
Pada 2023, dia mencari ibu kandungnya ke Indonesia. Namun, ibunya sudah tiada.
Indra kini ingin menjadi WNI, tapi jalannya tidak mudah.
"Kami tidak pernah memilih untuk kehilangan status WNI," kata Indra.
It’s hard, maybe even unfair… but I’m grateful this is happening to me here, among you. I’m not alone. Your strength and your love will be my driving force. See you again soon, Anfield ❤️
HARI-HARI YANG MENENTUKAN SEJARAH AMERIKA DAN IRAN: PERANG ATAU DAMAI?
Jenewa kota yang indah, damai dan saat ini hawanya sejuk. Namun, jam-jam ini, hari-hari mendatang, kota yang penuh legenda ini bisa menjadi saksi sejarah. Bisa melahirkan sebuah “game change” yang berimplikasi besar pada perkembangan dunia.
Di penghujung Februari 2026 ini, tengah berlangsung sebuah perundingan dan negosiasi yang sangat penting. Juru runding Amerika Serikat tengah melakukan pertemuan tidak langsung (melalui mediator) dengan juru runding Iran. Banyak kalangan yang tengah menunggu hasil negosiasi itu, utamanya bangsa-bangsa di kawasan Timur Tengah. Sukses atau gagal? Bawa kedamaian, atau sebaliknya menyulut terjadinya peperangan yang dahsyat?
Semua tahu bahwa negosiasi, utamanya menyangkut masa depan proyek nuklir Iran itu sesuatu yang sangat rumit dan tidak mudah untuk membangun opsi yang bisa diterima kedua belah pihak. Kepentingan kedua negara sangat berbeda. Ketika perundingan tengah berlangsung, di kawasan Timur Tengah sedang berhadap-hadapan dua negara yang siap berperang. Para juru runding juga harus cerdas membaca pikiran kedua pemimpin yang memberikan mandat pada mereka, Presiden Trump dan Ayatullah Khamenei. Membangun “harmoni” antara juru runding dengan para bosnya mungkin juga sesuatu yang tidak mudah.
Sebagai seorang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam resolusi konflik, baik pada tingkat nasional maupun internasional, saya mesti mengatakan bahwa sebuah negosiasi itu sangat melelahkan. Perlu kesabaran, kecerdasan, dan keuletan. Siap untuk berkompromi serta bersedia untuk sebuah “take and give”. Keinginan dan sasaran yang digariskan oleh kedua pemimpin negara juga harus sangat dimengerti.
Khusus negosiasi Amerika-Iran ini, saya mengamati bahwa kedua pemimpin mereka, Donald Trump dan Ali Khamenei memiliki “uniqueness”. Keduanya memiliki ego, ambisi dan juga “personal interest”. Trump khawatir kalau sampai gagal, reputasi serta “legacy” indah yang ingin diraih bisa hancur berantakan. Ali Khamenei juga khawatir kalau sengketa sengit dengan Amerika ini, jika nasibnya naas, bisa berakhir dengan pergantian rezim dan “he must go”. Berarti, ini merupakan “survival interest” buat pemimpin Iran itu.
Banyak pihak yang memprediksi atau menyimpulkan jika perundingan ini gagal, maka perang besar pun akan segera meletus. Ibaratnya kondisi sudah matang. Tinggal menunggu komando Trump dan Khamenei.
Pendapat saya, terjadinya perang yang seolah diniscayakan itu, bisa iya, bisa tidak. Apalagi kalau para jenderal di kedua belah pihak, terus mengawal pengambilan keputusan para pemimpinnya. Trump dan Khamenei tidak akan gegabah dalam memerintahkan tentaranya untuk berperang. Terlalu tinggi risiko dan harga yang harus mereka bayar kalau keputusannya salah.
Ada catatan penting bagi seorang “commander-in-chief” untuk mengambil jalan perang guna memenuhi kepentingan nasionalnya.
Pertama, apakah perang itu harus dilaksanakan atau masih ada opsi yang lain? Inilah yang sering disebut “war of necessity” dan “war of choice”. Pada akhirnya, kedua belah pihak akan menentukan berperang atau menempuh jalan lain.
Kedua, negara siap berperang kalau kalkulasi rasionalnya menjamin bahwa perang dapat dimenangkan. Baik Trump maupun Khamenei harus bisa meyakinkan dirinya sendiri, dengan menggunakan logika dan akal sehatnya, bahwa perang yang ia pilih memang akan bisa dimenangkan. Karena perang terkait dengan nasib dan masa depan rakyat yang dipimpinnya, yang memberikan mandat dan kepercayaan, suara mereka mesti didengar. Pertimbangan dan saran para jenderal dan petinggi militer juga mesti diindahkan, jangan terkubur dengan ego pemimpin yang kelewat tinggi.
Bagi Amerika yang boleh dikatakan terus sesumbar untuk menghancurkan Iran (meskipun belakangan Iran juga mengobarkan dan menjanjikan ancaman), perlu dipikirkan dalam-dalam sebelum mengambil keputusan untuk berperang. Maksud saya, jangan-jangan bagi Amerika menang perangnya sulit dicapai, kemudian “exit” atau mengakhiri peperangan juga tidak mudah dilakukan. Ingat kembali pengalaman pahit ketika melakukan peperangan di Vietnam, Irak dan Afghanistan. Ingat, Iran adalah Iran. Iran bukan Irak dan bukan Afghanistan.
Terakhir, ada pesan dari seorang warga Indonesia dan juga warga dunia melalui media ini. Bukan hanya untuk Presiden Trump dan Ayatullah Khamenei, tetapi juga untuk seluruh pemimpin politik di dunia yang di tangannya ada sebuah tombol untuk memulai peperangan.
Begini pesan saya.
Para perwira dan para prajurit itu juga punya jiwa, punya keyakinan, punya akal sehat, dan tentunya punya harapan. Kalau soal berkorban untuk nusa dan bangsa, tentara selalu siap mengorbankan jiwa dan raganya. Hal itu tidak perlu diragukan. Selama 30 tahun saya mengabdi di dunia militer, lima tahun saya pernah bertempur untuk Sang Merah Putih. Namun, sukses sebuah peperangan juga ditentukan oleh apa yang ada dalam hati dan pikiran para prajurit. Ada kalimat indah yang mesti diingat oleh para pemimpin politik – presiden atau perdana menteri – “Soldiers will not fight and die, unless they know what they fight and die for” (Prajurit tidak bertempur dan siap untuk mati, kecuali mereka tahu untuk apa mereka bertempur dan mati) *SBY*
Sahur membuktikan kita bisa bangun di sepertiga malam bahkan untuk solat subuh,
Tarawih membuktikan bahwa
kita mampu berdiri lebih lama dalam ibadah,
Puasa membuktikan bahwa kita bisa punya kendali atas diri sendiri,
Membaca Al-Qur'an membuktikan
bahwa waktu selalu ada, hanya saja kita terlalu sibuk prioritaskan dunia,
ternyata Ramadhan bukan sekedar bulan peningkatan iman yang sementara, Bulan ini adalah bukti bahwa kita sebenernya mampu melakukannya setiap hari, kalau kita mau.
Jangan terlalu lama scrolling X?
Justru saya mengamini isi video itu, karena saya keluar, menjalani dunia, menyentuh rumput.
Berbaur, bekerja, dan hidup bersama kelas atas, menengah, dan bawah. Tidak sekadar melihat data dan teori ekonomi yang dipakai untuk laporan pemerintah. Melihat sendi ekonomi kehidupan bukan sekadar statistik,
Kenyataannya memang begitu. Bisnis retail maupun jasa, banyak yang sekarat maupun gulung tikar. Kelas menengah bertumbangan.
Jumlah masyarakat miskin makin naik (tapi pemerintah bisa menurunkan jumlah masyarakat miskin dengan cara menurunkan standar miskin, sih)
Stimulus pemerintah untuk kelas menengah yang benar2 ada dampaknya ke ekonomi sekarang apa?
MBG? Yang hulunya diurus oleh mereka2 lagi itu? Yang di bawah cuma kebagian eksekusi dan kebagian margin tipis itu?
Pengangguran turun? Wow.. agak kontra dengan ceritanya banyak perusahaan besar tutup dan investor kabur.
Silakan terus bersuara sambil melihat kondisi masyarakat dari Menara Gading. Karena dengan begitu, suara anda akan tetap dianggap tak berguna bagi masyarakat. Hanya berguna untuk menyuapi ego anda dan penguasa.
Tapi ingatlah, apapun statement kalian saat ini, akan kami catat untuk bekal Pemilu berikutnya. 🙏🏻
Sebel banget nonton video ini.
Jadi yang arogan siapa? DPR atau Ahli Gizi?
Dari cara bicaranya kita tahu kok siapa yang arogan.
Makanya dari awal lahir juga MBG ini memang belum beres. Kesini-sini malah makin error.
Ini dia rekomendasi liburan yang tempatnya hidden gem banget! Ajak temen-temen kamu buat ikutan! Biaya (dan risiko) ditanggung sendiri y 😛 Sebelum itu, tonton dulu film Abadi Nan Jaya yang udah tayang di Netflix!
Goal injury time @LFC semalam dan yang ke-5 musim ini akan menimbulkan eskalasi di para fans rival. Seperti
1. Investigasi, mungkin ada permainan judi
2. Uefa mungkin bagian dari clan Liverpool
Bias terhadap mental dan performa, melihat hanya yang buruk-buruk aja 🔥🔥
Hari di mana bumi otw kiamat, Kim Da-mi, Park Hae-soo, & para warga harus bertahan hidup di sebuah apartemen yang dilanda banjir besar. Film The Great Flood tayang 19 Desember di Netflix 🌊🏢🌏