Apa sih sebenarnya GPM itu?
Gross Profit Margin adalah rasio sederhana yang menunjukkan:
“Dari setiap uang yang kita terima dari pembeli, berapa banyak yang tersisa setelah membayar biaya bahan baku dan produksi langsung?”
Ibarat kamu punya warung bakso.
• Kalau kamu jual 1 mangkok bakso Rp15.000, tapi modal bahan (daging, mie, sayur, bumbu, gas) habis Rp9.000, berarti kamu masih pegang Rp6.000 sebelum bayar biaya lain seperti gaji pegawai, sewa, listrik, dan lain-lain.
• Nah, Rp6.000 ini adalah laba kotor.
• Kalau dihitung marginnya: 6.000 ÷ 15.000 = 40%.
Artinya 40% dari uang pembeli masih tersisa buat nutup biaya lain dan sisanya bisa jadi laba bersih.
Contoh biar lebih jelas:
Misal warung Es Teh
• Penjualan setahun: Rp100 juta (uang masuk dari semua penjualan)
• Harga pokok (bahan : teh, gula, es, gelas, sedotan) total setahun: Rp60 juta
• Laba kotor = Rp100 juta – Rp60 juta = Rp40 juta
• GPM = Rp40 juta ÷ Rp100 juta = 40%
Artinya, dari tiap Rp1 penjualan, warung es teh masih pegang Rp0,40 sebelum bayar biaya lain.
Kenapa angka GPM ini penting banget?
1. Mengukur kekuatan harga dan efisiensi produksi
○ GPM tinggi artinya kamu bisa menjual produk dengan selisih harga yang besar dibanding modal bahan bakunya.
○ Biasanya berarti produk kamu punya daya tawar kuat (pembeli rela bayar lebih).
2. Menjadi bantalan pertama untuk biaya lain
○ Kalau GPM tebal, kamu punya ruang lebih aman untuk bayar gaji, sewa, listrik, iklan, dan lain-lain.
3. Bantu bandingkan antar bisnis
○ Misalnya dua warung kopi sama-sama jual segelas kopi Rp20.000:
・warung A: modal bahan Rp8.000 → GPM 60%
・warung B: modal bahan Rp12.000 → GPM 40%
Warung A jelas lebih efisien atau punya kekuatan harga lebih tinggi.
Tapi ingat, GPM juga harus dibandingkan dengan konteks:
• Bandingkan dengan perusahaan di industri yang sama (nggak adil bandingkan warung bakso dengan perusahaan software).
• GPM tinggi belum tentu semua bisnis nya sehat, bisa aja biaya operasionalnya(biaya sewa tempat, promosi) sangat besar sehingga laba bersihnya bisa jadi kecil.
Kalo mau nonton konten kopi-kopian, ane prefer nonton akun riotdose, jelasinnya mengalir, Ngasih referensi dan menggambarkan rasa kopinya juga unik. Gak ada sindiri menyindir cuma fokus di kopi.
Dan yang jelas cara affiliate-nya juga alus.
1. Apa sih sebenarnya ROE itu?
Bayangin kamu membuka toko kopi kecil.
Kamu modal Rp10 juta, lalu dalam setahun kamu bisa untung Rp3 juta.
Nah, berarti uang Rp10 juta kamu bisa menghasilkan untung Rp3 juta setahun, kan?
Itulah ROE (Return on Equity):
"Setiap Rp1 modal yang ditanam pemilik perusahaan, menghasilkan berapa rupiah keuntungan dalam setahun?"
Jadi, kalau tadi contoh kedai kopimu, ROE-nya:
3 juta (keuntungannya) ÷ 10 juta (modalnya) = 0,3 atau 30%.
Intinya, makin tinggi angka ROE, makin jago perusahaan ngehasilin uang dari modal yang dimilikinya.
2.Kenapa Warren Buffett suka banget pakai ROE? Buffett bilang begini:
"ROE tinggi menandakan bahwa perusahaan tersebut pintar mengelola uang pemiliknya. Dan kalau ROE-nya tinggi terus selama bertahun-tahun tanpa trik akuntansi aneh-aneh atau utang yang berlebihan, berarti perusahaan itu benar-benar punya bisnis yang bagus."
Jadi, ROE seperti rapor sekolahnya perusahaan:
makin tinggi nilainya, makin sehat bisnisnya.
3.Kisah nyata dari saham favorit Buffett di tahun 90-an: Zaman dulu, Buffett suka banget beli saham Coca-Cola, Gillette, atau Philip Morris.
Kenapa dia suka mereka? Karena perusahaan-perusahaan ini secara konsisten punya ROE antara 30%-50% setiap tahun.
Ini seperti punya mesin printer uang pribadi yang selalu produktif nggak peduli ekonomi sedang bagus atau buruk, uang terus bertambah!
Bayangin aja, modal Rp1 juta, setiap tahun perusahaan bisa untung Rp400-500 ribu secara rutin.
4.Ini 5 Kiat Buffett Pakai ROE buat Cari Saham:
1. Cari perusahaan yang ROE-nya tinggi tapi utangnya kecil
2. Perhatikan jenis bisnisnya
Produk sehari-hari seperti minuman, rokok, sabun (consumer goods) biasanya punya ROE stabil.
Tapi perusahaan mobil atau baja, yang tergantung naik turun nya ekonomi, biasanya ROE-nya nggak stabil.
3. Hati-hati trik buyback saham
Perusahaan bisa beli sahamnya sendiri supaya ROE kelihatan tinggi, padahal sebenarnya labanya biasa aja.
4. Jangan terbuai ROE tinggi sesaat
Ada perusahaan yang tiba-tiba punya ROE tinggi karena jual aset sekali saja.
Jangan tergoda! Yang penting adalah konsistensi jangka panjang.
5. Ingat, ROE tergantung kondisi ekonomi
Ekonomi bagus, ROE naik.
Ekonomi buruk, ROE turun.
Jadi jangan cuma melihat angka satu tahun. Lihat tren jangka panjangnya.
"Ternyata bisnis kopi, bukan jualan kopi, melainkan harus maksimalin teknologi bisnis"
Mantap jadi belajar soal bisnis kopinya Tomoro Coffee dari youtube nya Raymond Chin. Sedikit bangga juga di videonya dibahas kalo Indonesia jadi "Market Validator" untuk bisnis kopi 🔥
Tadi beli bakso yang deket telkom itu mumpung ketemu mbah nya. Aku tanyain harga bakso nya berapa, “10ewu, kelarangen ora? Nek hoo 5ewu wae.” Katanya sambil senyum gitu, rasanya ingin menangis😭💔
Btw buat kalian yang ketemu mbah nya ini dilarisin ya! Sehat selalu mbah❤️❤️
@iamjayasastra Sebenernya sudah banyak yang seperti... Menjadi mualaf lalu menjelekkan agama² sebelum nya, jika dilihat kasus yang seperti ini mereka sebenernya tidak mempelajari keyakinan nya dengan baik sehingga dia hanya bertumpu pada logika tetapi tidak dengan keimanan nya,biasanya sprt itu
Mengenang 22 Tahun Tragedi PEMBANTAIAN Arakundo oleh Serdadu Indonesia.
Tragedi Idi Cut 3 Februari 1999 atau lebih dikenal dengan tragedi berdarah arakundo terjadi di Aceh Timur.