abis baca ulang tafsir kisah kaum Nabi Luth, rasanya malah makin merinding. semengerikan itu😔
kalian pikir adzab kaum Nabi Luth yg membangkang itu cuma sekedar dibalikin tanahnya?
🥲🥲🥲🥲🥲🥲🥲🥲🥲🥲🥲
kagak guysss. nyatanya, lebih ngeri dari itu. jauh lebih dahsyat….💔
dzab mereka tuh ternyata, mereka dihantam sama hujan batu dulu.
apakah hujan batu biasa? no.
disebutin bahwa sebagian ulama berpendapat justru batunya itu udah kek ditandain satu satu bakal kena ke siapa. kek tiap batu seolah udah ada cap nama nama org dari kaum sodom itu. so tiap batu udh ditandai klo batu A bakal kena ke fulan, batu B ke fulan, batu C ke fulan, dst. gaada satupun kaum Nabi Luth yg luput dari batu itu
jadi batunya tuh pasti kena. aimnya auto kena, auto locked. winrate 100%😭
ampe kata ulama disebut, even ada org dr kaum sodom yg lg safar misalnya, lg gaada di kota itu, tetep bakal kena hujan batu dan pasti mati kena adzab itu. mana batunya panasssssss kek ada apinya☄️☄️☄️
abis itu, tanah kota kaum Sodom ini tinggal seolah kek dikeruk sampe dalem, terus diangkat tinggi ke atas, lalu dibanting ke bumi lagi.
KEBAYANG GAK NGERINYA????😭😭😭😭🥲
NAUDZUBILLAH MIN DZALIK. ini adzab mereka sepedih itu karena mereka bener bener membangkang dan melampaui batas. Nabi Luth dakwah berkali kali ke mereka, puluhan sampe ratusan tahun, malah mereka bilang “dah deh usir aja si Luth dan kaumnya. mereka tuh sok suci”
🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂
aku coba jawab ya, soalnya ini pertanyaan yang sering banget muncul.
memang dari sudut pandang manusia, kecoa dan nyamuk berasa sia-sia. tapi sebenarnya, peran mereka ke kita lebih banyak dari yang kita kira, cuma ga keliatan langsung.
kita mulai dari kecoa dulu ya.
di alam liar, kecoa itu salah satu pengurai utama. mereka makan daun mati, kayu busuk, kotoran hewan, sampai bangkai serangga lain. dari proses pencernaan mereka, nitrogen yang terkunci di bahan-bahan itu dilepas balik ke tanah, dan nitrogen ini yang bikin tanaman tumbuh subur.
terus, kecoa juga jadi makanan utama banyak hewan kayak kelelawar, kadal, burung kecil, laba-laba, dan tikus.
nah, kelelawar yang banyak dari kita anggap menyeramkan itu, ternyata salah satu pengendali alami serangga lain di sekitar kita. satu kelelawar bisa makan ribuan serangga dalam semalam. dan kelelawar bisa hidup sebagian besar dari makan kecoa.
artinya, kecoa di alam liar itu yang menghidupi kelelawar yang menjaga rumah kita dari serbuan serangga lain.
untuk nyamuk, cek twit di bawah ya👇
Guys, Safiera cewek Indonesia yang SMA di Korea pakai beasiswa, lanjut S1 double major ilmu komputer dan bisnis teknologi di kampus riset top Korea, publikasi jurnal ilmiah tahun ketiga, nulis buku Kimchi Confessions tentang kehidupan nyatanya merantau baru ngobrol sesuatu yang menurut gua adalah salah satu obrolan paling penting yang perlu didengar oleh perempuan muda Indonesia sekarang.
Dan gua mau mulai dari kalimat yang paling nyakitin yang pernah dia terima dari teman sekolahnya sendiri.
"Ngapain belajar capek-capek, bukannya nanti nikah juga digituin?"
Safiera bilang waktu itu dia bingung mau jawab apa. Tapi sekarang setelah dia ngelewatin semua yang dia ngelewatin SMA di Korea, kuliah double major, publikasi jurnal, nulis buku dia punya jawaban yang sangat jelas dan sangat tidak bisa dibantah.
Perempuan yang tidak berpendidikan tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Dia merugikan anak-anaknya. Karena ibu adalah madrasah pertama. Sekolah pertama yang pernah dimasuki setiap manusia di muka bumi adalah pangkuan ibunya.
Dan ibu yang tidak berpendidikan akan melahirkan generasi yang tidak berpendidikan. Bukan karena anaknya bodoh tapi karena fondasinya tidak dibangun dengan benar dari awal.
Dan ini bukan opini Safiera semata. Ini fakta yang sudah dibuktikan berkali-kali oleh data pendidikan global. Tingkat pendidikan ibu adalah prediktor terkuat dari tingkat pendidikan anak jauh lebih kuat dari pendapatan keluarga, fasilitas sekolah, atau bahkan tingkat pendidikan ayah.
Tapi gua mau mundur dulu dan cerita soal perjalanan Safiera karena ini yang bikin semua pemikirannya punya bobot yang beda dari sekadar teori.
Safiera bukan anak kaya yang tinggal di Jakarta dengan akses ke semua fasilitas. Keluarganya naik turun secara ekonomi.
Tapi orang tuanya punya satu prinsip yang tidak pernah diganggu gugat apapun yang terjadi dengan keuangan keluarga, pendidikan anak-anak tidak boleh dikompromikan.
Ketika ekonomi lagi di titik paling bawah, prioritas tetap sekolah dan les dan lomba. Karena kata orang tuanya kami tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, tapi kami bisa mewariskan pendidikan.
Dan dari situ Safiera dan kakak-kakaknya semua perempuan, semua beasiswa luar negeri, semua jurusan STEM membuktikan bahwa investasi itu benar.
Safiera mulai ikut lomba matematika dari kecil. Dari situ dia ketemu kakak kelasnya yang SMA di Korea. Dari situ dia daftar beasiswa yang sama. Dan dari situ dimulailah perjalanan yang kata Safiera sendiri tidak pernah dia bayangkan seindah dan seberat itu secara bersamaan.
Korea itu bukan seperti di drama. Safiera bilang ini dengan sangat tegas dan sangat perlu didengar oleh siapapun yang punya romantisasi berlebihan tentang Korea dari tontonan K-drama atau K-pop.
Teman-temannya di Korea itu naturally gifted banyak yang memang lahir dengan kapasitas kognitif luar biasa. Tapi yang membuat mereka benar-benar menakutkan bukan kecerdasan bawaannya. Yang menakutkan adalah disiplinnya. Ketika Safiera pulang ke Indonesia liburan, teman-temannya di Korea malah masuk bimbel.
Ketika Safiera main, mereka belajar. Dan ketika Safiera baru mulai belajar dua minggu sebelum ujian dengan penuh persiapan ada teman Korea-nya yang belajar dua hari tapi tetap lebih bagus hasilnya karena fondasi mereka sudah dibangun selama bertahun-tahun tanpa henti.
Dan dari tekanan lingkungan sekeras itulah Safiera menemukan sesuatu yang sangat berharga dia tidak pernah tahu sejauh mana batas kemampuannya sampai dia dipaksa oleh lingkungan untuk mendorong batas itu.
Itu yang dia sebut sebagai hadiah terbesar dari pengalaman Korea. Bukan gelarnya. Bukan jaringannya. Bukan pengalamannya tinggal di luar negeri. Tapi kenyataan bahwa dia sekarang tahu ternyata dia bisa lebih dari yang dia kira.
Dan dari sini Safiera kasih tiga hal yang menurut dia paling menentukan keberhasilan dalam belajar dan ini berlaku untuk siapapun, bukan hanya pelajar beasiswa.
Yang pertama adalah mental baja. Bukan kecerdasan. Bukan bakat. Tapi kemampuan untuk tidak menyerah waktu gagal, waktu nilainya jelek, waktu teman-teman lebih bagus. Daya juang itu lebih penting dari IQ karena IQ tidak bisa berkembang kalau orangnya berhenti sebelum mencapai batasnya.
Yang kedua adalah disiplin. Dan Safiera bilang sesuatu yang sangat mengena dia lebih takut sama orang yang disiplin dan kerja keras daripada orang yang pintar. Karena orang pintar yang tidak disiplin sering berhenti sebelum potensinya keluar sepenuhnya. Tapi orang yang mungkin tidak sepintar dia tapi konsisten dan disiplin mereka secara mengejutkan bisa melampaui si genius yang tidak punya etos kerja.
Yang ketiga adalah time management berbasis prioritas. Safiera bilang dia belajar untuk membedakan mana pelajaran yang butuh 20 persen effort tapi menghasilkan 80 persen hasil dan mana yang butuh effort lebih besar. Tidak semua hal perlu diperlakukan dengan intensitas yang sama. Yang penting adalah tahu mana yang paling menentukan dan fokuskan energi terbesar ke sana.
Dan tentang pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke cewek pintar di Indonesia soal jodoh dan nikah dan apakah pendidikan tinggi tidak justru mempersulit mencari pasangan Safiera jawabnya sangat cerdas dan sangat tidak minta maaf.
Dia bilang perempuan yang mengejar pendidikan tinggi sebenarnya sedang melakukan seleksi alamiah terhadap calon pasangannya. Laki-laki yang minder melihat perempuan berpendidikan tinggi itu bukan kerugian bagi perempuan.
Itu informasi gratis bahwa dia bukan orang yang tepat. Karena kalau dari awal dia sudah tidak mendukung semangat belajar pasangannya, bagaimana dia akan mendukung semangat belajar anak-anaknya nanti?
Dan dari perspektif agama pun Safiera punya jawaban yang sangat kokoh. Nabi Muhammad bilang menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Farida. Wajib. Bukan anjuran. Bukan opsional. Wajib.
Dan ada bidang-bidang ilmu yang secara spesifik harus diisi oleh perempuan kedokteran kebidanan, pendidikan di sekolah perempuan, dan sebagainya. Jadi perempuan yang tidak berpendidikan bukan hanya merugikan dirinya dia meninggalkan kekosongan yang tidak bisa diisi oleh siapapun selain dirinya.
gak akan pernah lelah mengulang kisah ini:
ada seorang pangeran yang mengidap penyakit melankolik di masa ibnu sina. si pangeran ini tiap hari menangis dan bersedih. dia merasa dirinya berubah jadi seekor sapi. terus, dia selalu bilang: tolong bunuh aku, supaya aku bisa jadi soto yang enak.
ibnu sina datang dan mengikat si pangeran, sambil bawa parang. lalu, beliau bilang: sapi ini terlalu kurus buat disembelih. beri dia makanan yang cukup.
si pangeran sapi ini lalu makan dengan lahap supaya bisa gemuk dan bisa disembelih. bersamaan dengan obat-obatan yang dibuat oleh ibnu sina.
kemudian, saat nutrisinya tercukupi, si pangeran sembuh :)
masalah mental itu gak sama dengan masalah iman. kesehatan jiwa, sama juga dengan kesehatan raga, punya kebutuhannya sendiri-sendiri. adalah betul agama bisa jadi suplemen buat hati, tpi suplemen ya tetap suplemen. dia bukan bahan bakar utama dan juga bukan obat.
psikolog, professional, bisa membantu kita untuk mengidentifikasi masalah utamanya ada di mana. supaya kita bisa tahu apa yang harus kita lakukan.
lalu, praktik agama itu tidak serta merta menentang praktik psikologis. pun begitu juga sebaliknya. keduanya tidak saling bernegasi dan jalan berbarengan.
soal depresi, aku paling suka cerita Maryam. ibu Isa Al Masih. saat tiba-tiba mengandung, Maryam pergi mengasingkan diri. mungkin, siapa yg gk takut? tiba-tiba hamil dan dia harus melahirkan sendirian.
rasa sakit bikin dia suicidal, “mendingan aku mati.” dengar itu, Tuhan gak minta dia untuk ibadah. dia juga gak dimarahi. dia disuruh makan dan minum. ada sungai tiba-tiba di bawahnya dan pohon kurma tempat dia bersandar itu tiba-tiba berbuah. kalau ada orang datang, gak usah bicara. betul-betul disuruh makan sampai puas.
jadi aku pikir, kalau kamu sedih, makan enak dulu coba :)
Sepanjang saya menulis dan menyampaikan tentang kisah-kisah al-Quran, ini adalah antara mitos yang sangat susah nak dihapuskan dalam masyarakat.
Mitos bahawa Hawa ialah yang menyebabkan Nabi Adam dan dirinya terkeluar dari syurga.
Bagaimana perlakuan Bighit pada TXT?
Thread ini untuk membuka hati dan pikiran orang-orang yang masih jadi penjilat pantat Bighit dan bilang kalau TXT punya privilege.
»»»
Mewakili Indonesia di salah satu kompetisi Al‑Qur’an paling prestisius di dunia, Aisyah berhasil menembus tahapan tingkat lanjut setelah bersaing dengan ribuan peserta dari lebih 100 negara.
Seorang hafizah cilik asal Kabupaten Malang, Jawa Timur ini, tengah mencuri perhatian dunia melalui tilawahnya yang merdu di ajang Dubai International Holy Qur’an Award 2026.
-
Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di AppStore dan Google Play Store.
#inilahNews #AisyahAlRumy #Inilahcom #titiktengah #titikcerah
Sumpah gimana lagi ya? Gue stress bgt meskipun gak belanja tiap hari tapi gue jg sesekali msh belanja bahan baku dan mikir anjir kok makin mahal.
Tapi frustasi bgt gue mesti protes kayak gimana lg ke pemerintah? Marah dan teriak pun ga cukup, masa iya harus pake kekerasan?
𝐁𝐢𝐬𝐦𝐢𝐥𝐥𝐚𝐡 ...
🌔 DO'A UNTUK MENGHAPUS NAMA KITA & KEDUA ORANG TUA DARI API NERAKA
.
.
.
🎙 𝐔𝐬𝐭𝐚𝐝𝐳 𝐏𝐫𝐨𝐟. 𝐃𝐫. 𝐊𝐡𝐚𝐥𝐢𝐝 𝐁𝐚𝐬𝐚𝐥𝐚𝐦𝐚𝐡, 𝐋𝐜.,𝐌.𝐀.
𝐇𝐚𝐟𝐢𝐝𝐳𝐚𝐡𝐮𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐓𝐚'𝐚𝐥𝐚
___________________
𝐁𝐚𝐚𝐫𝐨𝐤𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡𝐮 𝐅𝐢𝐢𝐤𝐮𝐦