ADHD: Started knitting, got really into sourdough, now learning Korean
Autism: Same hobby for 15 years, expert level
AuDHD: Expert-level research on 36 hobbies, practiced none, unlocked expert level.
The fastest way to turn into a NPC is to fill every moment of stillness with audio books, podcasts, CEO interviews, tweets, threads, and YouTube videos.
The fastest way to turn into the Main Character is to spend more time in stillness and give yourself 4 hours to create.
fyi ciwi ciwi, keputihan itu ulama berbeda pendapat guys dalam hal najis dan membatalkan wudhunya loh!
intinya, dlm madzhab syafi’i itu pendapat yg kuat adalah keputihan tidak najis TAPI membatalkan wudhu☺️
(walau ada ulama yg berpendapat tidak membatalkan wudhu, namun di madzhab mayoritas indonesia madzhab syafi’i, apapun yg keluar dari 2 lubang; qubul dan dubur, maka itu membatalkan wudhu walau tidak najis sekalipun kayak kentut. kentut ga najis kan? tapi batal wudhu dan solat)
jadi kalo keluar keputihan, itu kalian gaperlu cuci dan cukup wudhu. TAPII KALO MAU HATI HATI dan memungkinkan, bisa pake pantyliner/ganti cd pas keputihan yaa biar lebih bersih ketika mau solat😉
Cara nyembuhin otak yang kecanduan dopamin
1. Hapus tiktok
2. Makan tanpa liat HP
3. Stop dengerin lagu2 melow
4. Dengerin musik slofegio
5. Stop doom scrolling
6. Keluar ketemu orang
7. Jogging/jalan tanpa HP
8. Latihan pernapasan 5 menit
9. Berdamai sama rasa bosan
10. Belajar skill/ilmu baru
11. Nongkrong sama yang pinter
12. Sukai ketidaknyamanan
13. Baca buku
Menolak narasi/pemikiran LGBT itu TIDAK SAMA dengan menindas/mempersekusi LGBT.
Dokter Tirta ini masih yang pertama. Lu kalo campurin keduanya, bakal repot. Logika lu jadi berantakan.
Sama dengan halnya menolak penormalan merokok itu tidak sama dengan menindas/persekusi para perokok.
Menolak narasi LGBT itu BOLEH dan menjadi hak warga negara.
Mempersekusi LGBT itu baru TIDAK BOLEH karena ada unsur pidana dan membawa bahaya bagi keselamatan orang.
Nah, kaum lu suka nyampur-nyampurin keduanya. Ditentang narasinya dengan "stay normal" langsung ke-trigger, langsung cancel, langsung nge-block. Langsung ngerasa itu serangan ke identitas, jati diri, sehingga menolak narasi LGBT = menolak orangnya juga, alhasil dianggap jadi bagian dari diskriminasi. Padahal di kehidupan sosial masyarakat ga sesederhana itu realitanya!
Kalo ngaku progresif, harusnya budayakan dialog, bangun argumen yang kuat. Kebiasaan buruk penganut ideologi LGBT ini terlalu kuat budaya nge-block/dni nya pada orang yg sekadar berbeda pandangan, sehingga yg muncul kebenciannya aja, bukan dialog.
During a fight- a gf who blocks you VS a gf who keeps calling until its resolved
J: I’ve changed. Before, I’d have hated the blocking type more but now I dislike the latter more
Back when I was dating Jiyeon, whenever we fought, I was always the one trying to force a resolution-
"These days,I feel so happy with the simple daily life I spend with my child & husband"
"If I had a child in my 20s,I might've been itching to get back to work.I don't think I'd feel this way now"
"Since I've become my husband's last love,I'm satisfied with that"
Son Yejin 👑
Bayangin rakyat cari kerja harus ngelewatin psikotes, online assessment, interview HR, FGD, interview user, sampe direksi. Sementara yang jadi presiden ngitung 10 + 6 = 17 ☺️😇
yg muslim, sebaiknya jgn ikutan trend upload foto berdua dgn pasangan non mahrom pake caption “kakak kakak, ini namanya pacaran ya” “kakak kakak, ini namanya tunangan ya” dsb yaah🫶
bukan apa apa, itu bisa jd dosa. selain itu terhitungnya zina khalwat (berduaan dgn non mahrom), juga khawatir jd dosa jariyah kalo ada org lain yg ikutan begitu karena postingan kita 😭
kalopun masih gabisa ninggalin pacaran, bisa utk keep sendiri. at least, kita tidak mengumbar aib maksiat kita
have a nice day ol!!⛅️
“menurut kamu, queers dan feminisme itu gimana?”
🙋”simple aja sih. kan ada hadits larangan laki laki menyerupai perempuan dan sebaliknya. jadi queers udh jelas bertentangan dengan agama”
“kalo feminisme?”
🙋”untuk apa mencatut ideologi yang asalnya bukan dari islam? toh islam udah sempurna dan jauh lebih dulu memuliakan wanita dibanding ideologi ideologi itu.
buktinya?
Rasul menikahi janda janda di saat stigma janda itu buruk
istri kesayangan Rasul adalah Aisyah, yang padahal tidak punya anak darinya
anak perempuan Rasul cintai luar biasa di saat anak perempuan dikubur hidup hidup karena dianggap aib
wanita mendapat warisan, pdhl di saat itu wanita ga berhak warisan sedikitpun
wanita diajarkan utk aktif belajar mengajar, ikut perang, ikut bermusyawarah, pdhl zaman jahiliyyah wanita gapunya hak atas itu semua
lalu kenapa ikut ideologi feminis? sedangkan feminis aja banyak menentang hal hal yg berkaitan dgn syariat. wanita didukung jd pekerja seks, istri bikin bekal suami dihujat, istri cium tangan suami dianggap relasi kuasa, zina gapapa asal consent, dll
islam sudah sempurna tanpa perlu tambahan ideologi”
ini kan yg dimaksud cowo pinter itu?🙏