Gw laki, gw gak setuju sama orang-orang yang berpasangan mengharuskan perempuan "harus mau diajak susah".
Jangan mau menormalisasi penderitaan dengan iming-iming surga, agama manapun tidak mengajarkan untuk menerima penderitaan dengan jaminan surga.
Tau gak kenapa kamu sesakit itu? Karena perasaan kamu itu tulus. Gak ada strategi, gak ada perhitungan, kamu cuma sayang dan memberikan semuanya dengan hati yang terbuka. Tapi ternyata semua itu jatuh ke tangan orang yang gak tau cara menghargainya.
Buku pelajaran anak SD.
"Ibu sedang memasak"
"Ayah sedang menonton TV"
"Ibu sedang menyapu"
"Ayah sedang meminum kopi di teras"
PATRIARKINYA SUDAH MENGAKAR SAMPAI DIBAWA KE BUKU AJAR.
ini setuju, sesayang2nya tetep sayangin diri sendiri kak. manusia tempatnya berubah, meskipun keliatannya dia terbaik dan top bgt at the end pasti pergi juga 😭
Dihubungan terakhirku aku tidak pergi, tidak selingkuh, aku cuma dilepas dengan ketidakpastian, tidak dipilih, tidak diusahakan, apalagi diperjuangkan.
Menurut pengalaman gw, move on tanpa orang baru itu emang susah. Tapi kalo berhasil, ada banyak hal positif yang bisa lo dapet.
Lo belajar buat ngadepin kekosongan, dan belajar nemuin cinta dari dalam diri lo sendiri.
Dan ketika lo bisa detach dengan sempurna, lo gak bakal bawa luka lama ke hubungan baru nantinya.
Standar lo buat hubungan selanjutnya juga jadi berubah, karena tangki cinta lo udah penuh sama diri sendiri. Lo masuk ke hubungan selanjutnya bukan karena Needy, tapi Ready. :)
Sebenernya Tuhan udah ngasih kode ke Indonesia berkali-kali, tapi kita masih belum sadar
- JOKOWI masalah ijazah S1
- GIBRAN masalah ijazah SMA
- PRABOWO ga bisa matematika dasar dan benci pakar
Anti pendidikan semua gini