Personal setidaknya ada pemahaman dan kesadaran diri masing-masing, efeknya akan jauh lebih panjang.
Kesadaran dan introspeksi akan jadi hal yang harus terus dipelajari oleh kawan-kawan Bandung. Terbukti beberapa komunitas maupun personal menunjukkan hal itu.
Sehingga beragam culture dan ideologi yang dibawa dan ditularkan dari yang tua, ditelan mentah-mentah sama generasi mudanya.
Kontroling generasi yang tidak pernah ada entah di dunia nyata dan di dunia maya. Kelaupun itu menjadi pilihan dan hak masing-masing
Di Bandung sendiri tidak kekurangan sosok yang yang dituakan, tapi terlalu banyak dan memiliki jalur pemikiran masing-masing.
Alhasil banyak golongan mudanya yang bingung ikut arus yang mana, kebingungan ini selaras dengan cara mereka berproses di komunitas nantinya.
Beberapa pesan hangat kami sampaikan, bukan bermaksud untuk menggurui karena kami juga masih belajar dan berposes untuk sama-sama lebih baik kedepannya.
Terakhir, semoga hubungan baik dapat kembali terjalin. Keinginan untuk menjadikan sepakbola menjadi tontonan yang membahagiakan kembali dirasakan, bukan lagi diisi ketakutan, kebencian, atau permusuhan.
Terima kasih. 👋🙏
Dinamika yang terjadi di Bandung akhir-akhir ini terkhusus pada suporternya adalah salah satu bentuk kegagalan regenerasi suporter.
Beragam payung komunitas besar, hingga mengerucut pada komunitas kecil atau firm. Belum mampu mengoordinasi golongan yang masih muda.
@bacottetangga_ Kebanyakan reply disini di luar konteks, ga faham isi video nya, gw ga liat bapak2 ini menyalahkn pandawara, bapak2 ini hanya menjelaskn hal yg luput di jelaskan bahwa "sampah disana rutin di bersihkan, cuma ga bakal habis karna kiriman nya terus berdatangan"
Gue mantan BEM UI, pernah ke Pegunungan Bintang (distrik Oksibil) selama 5 hari.
Kritik BEM UI ada benarnya, militer g perlu denial kalo kekerasan banyak digunakan di sana.
Pas ngobrol sama orang sana, mereka posisinya terjepit. Deket sama TNI, diincer KKB. Sebaliknya jg gitu