karena "love should be fun"
aku milih cowo yang sama-sama excited nya, jokes nya nyambung, selalu ngehargain hal-hal kecil dan yang paling penting ga manis di awal
Dikirim foto tanpa diminta.
Dikabarin lagi ngapain.
Ditanya balik kabarnya.
Diingetin makan.
Dengerin cerita receh.
Hal-hal kecil.
Hangat.
Kadang dari hal kecil itu kamu sadar:
di tengah sibuknya hari dia,
ada kamu.
Dan rasanya…
damai.
Kapan ya? 😜
Pacaran sama cowo secure setelah mengalami toxic relationship tuh aneh.
Like, apa maksudnya ko tiap ada masalah diselesaikan hari itu juga? Kok dia walaupun marah tetep pake nada rendah dan ga kasar? Kok dia ga marah pas aku kaya bocil kematian? Kok dia bisa handle mood aku yang ga jelas ini?Kok aku diperhatiin terus? kok dia ga marah aku picky eater, Kok dia gak marah aku ngelakuin ini itu?
Setuju banget dengan trend "love should be fun"
Kamu butuh cowok pintar yang bisa dominan, cowok yang bisa kasih penjelasan logis tentang overthinkingmu, tidak lari/kabur saat ada masalah, konsisten mencintaimu, enggak insecure dan terlalu santai, action dan effort nya nyata bukan cuman janji atau ucapan belaka, jadi tempat pulang ketika kamu lelah bukan adu "capek", tidak menghambat pertemanan, pendidikan, pekerjaanmu dan paling penting SETIA !
Dari dulu GA COCOK BANGET sama cowok yg sayangnya biasa2 aja!! HARUS sama yg manly, selalu bilang SAYANGKU CINTAKU AKU KANGEN, word affirmation 24/7, clingy af, GA PELITT, plan a date and give flowers without BEING ASKED, AND he can handle MY DRAMATIC SIDE💗💅🏻😖🫶🏻
aku mandiri, tapi aku gak mau jatuh cinta sama laki-laki yang sama dia aku tetap dibiarkan mandiri. aku bisa kontrol emosiku, tapi aku gak mau jatuh cinta sama laki-laki yang ngebiarin aku sendirian ketika dia tau kalau aku lagi gak baik-baik aja. aku bisa kemana-mana sendirian, tapi aku gak mau jatuh cinta sama laki-laki yang tetep ngebiarin aku pergi sendirian. aku bisa beli bunga sendiri, tapi aku gak mau jatuh cinta sama laki-laki yang gak punya inisiatif untuk kasih aku bunga. aku bisa mengasihi layaknya ibu, tapi aku gak mau jatuh cinta sama laki-laki yang jadiin aku sebagai pengganti ibunya. apa itu semua sulit buat dimengerti??
Jangan menormalisasikan nerima pasangan apa adanya, tapi normalisasikan nerima pasangan yang ada gunanya. Ingat cinta itu bukan menoleransi malas, tapi cinta itu tumbuh bareng orang yang berguna.