he is always being this wholesome in every stream (even maybe just 15% from the whole stream)
shout out to adults universa. you guys rock! you did great! life is hard but you are strong!
terima kasih sudah VERSA, terima kasih sudah UniVERSA 🦋
i don’t know. maybe it’s because i’ve years adoring mark, but i’ve always thought that if you’re going to engage with someone’s work, you should at least try to understand where they’re coming from before deciding what it means.
you don’t have to agree with mark. you don’t have to share his faith. you don’t have to find comfort in the same things he does.
but i think it’s strange when people demand authenticity from artists and then become upset when that authenticity includes parts of them they don’t personally relate to.
mark isn’t suddenly talking about faith. he hasn’t hidden it. it’s been woven into the way he speaks, writes, and creates for years. if it’s appearing in his art, that’s because it’s part of him.
and honestly, i think there’s room for people to say “this isn’t for me” without turning it into an attack on his character, intelligence, or beliefs.
not everything that makes us uncomfortable is harmful. sometimes it’s just something that wasn’t made with us in mind.
and that’s okay. people are allowed to create from the places that shaped them. people are allowed to find meaning in things we don’t understand. i think that’s part of what makes art beautiful in the first place.
please be respectful to those who share and admire his faith, and also those who are traumatised by said faith. this isn't to invalidate anybody but just to share a more positive and sincere perspective.
🪄📚: kalian kan nih dari yg awalnya emang ga punya grup kan
🗡⌛️: sakit dikit sih dengernya
🪄📚: kalian belum ngerasain di kick dari grup sendiri kan, terus grupnya di bubarin
REXXX WOIII PLEASEEE BEHAVEE😭😭😭😭
Awal mula adanya collab Unitless.
🗡 : Gua menyetus siapa aja yang unitless ini kita ajak
🗣️ : Ajak sapa lagi ya krow, oh ya? Kan ada yang baru!
🗡🌺🪄 : *ketawa bengek*
#floraibu#rexclip#KrowKlip#RieAct
Awal mula adanya collab Unitless.
🗡 : Gua menyetus siapa aja yang unitless ini kita ajak
🗣️ : Ajak sapa lagi ya krow, oh ya? Kan ada yang baru!
🗡🌺🪄 : *ketawa bengek*
#floraibu#rexclip#KrowKlip#RieAct
I only recently discovered you, so I missed the chance to send a physical gift. But I wanted to show my support, so I made this fanart for you instead! Wishing you nothing but happiness and good health always. Happy unboxing all ur gift, Ata🥳
#AgaART#ookantvas
I only recently discovered you, so I missed the chance to send a physical gift. But I wanted to show my support, so I made this fanart for you instead! Wishing you nothing but happiness and good health always. Happy unboxing all ur gift, Ata🥳
#AgaART#ookantvas
You know, it's just a little insane to me how brave Dreamies are so far in showing their support for Mark. Considering how SM is and the fans are recently. I don't care what others say. I'll always believe they support each other, whether they show it publicly or in private.
Doujin vs Tier List: Kenapa Kamu Harus Punya Common Sense dan Consent
Gara-gara drama tier list tak senonoh kemarin, diskusinya malah melebar ke mana-mana. Banyak yang mulai bawa-bawa doujin dan fan art dewasa sebagai tameng pembelaan, seolah-olah aktivitas komunitas itu setara dengan apa yang Dera lakukan.
"Lho, di internet banyak konten NSFW VTuber, kenapa giliran Dera bikin tier list kayak gini kalian marah?" Kedengarannya seperti pertanyaan yang make sense, tapi justru itu menunjukkan kalau kalian sama sekali gak ada niat untuk mempelajari skena ini.
Sebagai VTuber sekaligus sutradara, aku tahu persis kalau kreativitas tanpa framework bisa jadi pisau bermata dua. Untungnya di skena ini, framework itu sudah jadi aturan umum yang dipahami bersama.
Fan art, fanfic, meme, video tribute, sampai doujin NSFW, semuanya memang masuk dalam payung fan content. Tapi menyamaratakan semuanya adalah usaha manipulasi fakta yang malas karena masing-masing punya aturan main yang berbeda.
Faktanya sederhana: enggak semua VTuber mengizinkan konten NSFW tentang dirinya. Kalaupun ada yang mengizinkan, tetap ada sistem yang harus dipatuhi.
VTuber yang punya fanbase aktif biasanya menetapkan fan content guidelines berupa sistem hashtag berlapis. Ada hashtag umum yang aman semua umur, ada hashtag terpisah khusus untuk konten dewasa yang mereka izinkan, dengan aturan jelas bahwa konten dewasa enggak boleh muncul di bawah hashtag utama.
Analoginya kayak bioskop dengan pintu masuk berbeda untuk film keluarga dan film dewasa, studionya dibedakan. Sistem itu dirancang supaya orang enggak bisa nyasar masuk ke studio yang salah.
Yang dilakukan Dera kemarin adalah menjebol pintu itu dan menyajikan semuanya di lapangan terbuka tanpa filter untuk tontonan siapa saja. Parahnya, itu dilakukan di YouTube publik, sampai akhirnya YouTube memberikan strike dan takedown pada videonya.
Yup, bukan Dera yang menghapus videonya sendiri. Di sana jelas tertulis pemberitahuan kalau video tersebut telah dihapus karena melanggar kebijakan YouTube tentang ketelanjangan atau konten seksual. Platform yang biasanya paling lamban soal moderasi pun sepakat konten itu tidak layak ada.
Kalau seorang VTuber enggak pernah menetapkan hashtag NSFW atau secara eksplisit melarangnya, lalu ada orang yang nekat bikin konten seksual tentang mereka di live stream publik, dampaknya serius.
Penonton umum yang enggak siap ikut terpapar. Orang yang baru pertama kali dengar nama VTuber itu akan kebentuk persepsinya dari sana, bukan dari konten aslinya. Penonton Dera yang menganggap ini wajar akan membawa perspektif itu ke komunitas lain. Dan siklus normalisasi itu berputar pelan-pelan, jauh setelah videonya sudah kena takedown sekalipun.
Itu pembunuhan karakter yang konsekuensinya dirasakan oleh manusia nyata di balik avatar, bukan oleh gambar 2D-nya.
Lalu kenapa doujin bisa beredar sedangkan konten si kreator kemarin diserang?
Doujin yang dibuat dalam framework yang sudah diizinkan talent, menggunakan hashtag khusus, dan beredar di platform dengan sistem batasan umur, ada kerangka consent di sana. Memang tidak sempurna, tapi ada.
Jelas berbeda secara fundamental dengan tindakan mengumpulkan identitas VTuber secara sepihak, memasukkannya ke kategori seksual tanpa izin, lalu menjadikannya bahan tontonan publik demi ragebait murahan yang berujung kena takedown.
Yang satu menghormati batasan kreator. Yang satu sengaja melanggarnya sambil pura-pura itu kritik sosial.
Pada akhirnya, isu ini adalah soal memahami batas.
Komunitas kreatif bisa berjalan justru karena ada pemisahan yang jelas antara ruang publik dan ruang terbatas, antara ekspresi dan eksploitasi, serta antara imajinasi dan tindakan terhadap orang yang nyata.
Consent adalah fondasi yang membuat sebuah komunitas tetap aman bagi kreator, penonton, maupun talent yang menjadi bagian di dalamnya.