SHARLY TJOANDA, sebagai Gubernur Maluku Utara, seharusnya tidak melupakan nasib Suku Togutil yang kini terancam punah di tanah kelahiran mereka sendiri.
Kalian pasti pernah melihat video viral itu kan wak,ada tiga orang dari suku Togutil mendatangi pekerja tambang di hutan Halmahera, meminta makan. Bukan karena mereka pemalas wak, tapi karena hutan tempat mereka berburu, meramu, dan hidup secara turun-temurun kini semakin habis digerus oleh ekspansi tambang nikel wak. Sedih kali lihat mereka wak😭
Bayangkan wak Hutan yang selama ini menjadi rumah, apotek, dan gudang makanan mereka pelan² hilang wak. Tanah kelahiran, ruang hidup, dan identitas budaya mereka terancam hilang seluruhnya. Orang itu bukan pengganggu mereka korban dari pembangunan yang tidak memihak pada masyarakat adat wak.
Tapi, rwspon, Sherly Tjoanda awak lihat belum cukup hadir dan bersuara tegas membela kaum tertindas ini. Padahal suku pedalaman ini adalah bagian integral dari Halmahera yang harus dilindungi, bukan dikorbankan demi tambang.
Mungkin gubernur dari hasil tambang tidak perna peka terhadap dampak yang di timbulkan. Teruslah serakah sampai tanah menutup mulut kalian suatu hari nanti
🚨Kalian harus tahu ini ⚠️⚠️⚠️
DAFTAR PERUSAHAAN SHARLY TJOANDA PENGHANCUR PULAU DI MALUKU UTARA
1. PT Karya Wijaya : menghancurkan Pulau Gebe
2. PT Bela Sarana Permai : menghancurkan Pulau Obi, Desa Wooi
3. PT Amazing Tabara : menghancurkan Pulau Obi, Desa Sambiki
4. PT Indonesia Mas Mulia : menghancurkan Pulau Bacan
5. PT Bela Kencana : menghancurkan Pulau Obi, Desa Soligi
Dan masih banyak lagi perusahan cangkangnya yang merusak
Sumber: JATAM
Total kekayaan Sharly Tjoanda hampir 1 Triliun Rupiah, menjadikannya gubernur terkaya se-Indonesia.
Sepertinya Sharly Tjoanda tidak butuh gaji sebagai Gubernur Maluku Utara. Yang dibutuhkannya adalah posisi strategis untuk mengatur regulasi agar bisnis tambang keluarganya semakin lancar.