Tanpa BPJS aku tiap bulan harus periksa dan tembus obat seharga 1,386,000 tiap bulannya😭🥺
Dengan bpjs ini aku sangat sangat terbantu karena tiap bulan rutin bayar seharga 150.000 (kelas 1) bisa mengcover untuk konsul dr dan harga obat yg semahal itu tiap bulannya😭
Emanh HIV tuh gampang banget kah nularnya??
Soalnya kemarin gue sempet baca ada orang takut buat ‘scalling gigi’ karena ada kejadian orang ketularan HIV dari scalling tersebut🙄🙄
“gak perlu open status kalo HIV”
“cuma scalling, HIV tidak semudah itu menular lewat air liur..”
serius ngomong gitu? proses scalling juga kadang bisa berdarah gasi, lupa apa kalau darah itu infeksius..
guys, cuma mau ngingetin kalo allah itu lebih besar dari segala kekhawatiran yang lagi numpuk di kepala kita
whatever’s been sitting heavy on your mind is still smaller than that.
WHO masih rekomendasi regimen 4 bulan untuk TB aktif sensitif obat, bukan 1 bulan.
Regimen 1 bulan yang ada justru 1HP (isoniazid + rifapentine), dan itu TPT, bukan terapi TB aktif.
Kalau Kemenkes benar punya terapi TB aktif 1 bulan, publish datanya. Nyocot doang kek pantat ayam
Mari kita bahas dugaan pungli di Samsat Manyar Surabaya buat kalian yang mau perpanjang plat nomor 5 tahunan.
Kalau plat kendaraan kalian rusak atau bahkan tinggal secuil bagian besinya, mungkin sebaiknya dilengkapin dulu. 😭
Kronologinya begini.
Gue datang ke Samsat Manyar buat mutasi keluar sekaligus perpanjang plat. Kebetulan plat belakang gue hilang waktu berangkat kerja di Gresik. Semua surat-surat lengkap.
Pas antre cek fisik, awalnya aman-aman aja. Petugasnya juga melakukan gosok nomor rangka/mesin seperti biasa.
Setelah selesai, orang yang ngecek malah bilang,
“Seikhlase ae, Mas.”
Karena menurut gue itu termasuk pungutan, ya gue nggak kasih.
Pas gue mau pergi, tiba-tiba gue diteriaki, dicegat, terus plat kendaraan gue difoto.
“Plat belakang mana?”
Padahal dari awal dia sudah lihat kalau plat belakang gue memang nggak ada. Gue udah feeling bakal dipersulit gara-gara nggak ngasih uang tadi.
Gue jawab, “Hilang, Pak. Jatuh di jalan waktu berangkat kerja. Udah saya cari lagi tapi nggak ketemu.”
Dari situ gue makin ngerasa bakal ada masalah.
Gue juga sempat tanya ke petugas cek fisik, “Sebelum saya tadi ada orang yang platnya cuma separuh, nggak kelihatan L XXX. Itu bisa lolos, gimana, Pak?”
Dia cuma diem sambil foto kendaraan gue.
Setelah itu gue menuju loket. Sebelum masuk loket, kita diarahkan antre dulu ke dua security buat dicek kelengkapan surat.
Gue tanya ke security soal pungutan tadi.
Jawabannya,
“Emang seikhlasnya aja, Mas.”
Gue tanya lagi, “Kalau nggak dikasih gapapa kan, Pak?”
Dijawab, “Ya lihat aja nanti, Mas, diverifikasi.”
Akhirnya gue tunggu sampai nomor antrean gue dipanggil.
Di loket, surat gue dikasih catatan “plat belakang hilang”. Gue jelasin lagi kondisinya sekaligus nanya soal pungutan tadi.
Petugas loket cuma diem, lalu tanya ke temannya. Temannya malah nyuruh tanya ke loket verifikasi sebelumnya.
Intinya nggak ada yang mau jawab soal pungutan tadi. 😭
Mereka kemudian nyuruh gue ke tukang plat buat pasang plat belakang.
Gue jawab,
“Lah, mending saya ke tukang plat, pasang dua-duanya sekalian, nggak usah bayar pajak ginian.”
Mereka diem.
Gue mikir, buat apa gue harus ke tukang plat dulu, pasang plat lama, balik lagi ke Samsat buat dapet plat baru, terus pasang lagi? Ribet banget.
Gue tanya lagi,
“Memang ada aturannya, Pak? Kalau plat hilang, sudah dicari tapi nggak ketemu, harus bikin baru di tukang plat dulu supaya bisa perpanjang?”
Niat gue sebenarnya cuma mau tahu aturannya, bahkan kalau ada aturan tertulisnya gue mau foto supaya orang lain juga bisa ngerti sebelum datang ke Samsat.
Tapi mereka tetap kekeh nyuruh gue ke bagian verifikasi.
Karena udah kesel, akhirnya gue cabut semua berkas dari map, terus pergi sambil nguntel-nguntel formulir di dalam Samsat. 😭
Akhirnya gue pulang.