@saiful_mujani Buat badan baru, yg operasionalnya pasti diambil dari keuntungan ekspor, generasi awal mungkin masih ada jiwa patriot, lama-lama jd pemain jg.
Lagian gimana cara handle ekspor se indo oleh satu badan?
Pasti semakin tidak efektif
@indepenSumatera Tp yg dijelaskan pak menteri benar, konsumsi Rumah Tangga memang berkontribusi paling besar dlm pertumbuhan ekonomi, yg perlu lebih didalami lagi apakah gov spending menjadi motor utk konsumsi RT?
8. Khianat
Memecahkan amanat yg dipikulkan org padanya, baik harta benda atau kehormatan diri atau rahasia pribadi. Termasuk khianat memutar balikkan maksud perkataan org sehingga menimbulkan salah paham. Budi yg jahat ini amat dibenci semua orang.
7. Khadar
Memungkiri janji atas keamanan diri dan ampunan yg telah diberikan kpd seorang pemberontak yg telah menyerah. Perangai ini sangatlah keji, meskipun yg memberikan janji menimbabg bahwa itu adalah muslihat. Sangat keji bila dilakukan oleh penguasa. Biasa disebut curang.
6. Qasawah
Berhimpun padanya benci dan dendam, disertai kenekatan, sehingga tidak tergetar hatinya melihat orang lain susah. Dalam bahasa kita disebut kasar budi atau kasar hati. Hanya satu waktu saja perangai ini diijinkan yaitu bagi serdadu di medan perang.
5. Kharq
Suka bercakap di sekeliling kepentingan diri sendiri, dan kalau bercakap, hanya dia saja yg mesti didengarkan. Gerak geriknya tidak brpedoman, tertawa berlebihan pdahal bukan sesuatu yg lucu. Jika ada prtanyaan dia terlebih dulu memberikan jawaban, salah benar bukan soal
4. Safah
Pantang tersinggung, mudah marah, memaki, mudah mengambil keputusan membusukkan orang, dan lekas terkejut serta menyumpah serapah kalau bertemu dengan hal mencemaskan. Perangai ini tercela pada setiap orang, dan lebih amat tercela pada raja-raja dan pemimpin.
3. Tabazzul
Tidak punya harga diri, berteman dengan orang-orang yang rendah moral, suka duduk di majelis yang rendah mutunya. Bersenda gurau melebihi batas, bercakap yang tidak berketentuan, terutama urusan cabul atau soal seks. Perangai ini sangat merendahkan gengsi seseorang.
2. Syarah
Karena tamaknya oada harta benda, tidak dipedulikannya alagi apakah yang didapatnya melalui jalan halal atau haram. Untuk itu ia tidak segan lagi berlaku curang, tidak kenal malu, dan sanggup menjual harga diri asal dapat uang. Dalam bahasa kita disebut Loba-Tamak