Fans Jepang berlari ke Shibuya Crossing di Tokyo selama 40 detik untuk merayakan berhasil menahan imbang Belanda 2-2, dimana mereka berlari ke persimpangan hanya selama 40 detik saat lampu hijau, dan saat merah semuanya kembali, tidak melanggar aturan. 😹
"Yang bikin kaget, ternyata semakin banyak pria masuk usia 30-an sampai 40-an masih lajang… dan anehnya, mereka baik-baik saja."
Guys, ada fenomena yang pelan-pelan terjadi di banyak tempat. Makin banyak pria yang sudah masuk kepala 3 bahkan kepala 4, tapi masih belum menikah. Pertanyaannya, sebenarnya ada apa?
Apakah mereka takut komitmen?
Belum tentu.
Apakah terlalu pemilih?
Bisa jadi, tapi bukan itu saja.
Banyak dari mereka justru sudah menemukan sesuatu yang dulu dianggap mustahil: mereka bahagia dengan hidupnya sendiri.
Punya rutinitas yang disukai, kerjaan yang stabil, bisa olahraga, main game tanpa perlu minta izin siapa-siapa, tidur nyenyak, weekend santai, dan yang paling penting… hidup tanpa drama episode 257.
Bukan berarti mereka anti cinta.
Bukan berarti mereka tidak ingin punya pasangan.
Mereka cuma sadar, menikah bukan sekadar untuk menghilangkan status "single". Kalau harus memilih antara hidup tenang sendirian atau masuk ke hubungan yang penuh konflik, banyak pria sekarang memilih kedamaian.
Dan jujur aja, semakin bertambah umur, definisi "bahagia" juga berubah.
Dulu bahagia itu punya pacar.
Sekarang bahagia itu bisa tidur 8 jam tanpa ada pesan jam 1 pagi yang isinya:
"Kamu berubah ya?" 😂
Banyak pria juga sudah lelah dengan ekspektasi bahwa mereka harus menikah hanya karena umur. Padahal menikah bukan lomba lari yang siapa cepat dia menang. Tidak ada medali emas untuk "orang pertama yang upload foto prewedding".
Karena pada akhirnya, lebih baik telat dengan orang yang tepat, daripada cepat dengan orang yang salah.
Dan ada satu hal yang sering disalahpahami.
Bahagia sendirian bukan berarti kesepian.
Kesepian itu ketika kamu bersama seseorang, tapi tidak merasa dimengerti.
Sedangkan menikmati kesendirian adalah ketika kamu sudah berdamai dengan diri sendiri.
Kalau nanti bertemu orang yang bisa membuat hidup lebih baik, ya syukur.
Kalau belum, hidup tetap berjalan dengan damai.
Karena pasangan yang baik seharusnya menambah kebahagiaan, bukan menjadi satu-satunya sumber kebahagiaan.
Dan mungkin pertanyaan yang lebih menarik bukan lagi:
"Kenapa banyak pria usia 30-40 masih single?"
Tapi justru:
Apakah mereka benar-benar kesepian, atau mereka hanya tidak lagi takut hidup sendirian?
✌️
tuhan melindungi setiap langkah mereka yang turun ke jalan hari ini. terima kasih sudah memperjuangkan kepentingan semua orang. doa baik selalu. ✊🇮🇩 tinju ke atas.
Kita terlalu fokus ngeluh Rupiah jebol ke 1 USD = 18.000 sampai lupa bahwa kurs bukan satu-satunya yang berpengaruh ke daya beli.
Dompetmu lagi dirampok rame-rame dari segala sisi. Pelakunya bukan cuma satu.
Ada beberapa “tersangka” lain yang ikut main, dan tiap tersangka butuh perlawanan beda.
Kenalan dulu sama mereka.
A thread 🧵 by Narasi Visual
Kenapa dokter di indonesia ini srlalu terlambat,
di jadwal dokternya jam 12,ini sdh jam 1 siang.
Dokternya belum datang.
Sedikit pun tidak menghargai waktu.
Padahal mereka dokter,
profesi yg di hargai dan di hormati.
Apa krn mereka terlalu di hormati dan di hargai ya? Sehingga meremehkan dan
tidak menghargai waktu pasien2 nya????
cc:threadkanosembiring
Seneng juga musim haji ini banyak pasien-pasien post stroke yang bisa berangkat dan selalu ngasi live report keadaan. Semoga selalu dilindungi sampai pulang ke indo
Instruktur selam asal Miyakojima, Jepang, Kuni-san, membagikan momen saat ia menurunkan kamera 360 derajat ke dalam lubang sempit di dasar laut.
Kamera tersebut perlahan masuk ke celah bawah laut yang gelap dan dalam, lalu merekam pemandangan misterius dengan sorotan cahaya yang menembus dari atas. Hasil rekamannya langsung menarik perhatian karena disebut mirip “gerbang ke dunia lain”.
Video eksplorasi bawah laut itu pun viral di media sosial. Banyak netizen dibuat takjub dengan suasana di dalam lubang laut yang terlihat begitu indah, misterius, sekaligus menegangkan.
Source: UvgtdERt4PWmcjF
Kreator: sabrina
Jensen Huang adalah salah satu CEO paling “fenomenal” saat ini.
Dia memulai karier dari bawah, bekerja sebagai pencuci piring di Denny’s.
Sekarang?
Sudah 33 tahun memimpin NVIDIA sebagai CEO. Benar-benar datang dari nol.
Saat Trump membawa para CEO besar lain ke China, Xi Jinping menolak bertemu mereka semua, termasuk Elon Musk.
Tapi Jensen Huang? Dia bahkan tidak ikut pulang bersama rombongan Trump. Dan penolakan itu seolah tidak berpengaruh apa-apa baginya.
Dia tetap menikmati waktunya di sana, membangun hubungan dengan orang-orang secara alami. Rasanya tinggal menunggu waktu sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan.
Hal yang sama juga dia lakukan di Korea.
Dia bisa saja memilih restoran paling mahal untuk bertemu CEO Samsung dan Hyundai. Tapi yang dipilih justru tempat ayam goreng sederhana khas Korea.
Dengan pengalaman masa lalunya di Denny’s, “mantan waiter profesional” ini bahkan ikut menyajikan ayam ke orang-orang di jalan.
Bukan pencitraan. Memang terlihat natural.
Dia membangun hubungan positif dengan masyarakat Korea dengan cara yang sangat manusiawi.
Kemampuan persuasi seperti ini jarang ditemukan pada CEO lain yang sejak lahir sudah hidup dengan silver spoon.