Selalu begitu….
Blackrocklah yang meminta tangan guritanya yang banyak itu untuk membuat harga Etherum jatuh agar blackrock bisa beli lebih banyak sehingga kelak blackrock dapat mengontrol harganya, sama dengan bitcoin, sekalipun hashrate turun harganya tak akan turun dalam karena kepemilikan asset management mampu menahan kejatuhan harga Bitcoin akibat holdingnya capai 1.4 juta koin.
Ethereum sama. Jadi kalau mau kaya, hold ethereum.
Blackrock tak akan beli jika tidak berfundamental.
Saya tandain disini Ethereum 2,482.
Kita balik lagi 2 tahun lagi.
GM….
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Kita sudah hafal trik pemerintah AS, catet ilmunya hoteliercrypto, jika ADP jatuh, cenderung pasti NFP naik, walau itu ngga masuk akal. Why? Karena ADP adalah survey swasta, sedangkan NFP adalah survey pemerintah, Muka pemerintah harus selalu baik, walau dibelakang layar bucuknya luar biasa.
Seluruh Prediksi Asset Management kemaren salah, hanya hoteliercrypto yang kebetulan benar memprediksi NFP naik, tetapi secara duit, semua asset management itu benar, karena jika dibedah NFP yang naik namun DXY yg turun adalah sesuatu yang kontra. NFP adalah hodler dollar, dan hodler dollar yang paling bagus adalah ADP yaitu karyawan swasta bukan PNS, karena PNS adalah alat untuk mengalirkan stimulus.
Pada postingan kemaren kita tulis Bitcoin akan naik lagi namun akan menghasilkan Wick, inilah maksud wickynya.
RSI 67. Hari ini juga akan wicky.
Apakah kita collateral damage-nya negara?
Collateral damage tuh, kalau kita gadai barang, terus ga bisa bayar, nah ada yg disita, ada yg di jarah, ada jamninan yg harus bayar hutangnya, nah kl negara utang, jaminannya itu kita, kita lah collateral damage kalau negara bangkrut.
Nanti malam ada S&P 500 Manufacturing PMI AS, ini adalah data survey belanja pabrik-pabrik di AS yang sahamnya terdaftar di Standard and Poor 500 perusahaan. Jika angkanya naik dan diatas 50% maka DXY naik, jika angkanya turun dan dibawah 50% maka DXY turun.
Forecastnya turun, sebagai penyeimbang harus lihat competitornya AS yaitu PMI Tiongkok.
Kita kan selalu mikir data itu manipulasi, cara saya mengamati data itu manipulasi atau engga adalah dengan mengamati efeknya terhadap mata uangnya. Karena duit itu jujur
Pada trakteer saya prediksi Existing home sales turun dan DXY turun.
Berkali-kali saya bilang, saya tidak tahu perang dan saya akan terus remehkan perang, karena saya terus melekat pada data. Datanya berkata duitnya ngga ada, dan efek duit ngga ada adalah perang. Preman kan begitu. Perang adalah profitable business. Yang saya analisa dari perang adalah harga minyak.
Jika DXY naik maka Bitcoin turun. Sampai kapan? Sampai DXY rusak dan ada alternatif store of value lain.
Saat Perang isreal Iran, saya mencurigai minyak akan naik, tetapi baru pertama kali saya lihat minyak naik namun DXY tidak naik. Jika efek ini berlanjut maka sifat safe heaven asset dollar dipertanyakan.
Saya tentu sangat meragu soal perang, karena faktanya AS tidak punya uang, sehingga saya meremehkan bahwa AS akan serang Iran, lalu saya salah, AS memaksakan Serangan ke Iran, kemudian dilaporkan bahwa serangan itu tidak menghancurkan fasilitas nuklir Iran seutuhnya. Gimana tuh perhitungannya, masa AS salah perhitungan? Giant Opera Soap apalagi ini?
Sekarang ada potensi Selat Hormuz ditutup dan minyak sudah ke 76. Tetapi DXY tak mampu menembus 100.
Apakah salah saya meremehkan efek ini ke Bitcoin?
Masuk akal ngga saya?
The Hidden Logic Behind the Iran-Israel War: Not Just About Iran—It's About Saving the Dollar
This war isn’t just about Israel trying to bomb Iran. It’s about something far bigger: protecting the U.S. financial system from collapse.
Let’s be clear. Israel doesn’t act alone. It’s been conferring with Wall Street and taking quiet instructions from the Federal Reserve. But this time, Israel miscalculated.
Tel Aviv didn’t expect the scale, speed, or precision of Iran’s retaliation. Neither did Washington. The shock was real. What followed made one thing painfully obvious: Israel can’t handle a long, high-intensity war—not logistically, not militarily, not politically.
Because this was never just Israel’s war.
Israel acts as a militarized outpost for the U.S.-led financial empire. Its role is strategic, but the real beneficiary of this war isn’t just Israel. It’s Wall Street.
The U.S. national debt is over $37 trillion. Interest payments are now the biggest item in the federal budget. Investors are nervous. Who wants to keep buying U.S. Treasuries when the math no longer works?
To keep capital flowing into U.S. bonds, you need to create fear. The world must believe:
- The U.S. is the only safe haven,
- Every other region is one trigger away from chaos,
- And the U.S. military can plunge any competitor into ruin at will.
In the past, often at the moment when the Fed increased the interest rate, a major war breaks out. Purpose of both is to cause capital flight into USD assets.
- In March 2022, the Fed raised rates.
- Days earlier on February 24, Russia moved into Ukraine.
- Panic ensued. Over €400 billion fled into U.S. assets.
- German industry was crushed by energy inflation. Many factories left—some to the U.S., but others to China to the indignation of the US government. That's why Obama accused China of being a "free rider"
🧵
Inti dari analisa saya adalah :
Mengetahui apakah Bitcoin masih akan naik dan mencari indikator awal kapan harus keluar market.
Dalam perjalanan itu, saya akan terus mencoba memprediksi timing Bitcoin naik dan turun. Walaupun sering salah, karena analisa saya adalah untuk membuat diri saya lebih pintar, bukan untuk mencari engagement atau impressed anybody. Tombol unfollow bisa dipencet kapan saja, bila perlu bantuan, saya bantuin, feel free.
Alasannya, saya yakin untuk Bitcoin menjadi kelas aset alternatif emas, Bitcoin harus ditempa berkali-kali ujian bear market.
Bayangkan, liquidity yang sekarang hanyalah dari AS belum dari Tiongkok.
Sekalipun perang melebar, saya belum akan berubah jadi bearish kecuali suku bunga naik dan RRP kembali ke level yang saya sering sebutkan.
I ignore the noise. Saya mengabaikan kerumunan.
Kerumunan itu duitnya dikit.
One time event seperti perang atau kopid, adalah sesuatu yang tidak bearish. Alasannya one time event mencairkan dana darurat, dari martial law, dari kas perusahaan yang berhenti beroperasi seperti Maersk karena Haifa Tamat, dari Kas yang tidak pernah dipakai. Kelak kalau kas itu sudah kosong, pemerintah akan menggelontorkan segala strategi untuk mengisi kas itu.
Saya tidak bearish, saya tidak percaya bitcoin akan jatuh dalam, saya tidak jual, kan saya sangkut.
Perang itu tidak akan cukup 2 hari. Dan memang dimaksudkan lama, agar ekonomi AS semakin rontok.
Sekilas sejarahnya:
Pada krisis 2008 Pemerintah Tiongkok menggelontorkan lebih dari 500 milyar dollar agar ekonominya selamat dari ancaman krisis keuangan 2008 karena scandal bubble house (Mortgage) Lehman Brothers dan itu artinya mem-bail out dunia, karena Tiongkok adalah mesin ekonomi dunia. Apa yang AS lakukan? Menerapkan ZIRP, zero interest rate policy. Pada wawancara 60 menit di CNN Powell ditanya, Bukankah artinya anda menggelontorkan dollar murah ke pasar? Powell menjawab. Iya benar.
Waktu berjalan, saya berpikir kenapa AS capek-capek ngasih bunga nol persen pada peminjamnya? Ketemu jawabannya adalah untuk menyedot liquidity Yuan setelah stimulus 500 milyar dollar itu dicairkan dan agar cadev negara-negara tidak berpindah ke Yuan.
Setahun kemudian Bitcoin diciptakan di 2009, beberapa sumber mengatakan yang membuat adalah CIA. Tentu saya tidak percaya karena saya masih sangkut.
Ingat, serangan itu pasti terjadi, apalagi dengan pergerakan persenjataan.
Urut-urutannya udah bener.
Perang meluas -->DXY bullrun-->Minyak Bullrun-->Yield bullrun--> Emas Bullrun -->selanjutnya inflasi bullrun juga--> Bitcoin juga bullrun
https://t.co/0jlpUuBeY6
Soal gocekan Iran, saya tak ambil pusing. Saya menemani Bitcoin karena fundamentalnya sebagai inflation hedge. Emas juga sama.
Saat Perang yang naik adalah Emas bukan Bitcoin. Bitcoin hanya akan naik jika perang tersebut mengancam sistem keuangan.
Mending saya bahas data, karena yang kayak gini (Perang) ga bisa dipikir. Kalau perang, kebenaranlah yang mati dulu. Jadi jangan cari kebenaran dalam perang.
Apa beda CPI dan PPI? Kalau CPI itu inflasi ke konsumen. Saya beli Indomie lalu harga Indomie naik, itu adalah CPI.
Kalau PPI itu inflasi ke Pabrik. Pabriknya menaikan harga.
Saat terjadi pandemi Fed mencetak dollar baru sebesar 20% dari seluruh peredaran uang yang ada sehingga inflasi capai 9.1%. Lalu untuk meredakan inflasi Fed menaikan suku bunga dari 0% ke 5.5% dengan tujuan agar inflasi kembali ke 2%.
Pertanyaan saya sederhana, kenapa sebelum pemilihan umum Pres. Trump Fed memotong suku bunga Jumbo hingga sisa 4.5%?
Why? Padahal inflasi belum ke 2% dan bahkan masih di 3%+.
Sekarang setelah CPI 2.3% kenapa belum potong lagi? Itulah penyebab kemarahan Trump pada Powell karena jutaan pekerjaan sudah menghilang akibat mengeringnya liquidity namun Powell belum mau potong. Fed is independent they say
Nanti malam ada Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat. Secara ekonomi inflasi bukanlah naiknya harga barang, Inflasi adalah bertambahnya jumlah edar uang sedangkan kenaikan harga barang adalah akibat dari inflasi.
Mandat Fed adalah menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya dengan cara menggambarkan ke pasar investor bahwa liquidity di negaranya bagus, rakyatnya punya uang sehingga investor mau invest lalu terciptalah lapangan pekerjaan. Mandat yang kedua adalah menjaga kestabilan dengan cara mengendalikan inflasi akibat lubernya liquidity tadi.
Maka itu jika CPI naik DXY naik. Itu gambaran aturan umumnya.
🎁For many altcoins PA I would start pay attention at crucial dates:
- Sunday 09 May 2021
- Wednesday 01 December 2021
- Monday 01 November 2021
- Saturday 04 December 2021
- Monday 09 December 2024
- Tuesday 16 November 2021
- Tuesday 07 January 2025
That's where you can take profit in a very accurate manner looking for bearish reversals.
Not every coin will achieve those dates but I give a high probability for many of them.
Start studying those dates, in my opinion.
😤 Belum move on dari drama Elon & Trump? Minggu depan bisa lebih rollercoaster lagi...
Data CPI US, GDP Jepang, dan Reverse Repo siap bawa volatilitas tinggi ke market BTC.
@hoteliercrypto kasih clue: “Kalau masih ada, waktunya average down.”
https://t.co/jDZxFxGzPf
GM…
Kepercayaan diri fundamental itu tepat, pada akhirnya duitlah yang berbicara. Duit itu jujur jika benar menggunakannya sebagai indikator. Drama Trump dan Elon hanyalah alat untuk menutupi kas Kemenkeu yg hanya mampu bertahan kurang dari 60 hari.
NFP yang naik ditengah sebagian besar data ekonomi turun menggambarkan bahwa pemerintah diam-diam melakukan QE siluman (Stealth). Gimana cara Jolts, ADP, PMI, Retail sales, Durable, perumahan TURUN, tapi NFP naik?
RSI 45. Minggu depan minggu seru. 💪🏿💪🏿💪🏿
Nanti malam ada Non Farming Payroll (NFP) ini adalah jumlah total pegawai yang direkrut baik PNS, Pegawai swasta juga pegawai harian (Parti time jobs). Sihirnya disini, kalau pegawai harian berhenti, angkanya tidak serta merta masuk ke claim data. Tapi kalau pegawai harian direkrut, angkanya termasuk ke NFP. Itu sebabnya selalu ada yang ga masuk akal.
Kita dapati Belanja Pabrik turun (PMI), Belanja Masyarakat turun (Retail Sales), Belanja Masyarakat barang tahan lama macem kulkas, furnitur dan mobil juga turun (Durable Good Order), sedangkan jumlah lowongan (Jolts) naik tetapi tidak signifikan, ditambah Perekrutan Jumlah Karyawan Swasta juga turun (ADP) diperparah dengan pertumbuhan pengangguran tadi malam (Claim data) lengkaplah sudah bahwa ekonomi AS tidak membaik.
Jadi sangat aneh jika nanti NFP naik. Jika NFP naik maka DXY naik, tetapi NFP yang dibawah 100K memastikan AS dekat dengan resesi.
Pada Trakteer saya katakan prediksi saya NFP naik hanya karena inverse data ADP bukan karena pakai Logika. Kenaikan NFP nanti malam harus didalami komponen part time jobs.
Negara maju adalah negara yang rakyatnya dominan pegawai swasta bukan PNS, karena PNS bukanlah pekerja produktif yang menghasilkan barang, sehingga pemekaran wilayah adalah bagian dari stimulus. Pemerintah menggaji PNS dari uang yang bukan dari hasil rakyat bekerja, karena ekonomi sedang busuk, darimana pemerintah dapat uang kalau pajaknya terus defisit dan belanjanya tak pernah turun karena alasan kalau pemerintah ga belanja rakyat ga makan?
Itulah dasar dari pertengkaran Elon dan Trump. Trump maunya belanja agar rakyat makan, sedangkan Elon tahu asal uang untuk belanja adalah dari utang yang artinya inflasi yang tertunda.
Dah ah kepanjangan. Bitcoin ga terus turun kok.