Membandingkan diri dgn pencapaian orang lain, menyuburkan rasa takut. Sehingga menumbuhkan kemarahan, kebencian, agresivitas. Mendorong adanya kerja keras menyiksa diri sendiri.
Buat masyarakat yg mengglorifikasi kesuksesan, hal “sakit” semacam ini dianggap sbg sesuatu yg hebat.
Hubungan sehat nggak selamanya akan 50:50.
Kadang 60:40 atau bahkan 90:10. Daripada mentingin porsinya, bukankah akan lebih baik kalau kita saling tanya ke diri masing-masing, apa yang bisa saya lakukan hari ini untuk membuat hidupnya terasa lebih baik dan beban hidupnya terasa lebih ringan?