pantes aja ya banyak yg ke penang🥲
ini kakaknya ngebanding
32 juta VS 8 juta
beda 4 kali lipat, gila juga ya negara kita nih wkwk
udahlah gaji gedean di Malaysia, kesehatan malah murah di sana😊
Bule ini kasih tau kalau kemampuan warga di sebuah negara untuk bisa jalan2 keluar negeri adalah hasil dari keputusan politik.
Dia orang Belanda. Kasih contoh kalau dia mau ke Indonesia, dia tinggal terbang aja. Sementara orang Indo mau ke Belanda mesti buat visa dan bisa sebulan nunggu.
Contoh lain, meski bukan jalan2. Ada seorang supir taxi di Bali, tiap ditanya ttg resto apa yang enak, si supir sarankan ke resto bebek tertentu. Tapi, selama hidupnya, dia gak pernah makan disitu. Pertama kali dia makan, itu diajak sama turis yang naik taksinya.
Jadi kalau ada yang gak peduli sama politik, ya lu liat tuh. Lu bisa pergi keluar negeri dengan mudah/sulit bukan faktor duit doang, tapi faktor pemerintah lu jago atau katrok.
Miris banget liat foto ini…
Foto yang seharusnya jadi kebanggaan, malah jadi bahan tertawaan sekaligus sedih mendalam.
Seorang pria asing, Gaurav Srivastava, berpakaian biasa, tersenyum lebar sambil “memberi penghargaan” ke Presiden Prabowo Subianto. Senyumnya lebar, tangannya mantap. Sementara Prabowo terima dengan serius.
Tapi kenyataannya?
Pria itu penipu kelas internasional yang pura-pura jadi agen CIA.
Dia sukses menyusup ke lingkaran elite pertahanan Indonesia, mendekati Presiden dan adiknya Hashim, lalu mengalirkan puluhan juta dollar ke perusahaannya.
Investigasi Tempo + jurnalis India ungkap semuanya.
presiden terburuk dalam sejarah
presiden paling gak punya adab.
presiden paling maniac pakai buzzer
presiden paling kotor cara berpolitiknya.
hidup serba kalahan.
dari angkatan bersenjata dipecat.
rumah tangga berantakan.
pilpres 4x kalah terus.
jadi presiden dibenci rakyat karena ulah sendiri.
sekarang main presiden presidenan biar bisa pidato padahal isinya gak mutu.
hidup dikelilingi penjilat. figuratively & literally.
dasar tua bangka sakit jiwa.
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Eropa bisa punya work-life balance tinggi bukan karena mereka lebih “manusiawi”.
Tapi karena mereka 'pintar' mendesain sistem global.
Mereka outsource hampir semua pekerjaan kotor, berat, dan repetitif ke negara berkembang, termasuk Indonesia🙏🙏
Pabrik sepatu Nike, Adidas, HP Samsung, software perusahaan Jerman, customer service bank Prancis, sampai akuntansi perusahaan Belanda…
Semuanya dikerjakan oleh "tangan-tangan murah" di Asia dan Afrika.
Mereka dapat hasilnya. Kita dapat upah minim dan polusinya🙏😑
Jangan bilang ini konspirasi yaa.
Ini hasil dari Teori Comparative Advantage yang diajarkan di sekolah ekonomi.
Eropa fokus di desain, inovasi, branding, dan keuangan (pekerjaan bernilai tinggi).
Kita dikasih pekerjaan assembly, call center, dan produksi massal (pekerjaan bernilai rendah).
Ya.. hasilnya gini..
Mereka dapat libur panjang, gaji tinggi, dan jaminan sosial mewah.
Kita? Tetap jadi “pabrik dunia” yang kerja keras tapi dapat remah-remahnya doang!
Global Value Chain yang katanya “saling menguntungkan”...
Pada kenyataannya sangat timpang!
Yang perlu ditanyakan.. berapa lama lagi kira2 kita mau jadi “pekerja murah” bagi negara kaya yang sedang 'berjemur di pantai, sambil minum es kelapa' itu.. ?
Jujur, gua gak paham juga ya, ini ranahnya bukan orang biasa lagi yang bisa ngubah ini.
Melihat kasus Nadiem Makarik & Tom Lembong, gue cuma mau bilang:
Hati-hati buat siapa pun yang bantu MBG.
Rezim bisa ganti, narasi bisa dibalik, lalu kalian yg dikriminalisasi.
Dunia memang sementara, tapi rezim jauh lebih sementara.
Di Indomaret. Ada ibuk2 mau nyerobot antrianku, trs aku bilang baek2,
"bu antrinya sebelah sini"..
Ibuk2: ya selow ajalah
Aku: *mulai naek pitam* aku cakap baek2 ya
Ibuk2: tenang aja kau, ga kurebut pun antrian kau, kak, kasi aja dl dia bayar rotinya, udah kelaparan kali dia
Aku: *makin emosi* oh iyah, memang lapar kali aku ya taik, bentar Ig pun kau yg kumakan. Antri kau, cuma belik rinso kau, ga sabar kali keknya mau nyuci, gaknya kering sunge itu nunggukan kau beli rinso.
Ibuk2: EEEE eeeee
Safonov diinstruksikan untuk sengaja goal kick ke arah area Olise, diminta kenceng bgt sampai lemparan ke dalam
Alasannya? Biar bisa overload sisinya Olise, jadi lebih gampang ngepress Olise.
Jujur ini brilian!!!
Taktik begini saya pikir kok terinspirasi dari american football. Pernah baca Eyeshield 21, ada taktik begini juga.
Sengaja ditendang ke titik tertentu, terus para pemain sudah siap ngerubungin, jadi pemain lawan yg nangkap itu tendangan kaget karena BUANYAK banget yang ngepress.
Adu cerdik dua pelatih Spanyol di final bakal 🔥🔥🔥
sumber: @Nino12x
@bitxt Pemerintah dan golongannya betul2 lg nimbun kekayaan masing2 untuk dirinya dan keluarganya, boro2 mikirin rakyat, mereka sendiri ga yakin sama jalannya negara ini.
Lu bisa kerja sampe hampir mampus di Jakarta sampe pensiun tapi:
- tanah dan rumah yang lu beli bisa diambil karena sengketa lahan
- anak yang lu didik baik2 bisa terbunuh dan diframing sbgai pelaku tawuran
- proyek yang lu bantu dgn ikhlas sampe ninggalin kesempatan kerja ke luar negeri bs bikin lu masuk penjara
- semua tabungan lu bisa raib karena abis pengobatan sakit karena menghirup polusi dan kecapekkan krn macet2an di jalan kena angin malam bertahun2
Mungkin di depan semua keliatan baik-baik aja,
sampai kita tahu cerita aslinya.
Sampai kita tahu, ternyata banyak yang lagi berjuang diam-diam.
Sampai kita benar-benar tahu, teman kita sehat dan bahagia.