Arsenal kalah, saya kecewa tapi tak bersedih
Semalam hingga dini hari, saya larut di antara 5000-an gooners yang memadati Velodrome Rawamangun. Ya, kami nobar final UCL 2026 dengan optimisme membumbung, Arsenal bakal juara. Sebuah harapan yang sangat beralasan.
Akhirnya hasil berkata lain, Arsenal takluk dalam drama adu penalti. Saya dan semua yang hadir sangat kecewa. Tentu banyak alasan untuk kecewa: unggul lebih dulu, kesalahan tak perlu berujung penalti, hak mendapat penalti, hingga eksekusi penalti yang buruk. Itulah pertandingan.
Namun itu tak cukup membenamkan kami dalam kesedihan berlarut-larut. Kami bubar dengan tertib dan damai. Meski lidah kelu, mulut tercekat. Saya amat paham diam yang dalam, sesak nafas di dada terasa berat menindih.
Tapi antusiasme Gooners tadi malam, yang gigih menembus hujan, tertib, rapi, bergelora ngechant bareng - itu jauh lebih menyenangkan. Semalam kami sungguh merayakan kebersamaan indah berkat juara EPL. Meraih juara UCL adalah bonus tambahan saja.
Bermodal tim yang solid, kualitas merata, dan dukungan supporter loyal penuh cinta, kiranya kami pantas bersuka ria, mensyukuri hari ini, dan optimis menatap esok. Apapun, kami sangat punya alasan utk bergembira. Kami bangga pada Arsenal, Arteta, dan squad. Mari berpesta! ๐ฅ๐โค๏ธ
@IDGoonerscom@JalanArsenal@All_AboutARS@arsenalskitchen@BeritaArsenal@gudangbedil@benhan@Rawindraditya
This Arsenal side could be one of the worst Premier League champions ever. Even Leicester City played more entertaining football.
City and Liverpool elevate the PL brand with relentless, attacking football. Arsenal are winning games with set-piecesโฆ and own goals. This is Tony Pulis football in designer clothes.
Laras Faizati, salah satu perempuan kritis yang dikriminalisasi pasca demonstrasi Agustus 2025, menulis surat ini untuk kita semua.
Mereka bukan penjahat. Mereka warga yang bersuara karena peduli.
Hidup perempuan yang melawan!
#BebaskanKawanKami
Jadi ingatlah, bahwa media sosial ini hanyalah ruang gema, isinya kebanyakan orang yang kita pilih ditambah yang seminat hasil algoritma.
Bukan representasi kehidupan nyata.
Di luar sana kondisinya berbeda jauh.
Kalau kalian heran kenapa isi komennya banyak orang tag akun bot provider cellular, itu mereka bukan gabut gaes. Begitu caranya sekarang, akun bot ngebuzz buat nutupin komen orisinil netizen, kalau dulu kerahin akun trooper buat balesin komentar kontra, sekarang gak lagi.