Saya, sambil melukis di Magelang, mengikuti perkembangan dan dinamika pasar. Baik pasar modal maupun pasar uang. Memang, kurang menggembirakan.
Tetapi, saya berpendapat, tekanan ekonomi yang lebih berat masih dapat dicegah. Tentu something must be done. Kita masih memiliki "political & economic resources". Opsi & solusi masih tersedia.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah, dunia usaha, para ekonom dan seluruh pemangku kepentingan "must be on board". In crucial things unity. Mutual trust mesti dibangun bersama.
Mari kita berikan kesempatan dan dukungan kepada pemerintah. Insya Allah Indonesia Bisa. *SBY*
🚨 Al Nassr will table a record-shattering offer worth £112.5M Manchester City’s Phil Foden ahead of the Saudi Pro League’s transfer deadline day on 23rd September.
Such a sum would make Foden the most expensive Englishman of all time.
(Source: Fichajes)
Data BPS:
Jumlah kelas menengah Indonesia 2019 ➡️ 57,33 juta orang.
Jumlah kelas menengah Indonesia 2024 ➡️ 47,85 juta orang.
9,48 juta warga kelas menengah turun kelas. Kok bisa begini?
🙅🏼♀️: "Anak-anak jangan latihan beban!" ❌
👩🏻🔬: "Latihan beban bisa jadi olahraga utama untuk anak." ✅
❗Sebuah review terbaru ngasih tahu alasan kenapa latihan beban justru harusnya jadi olahraga utama buat anak-anak/youth.
👉🏻 Silakan simpan.
🔥A Thread🔥
“Saya diancam dengan Undang-Undang ITE”.
Sejumlah mahasiswa UIN Walisongo mengaku “diteror” anggota TNI setelah pers kampus memberitakan kehadiran militer di forum diskusi.
Lalu, konsolidasi mahasiswa di UI juga didatangi TNI. Apa yang terjadi?
Utas.
https://t.co/9ofEDBPMlJ
Kerugian Negara Akibat Korupsi Pertamina Bisa Tembus Rp1 Kuadraliun
Ini baru namanya oplosan Pertamax kelas kakap. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kaspuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), Harli Siregar, menyebut, kerugian negara sebesar Rp193,7 triliun dari kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah Pertamina Patra Niaga hanya hitungan untuk tahun 2023 saja.
Angka tersebut masih bersifat sementara dan belum mencakup seluruh rentang waktu kasus, yaitu 2018-2023. Perhitungan ini meliputi beberapa komponen, seperti kerugian impor minyak, impor BBM melalui broker, serta pemberian subsidi.
"Jadi kalau apa yang kita hitung dan kita sampaikan kemarin (Senin) itu sebesar Rp193,7 triliun, perhitungan sementara ya, tapi itu juga sudah komunikasi dengan ahli. Terhadap lima komponen itu baru di tahun 2023," kata Harli, dikutip Rabu (26/2/2025).
Harli mengungkapkan, jika dihitung secara kasar dengan perkiraan bahwa kerugian negara setiap tahun sebesar Rp193,7 triliun, maka total kerugian selama 2018-2023 mencapai Rp968,5 triliun.
"Jadi, coba dibayangkan, ini kan tempus-nya 2018-2023. Kalau sekiranya dirata-rata di angka itu (Rp193,7 triliun) setiap tahun, bisa kita bayangkan sebesar kerugian negara," katanya.
Harli menyebut pihaknya saat ini juga tengah berfokus untuk menghitung kerugian negara dari tahun 2018-2023 terkait kasus mega korupsi ini.