Di umur sekarang, hubungan tuh udah bukan cuma soal chemistry lagi. Tapi lebih ke: "bisa nggak kita tetep gentle pas lagi sama-sama capek?" "bisa nggak saling understand pas lagi sama-sama sibuk?" "dan bisakah kita tetep choose each other, pas hidup lagi nggak mudah?"
banyak orang bertahan cuma karena “masih sayang” padahal sayang aja ga cukup buat hubungan yang sehat. we all deserve to be respected, appreciated, protected, heard, and chosen consistently. cinta yang tepat ga bikin kamu kehilangan diri sendiri atau harus terus buktikan kalau kamu layak dicintai.
instead, it gives you peace, confidence, and space to grow.
cinta bukan cuma bilang “aku sayang kamu”. tapi soal gimana kamu diperlakukan setiap hari: dihormati, didengar, diprioritaskan, didukung, dan selalu diperjuangin. hal yang dulu dianggap “kebanyakan maunya”,
ternyata emang ada sama orang yang tepat.
cuz at the end of the day, being loved is beautiful, tapi being valued and consistently cared for baru bikin hubungan worth it. love shouldn’t make you lose yourself. it should make you feel more like yourself.
tentang komunikasi.
komunikasi itu penting, meski cuma tanya tentang hal sederhana, karena itu salah satu bentuk menghargai pasangan. luangin waktumu bentar, jangan jadiin alasan sibukmu untuk ngga berkomunikasi. prioritasin dia, jangan sampai dia ngemis cuma perihal komunikasi.
I cried alone, vented alone, calmed my anxiety attacks alone, felt alone, advised myself alone, spend time alone. No one lived my life, nor cried my tears, so no one has the right to judge my way of being.