Hussam Ebu Safieh, "İsrail'in rehineler için ölüm cezası" ile öldürülecek olan Filistinli doktorlardan biridir (diğer 95 doktor arasında).
Onu öldürmelerine izin verme.
Bunu yeniden yayınlayın.
Everyone felt sad for the penguin walking alone and the monkey rejected by his mother. But this video is far more heartbreaking, yet it didn’t receive the same attention.
“Kami Datang untuk Bertanding, Tapi Kami Diciptakan untuk Beribadah”
Di tengah hiruk-pikuk dunia olahraga yang dipenuhi sorotan kamera, kontrak bernilai fantastis, dan ambisi meraih kemenangan, sebuah kalimat sederhana dari pelatih tim nasional Senegal, Pape Thiaw, mengingatkan banyak orang tentang sesuatu yang jauh lebih besar daripada sepak bola.
Ketika ditanya mengapa tetap keluar untuk menunaikan sholat Jum’at meski ada peringatan cuaca buruk dan angin kencang, ia tidak berbicara tentang strategi, prestasi, atau target pertandingan. Ia justru mengembalikan pembicaraan pada hakikat kehidupan.
“Kalian takut kepada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin.”
Betapa sering manusia begitu sibuk menjaga urusan dunia, namun lalai menjaga hubungannya dengan Sang Pencipta. Kita rela menunda makan, menunda istirahat, bahkan mengorbankan waktu bersama keluarga demi pekerjaan atau kesenangan. Namun ketika panggilan Allah berkumandang, tidak sedikit yang mencari alasan untuk menunda.
Padahal pertandingan sebesar apa pun suatu hari akan berakhir. Trofi akan berdebu. Gelar akan dilupakan. Nama besar akan tergantikan oleh generasi berikutnya. Tetapi satu sujud yang ikhlas di hadapan Allah akan tetap bernilai hingga hari ketika seluruh manusia berdiri di hadapan-Nya.
Pape Thiaw seakan ingin mengingatkan bahwa manusia tidak diciptakan untuk mengejar dunia semata. Kemenangan terbesar bukanlah mengangkat piala, melainkan tetap taat ketika dunia menawarkan seribu alasan untuk lalai.
Karena pada akhirnya, kita tidak akan ditanya berapa banyak pertandingan yang kita menangkan, berapa banyak harta yang kita kumpulkan, atau seberapa terkenal nama kita. Yang akan ditanya adalah: bagaimana kita memenuhi tujuan penciptaan kita.
Dunia adalah tempat singgah. Prestasi adalah bonus. Sedangkan ibadah adalah alasan utama mengapa kita ada.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Semoga kita tidak pernah menukar panggilan Allah dengan tepuk tangan manusia.
Dünya Kupasında Senagalciyiz arkadaşlar.
Muhteşem bir teknik direktörleri var.
Bugünkü basın toplantısı harikaydı.
Gazeteci: Bugün New Jersey eyaletinde şiddetli rüzgarlar vardı ve güvenlik heyeti, güvenliğiniz için dışarı çıkmamanızı istedi ama siz neden namaza çıktınız?
Babı Thiaw: Namazdan daha önemli bir şey var mı?? Bence bu senin bana soracağın bir soru değil. Buna hakkın yok. Sen rüzgardan korkuyorsun, biz rüzgarı yaratan Allah'tan korkuyoruz. Biz buraya eğlence amaçlı bir oyun için geldik ama Allah'a ibadet için yaratıldığımızı unutamayız. Eğer bugün Dünya Kupası finali olsaydı ve biz finalde olsaydık, Cuma namazı için gidersek şampiyonluğu kaybedecek olsak da Cuma namazını tercih ederiz, onun vakti belli çünkü. Bizim dinimizin ritüelleri hakkında bizimle böyle konuşamazsınız.