Jauhkanlah aku dari manusia-manusia yang jahat dan jika akulah yang jahat maka jauhkanlah aku dari mereka. Berilah orang-orang yang jahat untuk pergi menjauh, atau jika aku yang jahat biarkan arah angin membawaku pergi menjauh dari mereka.
Jauhkanlah aku dari perasaan paling baik yang justru membuatku menjadi yang sebenar-benarnya jahat. Jauhkanlah aku dari perasaan paling suci yang justru membuatku menjadi sebenar-benarnya kotor. Jauhkanlah aku dari jebakan-jebakan duniawi yang membuatku merasa paling baik di bumi padahal sebetulnya aku sedang menipu diriku sendiri berkali-kali.
Giliran bbm naik, langsung disandingkan dengan negara maju. Giliran bicara gaji dan pendapatan masyarakatnya, diam-diem bae lu.
Pakai perbandingan narasi negara maju mulu buat nekan suara kritik.
"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri” — Ir. Soekarno
“Pemimpin harus tegas dan mampu mengambil keputusan yang mengutamakan kesejahteraan rakyatnya di atas segalanya” — B. J. Habibie
"Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu” — Gus Dur
“Yang nyinyir-nyinyir-nyinyir biar aja itu. Nyenyenyenye” — ….
Ternyata laparnya orang-orang kaya dalam episode mbg ini, jauh lebih keras raungannya dibanding suara anak-anak yang dikatakan jadi tujuan utama. Akhirnya, kita memang patut bertanya ulang, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan.
menikah taruhannya nasib, melahirkan taruhannya nyawa, mengasuh anak taruhannya mental, ternyata perempuan bertaruh seumur hidupnya…
kalian hebat sehat selalu ya
Tiap lihat berita (yang kebanyakan berita buruk), jadi sadar bahwa prioritas kita bukanlah hidup bahagia. Bisa bertahan hidup dan masih waras juga Alhamdulillah
Yang klinis dibantah, yang klenik disembah. Yang pakar diragukan, yang sensasional dipertontonkan. Orang pintar dibilang bodoh, orang bodoh merasa pintar. Ternyata, sebaik-baiknya makan bergizi gratis, negeri ini lebih membutuhkan pendidikan gratis
Hari ini berat. Berat sekali. Melihat genosida berlangsung sementara dunia diam. Melihat orang-orang pasrah karena tahu perlindungan terakhirnya dihancurkan. Yang paling sakit adalah melihat anak kehilangan orang tua, dan orang tua kehilangan anaknya. Hari ini berat. Berat sekali
Baru skrg2 ini urang paham kenapa Allah sering bgt dlm Al-Qur'an ngomong "bagi orang2 yg beriman"
"bagi orang2 yg berpikir"
"tidak kah kamu melihat?"
"tidak kah kamu mendengar?"
"Apakah kamu tidak memikirkan?"
Ternyata emg gak semua orang mau melihat, mendengar, dan berpikir
Nama-nama yang sudah tertulis di langit, akan tetap terbaca dalam waktu. Mungkin kau tak suka tapi itulah yang terbaik untuk semua. Mungkin bagimu baik tapi belum tentu baik untuk semua. Dalam gelap selalu ada hikmah. Seusai badai yang datang, selalu ada tumbuh peluang. Maka setelah semua usahamu, minta dijagalah hidup yang tersisa itu.
Hidup di era orang-orang meragukan akademisi namun manut pada ucap selebriti. Akankah ada masa kita sampai pada titik: sekolah tidak penting, yang penting fyp?!
Terbiasa nonton video satu menit, dikasih durasi dua jam ya kaget. Terbiasa baca qoutes gratisan di medsos, diajak baca buku ya nggak mau. Dikasih tahu apa pun, jawabannya, iya deh sipaling sipaling melulu. Au ah, gelap.