kalau lagi deket sama seseorang, enjoy the moment aja, nikmatin waktunya, no pressure. match their energy: kalo dia effort, lo kasih effort juga, kalo dia santai, lo jangan over. simple, jangan expect too much, dan jangan taruh hati sampe 100%. cukup secukupnya aja, biar lo tetap waras, tetap punya diri sendiri. kenapa harus gitu? karena kalau suatu saat dia tiba-tiba pergi, lo ga bakal hancur lebur. ga terlalu kecewa dan ga sakit hati. bukan berarti lo ga tulus ya, justru sebaliknya, ini cara lo sayang yang sehat bisa kasih sayang full, tapi tetep jaga batas dan jaga hati sendiri. protect your peace.
cara paling cepat buat detachment, atau lepas dari seseorang yang sebenarnya lo pengen banget ada di hidup lo, adalah dengan ngebiarin dia ngelakuin apa pun yang dia mau. dari situ, lo bakal lihat sebenarnya apa yang dia pilih. kalau dia milih buat kehilangan lo, ya biarin. kalau dia memilih orang lain, ya biarin juga.
“oh, ternyata dia emang nggak milih gue.”
tapi itu jauh lebih baik daripada lo terus-terusan ngabisin energi dan perasaan untuk orang yang memang nggak memilih lo. sometimes, closure doesn’t come from explanations. it comes from their actions.
berduka tuh…. gak akan pernah ada habisnya yah 🥺 dan nyatanya semua orang punya caranya sendiri buat mengatasinya…
at this point i’m glad our boys always have their own way to coping it… and how now they can talk about him.. easier ☹️❤️
⚠️Sensitive Content ⚠️
🚨 BREAKING: Palestinian child sustained a severe leg injury after an Israeli strike targeted them while they were collecting water for their family in Gaza. His brother was killed in the same attack.