Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
Nih para penegak hukum kudu paham bisnis, biar paham proses penghitungan kerugian, dan pertimbangannya, pun saksi ahli juga ga ngasal...
Sungguh zalim jika menahan orang yg tidak bersalah...
𝐒𝐞𝐩𝐞𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥 𝐊𝐢𝐬𝐚𝐡 𝐃𝐚𝐫𝐢 NEGERI CEMAS.
(Negeri Penuh Kegelapan)
Seorang Presiden jahat, licik, pendusta, penipu, maling, korup, kolutif, nepotism akan segera mengakhiri masa jabatannya. Ia sangat ketakutan berakhir dipenjara dan bermaksud mencari Calon Presiden pengganti yg dapat melindunginya setelah lengser.
Akhirnya ia menemukan 2 orang kandidat yg memiliki kapabilitas menjadi Presiden. Ia pun mengajukan pertanyaan yg sama pada keduanya,
“Apa arti kekuasaan bagi anda..?”
Kandidat pertama menjawab,
“Kekuasaan adalah soal kehormatan untuk menjalankan kedaulatan rakyat”.
Sang Presiden terhenyak dan seketika melompat kaget, clung..!!.
Dalam hatinya berkata,
“Ini orang amat berbahaya bagi saya jika jadi Presiden, karena menjunjung tinggi kehormatan untuk menjalankan mandat rakyat, ia akan lurus serta jujur, pasti berpotensi membiarkan saya diadili atas segala perbuatan saya..”.
Sang Presiden kemudian bertanya kepada kandidat yg kedua,
“Kalau kau bagaimana…?”.
Kandidat kedua berkata,
“Kekuasaan itu penting bagi saya, karena jika saya tidak berkuasa bisnis dan aset-aset saya saya mandek”.
Sang Presiden yg culas itu pun tersenyum lega, dan dengan penuh sumringah ia bergumam,
“Akhirnya saya menemukan calon pengganti yg rela mengorbankan apa saja, termasuk bangsa dan negaranya demi masa depan saya dan anak menantu saya..”.
Jiaaah...
Anak kandung Muldongo aja dilepehin, apalagi cuma Dedy Muldongo, tipis kali ah...
Pendukung Mulyadi vs Pendukung Purbaya
Tunjukkan Pesona mu..
Polling kitah..😁
Mulyadi: komen
Purbaya: retweet & like
Saya sengaja mengulang-ulang publish & share tayangan ini biar seluruh masyarakat tidak lupa dan tidak cepat melupakan, siapa sebenarnya biang kerok, bandit, badjingan laknat, penjahat, pengkhianat serta penipu rakyat selama ini.