Pak @jokowi saya punya konsep “Revolusi Literasi Nasional” dengan budget minim gak perlu mobil mewah 880juta, acara 2 Milyar sampe meeting 9,5 Milyar kayak @perpusnas1 tapi yakin efektif. saya jalanin literasi di Lampung awalnya sendiri, ditembak sampe dibacok bandar narkoba pas ngeluarin anak-anak dari pengaruh narkoba sampe fasilitasin baca ribuan anak. konsep ini cuma bakal saya jabarkan di depan Bapak dan saya yang jalaninnnya. karena gak ikhlas kita yang mikir & kerja eh @perpusnas1 ntar maen klaim dan tetep aja make anggaran seenak jidat tanpa mikirin RAKYAT. jadi kapan saya bisa bertemu Pak? kalo Bapak Presiden @jokowi peduli literasi dan anak bangsa sih ini juga 😊✌️
KETIKA MALIH BERTEMU OMAS DAN MANDRA
Salah satu episode yang membuat penonton terbahak-bahak pasti ketika salah satunya mengomentari gigi yg lainnya.
Itulah kesan yang muncul dibenak saya waktu membaca tulisan Bahrawi.
Kesan lucu dan menggelikan yang sama muncul ketika Bahrawi dalam tulisannya membawa orang bersafari ria mengulas peristiwa di negara Sudan, Mesir, Arab Spring bahkan Polandia, padahal di pelupuk matanya, di negara sendiri hal yang serupa terjadi juga.
Jadi kocak jauh-jauh membicarakan Paramiliter di Sudan, memangnya Brimob bukan paramiliter ?, Densus88 bukan paramiliter ?, Bakamla bukan Paramiliter ?.
Apa mau dibantah kalau ketiganya juga merupakan organisasi semi militer yang dikendalikan oleh pemerintah ?.
Yang membuat kekacauan dan kerusakan dalam negara itu bukan keberadaan organisasi paramiliter, namun adanya kesengajaan memelihara dan merawat konflik dengan membentur-benturkan satu kelompok dengan kelompok lainnya, termasuk menggunakan paramiliter untuk menggebuk lawan politik dan rakyat yang mengkritik demi melanggengkan kekuasaan.
Kelucuan lain juga saat Bahrawi menjawab komentar seorang twep tentang kerusakan di negara-negara Arab karena disebabkan adanya paramiliter (milisi bersenjata), sedang di Indonesia yang diserang rezim justru HTI dan FPI yang hanya bermodal demo.
Bahrawi spontan menjawab bahwa modal demo di Arab spring juga yang membuat kacau negara2 Arab dan Afrika Utara. Modal demo Ikhwanul Muslimin di Mesir juga yg menumbangkan pemerintanan. Bahkan Lech Walesa juga disebut bermodal demo mengubah politik Polandia hingga hari ini.
Bahrawi lupa bahwa pemerintahan Soeharto dijatuhkan karena demo, pemerintahan Gusdur dilengserkan juga karena Demo, dan demo dimasa kedua pemerintahan tersebut telah mengubah politik Indonesia hingga hari ini, lalu apa mau dibilang demo yang mengawali kejatuhan kedua pemerintahan tersebut inkonstitusional ?.
Yang lebih konyolnya lagi jika alasan membungkam HTI dan FPI didasari karena kedua organisasi itu kerap demo, maka sama artinya Bahrawi ingin mengatakan bahwa rezim Jokowi atas nama tirani otoritarian sedang membungkam kehidupan berdemokrasi lantaran memberangus HTI dan FPI karena melakukan demo.
Sebenarnya didalam menuliskan opininya, Bahrawi kerap seperti berdiri di depan cermin, namun tak mampu menilai wajah sendiri lantaran lebih suka menempelkan foto orang lain di wajahnya, sehingga apa yang ia nilai sesungguhnya menyembunyikan banyak hal buruk dibelakangnya.
Tapi bagaimana pun harus diakui, tak ada satu pun buzzer rezim yang mampu membuat narasi skolastik macam Bahrawi. Bukan berarti menuding Bahrawi sebagai buzzer, namun sebagai corong rezim, sebenarnya dia lebih pantas mendapatkan tempat dilingkungan istana karena jauh lebih lumayan dibanding Fadjroel Rachman atau Mochtar Ngabalin.
Jangan dengerin. Judi tuh lingkaran setan, beberapa hari lalu gue wawancara narasumber mantan bandar judi https://t.co/eUiZew5W6N. Penjelasannya sangat logis dan banyak temen gue pada berenti main slot gara-gara argumen dia.
Kata dia kalau pejudi menang tuh cuma karena hoki aja. Jalan satu-satunya selalu menang judi ya cuma jadi bandar judi.
@jokowi "Gara-gara ini, kita kehilangan devisa Rp165 triliun karena modal keluar." 🤔
Ini cara pandang bisnis.
Udah mirip seperti, "kalo mau lewat jalan bagus dan cepat, jangan lewat jalan negara, lewat jalan berbayar aja (TOL)".
...Dapat forward WA tentang kebusukan menteri keuangan Sri Mulyani.
Ditulis oleh petugas pajak yg muak dgn pencitraan busuk Sri Mulyani, dia sudah mengadukan secara resmi sejak 2 tahun lalu namun gak pernah ditanggapi.
Gw udah hubungi penulis dan dapat izin posting... (``,)
@bdleonanda Itu bulan kayak bongkahan batu, di terpa sinar. Nah bulan menghasilkan sinar sendiri mana? Kondisi tersiar nya pun sama persis kayak foto bumi tersiar. 🤔