Saldo tabungan bokap gw tiap bulan kepotong Rp 50 ribu otomatis. Di mutasi cuma tertulis: "Premi".
Pas bokap meninggal, gw ke bank mau tutup rekening. CS mau cairin sisa saldo Rp 10 juta. Gw hampir setuju.
Tapi gw iseng tanya soal potongan premi itu. CS langsung berubah muka. Ternyata saldo yang harusnya gw terima Rp 100 juta.
Manfaat ini sering terlupa ahli waris. Namanya: A****** P*********.
"Maksudnya potongan Rp 50 ribu itu asuransi jiwa?" tanya gw kaget.
CS itu ngejelasin sambil narik napas panjang. "Iya Pak, ini adalah produk asuransi mikro yang melekat pada tabungan. Jika nasabah meninggal dunia, ahli waris berhak atas santunan tunai di luar saldo tabungan."
"Masalahnya, sistem bank gak otomatis 'tahu' kalau nasabah meninggal untuk urusan asuransi. Kalau ahli waris gak klaim, uang santunan itu selamanya bakal nginep di perusahaan asuransi."
Dia ngerendahin suaranya pas proses tutup buku rekening dilakukan.
"Banyak bank punya program bundling tabungan dengan asuransi jiwa. Preminya kecil, tapi manfaat santunannya bisa puluhan sampai ratusan kali lipat dari premi bulanan."
"Bank gak akan proaktif nawarin pencairan asuransi ini pas lo mau tutup rekening. Mereka cuma fokus di saldo tabungan. Kalau lo gak teliti liat mutasi, hak lo bakal angus gitu aja."
"Serius santunannya bisa sebesar itu?" gw gak percaya.
Dia ngangguk, lanjut kasih rincian gimana "Saldo Tersembunyi" ini bisa jadi penyelamat keluarga:
Premi Rp 50.000/bulan: Santunan bisa mencapai Rp 50-100 juta.
Santunan Kematian: Cair 100% jika nasabah meninggal karena sakit atau kecelakaan.
Ahli Waris: Wajib diajukan oleh keluarga yang terdaftar dalam Kartu Keluarga.
"Uang Rp 50 ribu yang lo kira biaya admin itu sebenarnya investasi bokap lo buat ninggalin warisan buat anaknya."
"Yang paling gak adil yang mana?" tanya gw lemes.
"Masa kedaluwarsa klaim. Biasanya klaim asuransi jiwa di bank punya batas waktu 60-90 hari setelah nasabah meninggal."
"Kalau keluarga baru sadar setahun kemudian, asuransi punya alasan legal buat nolak klaim karena sudah lewat masa pelaporan."
"Ini keuntungan 'laba mati' bagi perusahaan asuransi dari ribuan nasabah yang ahli warisnya gak paham isi mutasi rekening."
"Cara cek asuransi di tabungan keluarga?"
CS kasih 4 langkah:
1. PRINT REKENING KORAN. Cari potongan rutin 'Premi', 'Insurance', atau kode khusus bank.
2. TANYA PRODUK TABUNGANNYA. Beberapa tabungan otomatis dapet proteksi jiwa tanpa daftar.
3. CEK POLIS DIGITAL di m-banking. Ada menu 'Asuransi Saya' yang jarang diklik.
4. JANGAN LANGSUNG TUTUP REKENING. Urus semua manfaat asuransi sebelum hapus akun.
"Senjata paling simpel satu aja?" tanya gw.
Dia kasih satu tips maut biar gak kecolongan hak warisan.
"Setiap urus penutupan rekening orang meninggal, selalu tanya: 'Apakah almarhum memiliki produk asuransi atau proteksi saldo yang melekat pada akun ini?'"
"Begitu lo tanya spesifik, CS wajib ngecek database asuransi partner bank. Jangan biarin mereka cuma cek database saldo tabungan doang."
Gw akhirnya dapet santunan Rp 100 juta itu setelah nunggu proses administrasi sebulan. Duit yang bener-bener gak disangka bakal ada.
Gw bilang ke temen gw pas lagi urus nisan bokap: "Gi, gw salah karena gw pikir potongan kecil di bank itu cuma biaya 'sampah'. Ternyata itu 'hadiah' terakhir bokap buat kita."
"Jangan remehkan angka Rp 50 ribu di mutasi. Itu bisa jadi jaring pengaman terakhir keluarga saat tulang punggung udah gak ada."
Pesan buat lo yang punya orang tua atau pasangan yang punya rekening bank:
Minta izin buat cek mutasi mereka sesekali. Bukan buat kepo, tapi buat mastiin gak ada hak asuransi yang terabaikan kalau hal buruk terjadi.
Jadilah ahli waris yang teliti. Uang itu hak almarhum yang harusnya sampai ke tangan lo.
Dan inget, bank itu lembaga profit. Mereka gak akan maksa lo buat ambil duit santunan kalau lo sendiri gak minta.
Makin cerdas lo baca mutasi, makin terjaga aset keluarga lo dari sistem yang seringkali "lupa" ngi
Guys, Timothy Ronald baru ngomong sesuatu yang dia sendiri mengaku lumayan takut buat ngomongnya.
Dan setelah gue dengerin gue ngerti kenapa.
Permainan di pasar modal Indonesia itu tidak adil untuk retail.
Bukan clickbait.
Itu kata-katanya langsung.
Dan dia kasih konteks yang bikin gue diem lama.
Siapa sebenernya Bandar itu?
Ini yang paling mengejutkan dari semua yang dia ceritain.
Bandar terbesar dari suatu saham di Indonesia bukan hedge fund asing.
Bukan institusi gede.
Bukan siapapun yang lo kira.
Bandar terbesar itu adalah owner emitennya sendiri.
Logikanya simpel.
Siapa yang paling tahu kapan corporate action bakal terjadi?
Kapan ada right issue?
Kapan ada berita bagus yang belum keluar ke publik?
Ya ownernya sendiri.
Dan di Indonesia karena regulasi insider trading praktis hampir nggak pernah ditegakkan seperti di Amerika mereka bisa manfaatin itu.
Beli saham pakai nama orang lain, KTP orang lain, akun sekuritas orang lain.
Nomini setahun paling Rp1 juta.
Murah banget buat main miliaran.
Cara kerja Bandar ini yang harus lo pahami.
Timothy breakdown dua tipe bandar.
Tipe pertama Bandar Ngampok.
Naikin harga setinggi-tingginya, buang semua barang ke retail di puncak, selesai.
Sahamnya tinggal puing.
Tipe kedua Bandar Pintar.
Ini yang lebih berbahaya karena keliatan normal.
Cara mainnya begini dia beli di harga 700, naikin ke 2.600, jual semua.
Profit gede.
Saham turun ke 1.000.
Tapi dia nggak pergi.
Dia masuk lagi di 1.000 pakai profit yang tadi.
Terus dia pupuk pelan-pelan beli sedikit di 1.000, retail ikut masuk, dia beli lagi di 1.300, retail ikut lagi, di 1.400 dia beli lagi.
Dia nggak perlu modal gede buat naikin dari 1.000 ke 3.000. Retail yang ikut-ikutan itu yang jadi bahan bakarnya.
Dan siklus ini berulang terus akumulasi, distribusi, akumulasi, distribusi.
Selama emitennya mau maintain, permainan ini bisa jalan bertahun-tahun.
Soal pompom lo selama ini salah kaprah.
Banyak yang kira pompom artinya influencer suruh beli, harga naik, dia ikut untung.
Salah.
Pompom yang sesungguhnya adalah bandar udah beli dulu di harga bawah, udah naikin harganya sendiri, baru suruh retail beli di harga yang udah tinggi itu.
Retail jadi exit liquidity tempat bandar buang barangnya.
DAY 3 BELAJAR SAHAM
“Gimana sih steps aku trading saham?”
Seperti biasa, akan aku jadikan thread dan di akhir thread akan aku cantumin thread belajar saham yg lain :)
FIRST OF ALL, ini serius
Biasakan diri sebelum pencet buy tuh bismillah dulu hehe
1. Sebelum jam 9
Biasanya tuh aku catet dulu stock pick yg beredar di twittwr, ada banyak biasanya yg suka share stockpick. Fungsinya tuh buat compare sama screener harian aku biasanya, btw screenerku tetep sama yaa.
2. Jam 8:50
Aku biasanya cek IEP dan catetin sekitar 20 saham yg IEP nya naik di angka 5-10%. Sekali lagi buat aku compare in ke screener tadi. Kondisi meja depanku tuh isinya coret”an saham IEP, IPAD sama TUMBLR 🤣
Biasanya yg sering ARA, sahamnya aku lingkarin gtu~
3. Jam 9 screening kan muncul saham yaa.. nah aku liatnya tuh urutan no 1 sampe no 5. Misal contohnya ini yaa.. aku pilih saham yg sering ARA kek Bell sama Yelo ini (btw ini tuh prosesnya cepet bgt yaa) mangkanya biasanya aku screening pake IPAD, nah hpku langsung cari emitennya
Rekap 20 pelajaran hidup ala Bang Radit:
1.Jadi orang nyeleneh dikit? Santai aja, itu bukan dosa.
2.Stop julid, hidup lo bakal lebih tenang.
3.Kita tuh nggak sepenting itu di hidup orang lain, jadi chill aja.
4.Hidup simpel itu underrated banget.
5.Kerjaan berat jadi enteng kalau dicicil pelan-pelan.
6.Kerjaan juga lebih ringan kalau dikerjain bareng.
7.Ide nggak bakal keinget kalau nggak ditulis.
8.Belajar dari yang udah jago, biar nggak muter-muter.
9.Tapi kadang belajar dari yang “nggak tau apa-apa” juga buka perspektif baru.
10.Bengong dikit itu bukan buang waktu, itu bagian dari mikir kreatif.
11.Waktu tuh bukan dicari, tapi dibikin.
12.Uang bisa dipakai buat “beli waktu”, manfaatin.
13.Jangan lupa have fun, hidup bukan cuma kerja doang.
14.Coba hobi baru, itu cara paling gampang biar hidup kerasa fresh lagi.
15.Kejar momen-momen berkesan, bukan cuma pencapaian.
16.Jangan ambil keputusan pas lagi emosi, fix sering nyesel.
17.Kadang harus berani bilang “iya” ke hal yang biasanya lo tolak.
18.Tapi di sisi lain, belajar bilang “nggak” itu penting banget.
19.Main game = cara paling gampang buat kabur bentar dari realita.
20.Dapat kritik? Artinya masih ada ruang buat naik level.
Stop ganti iPhone kalo batre-nya udah ngedrop.
Gue dulu kira iPhone gue udah waktunya ganti karena ngedrop. Ternyata bukan.
Apple emang sengaja set default yang bikin baterai boros.
Setelah gue utak-atik sendiri, baterai gue dari 6 jam jadi tahan 10 jam . Tanpa ganti baterai.
Gini caranya: