healthy relationship is fun,
bayangin dia adalah life coach saat kita hilang arah, selalu apresiasi hal-hal kecil, nggak pernah ngomong kasar, tau batasan, paham word affirmation.
punya someone to talk and good listener everytime, sekedar tanya " how's your day?", "ada cerita apa hari ini?"
how i wish, suatu hari nanti aku dipertemukan sama seseorang yg bukan cuma "baik" tapi jg stabil secara emosinya. karena kebaikan bisa berubah kalau lagi capek, tapi emosi yg stabil bikin dia tetap waras saat keadaan lagi gak baik-baik aja. marriage is not just about "love and sweet moments," tapi soal gimana dia handle marahnya, kecewanya, egonya. good person is nice, but emotionally mature person is necessary.
Gue salut sama cowok jujur. Misal, "gue ada yg baru, dan kita gabisa bareng lagi"
ini to the point jir. Ga muter2 alesannya. Minimal kalau brengsek bernyali, bukan diborong semua. Udah brengsek pengecut lagi.
Sebenarnya banyak perempuan suka kalau pasangannya ikut ambil inisiatif buat ngerencanain waktu bareng.
Bukan karena dia gak punya ide atau gak tau mau ke mana. Kadang justru karena dia juga mikirin keadaan kamu.
Dia mungkin pengen ke tempat tertentu, coba hal baru, atau lakuin sesuatu yang seru. Tapi di sisi lain dia gak mau bikin kamu terbebani, apalagi kalau dia gak tau kondisi waktu, tenaga, atau budget kamu lagi gimana.
ada tulisan cantik bgt, kira-kira isinya begini:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yg dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu ga perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..”