Ternyata kunci hidup damai itu bukan pinter ber-argumen, tapi pinter “iyain” orang bebal. Lagian ngapain gue repot-repot benerin logika orang yang kapasitas otaknya emang cuma buat dengerin suara sendiri.
Setara itu bukan harus sama pendidikannya, tapi nyambung cara berpikirnya. Bukan harus dari background yang sama, tapi punya value dan prinsip yang sejalan. Dan bukan soal siapa, kerja dimana, tapi seberapa luas cara dia ngelihat dunia, bisa saling mengisi & bisa saling tumbuh.