Bayangkan, jarak selamat hanya tinggal beberapa langkah, tapi tertahan oleh tembok tebal bernama BPJS Beda Domisili. Di mana rasa empati? Di mana sumpah profesi?
Seorang mahasiswa, masa depan bangsa, harus pulang dalam peti jenazah karena sistem yang kaku dan tidak punya hati. Hancur hati ini melihat birokrasi lebih didahulukan daripada denyut nadi.