Warga kalau komentar di sosmed dan di dunia nyata harus beretika beradab tertib sopan santun memberi solusi menggunakan KBBI yang benar dan sitasi minimal 5 tahun terakhir.
Presiden di panggung saat pidato: GOBLOK!
Selalu salut sama para cendekiawan soshum yang bisa berargumen secara jelas, tertata, artikulatif, meski sambil menahan emosi.
Kalo gue yang jadi narsum, niscaya:
"HADEHHHH, LU PADA RUKYAH DAH"
"ZOLIM LUU TUH SAMPE ASEAN" atau
"TEDDD LU JANGAN KECENTILANNN
Laporan pandangan mata dampak asap karhutla di negeri tetangga. Bila di Singapura saja begini, apalagi yg dekat dgn sumber asap. Amat penting utk jadi perhatian kita semua agar segera dituntaskan.
Izin saya tambahkan ya Mbakyu lulusan PPE Oxford terkait masalah kualitas guru selain masalah kesejahteraan guru dan kebelet bikin open-ended assessment, berdasarkan pengamatan saya sebagai orang yang sekolahnya di sekolah negeri:
- Rasio jumlah guru dan peserta didik masih timpang, makanya kita sering menjumpai 1 guru ngajar beberapa mapel, atau 1 guru ngajar 1 mapel di banyak kelas (1 kelas ≈ 30 siswa) sekaligus. Dengan beban kayak gini, kita sulit untuk berekspektasi soal kualitas pengajarannya, jadi boro-boro pake metode pengajaran yang bisa lebih dipersonalisasi untuk setiap siswa atau bikin guru harus menilai jawaban 30-120 siswa di ujian open-ended 🤡🤡🤡 ujung-ujungnya siswa yang dituntut untuk cepat paham demi ngikutin pace si gurunya.
- Pempus hobinya ganti-ganti kurikulum tanpa bener-bener mikirin pengelolaan change management-nya gimana, terlalu top-down lah bisa dibilang. Guru “dipaksa” untuk segera beradaptasi dengan standardisasi yang baru. Gua sendiri ngalamin hidup di 2 kurikulum berbeda (KTSP, Kurikulum 2013) dan gua gak merasa ada yang berbeda secara signifikan. Seharusnya pempus (dalam hal ini Kemendikbud) tuh kalo ngegelontorin kebijakan baru, bikin yang lebih bottom-up gitu lho biar lebih tepat guna. Tapi ya iykyk lah gak ganti kurikulum = gak ada proyek.
- Pelatihan guru cenderung top-down dan sekali jalan (workshop sehari terus selesai), sering gak nyambung dengan masalah konkret yang dihadapi guru di kelasnya masing-masing. Gak ada pendampingan atau coaching berkelanjutan pascapelatihan, jadi materi baru itu jarang benar-benar terinternalisasi jadi perubahan nyata dalam cara mengajar.
- Beban administratif nonakademis (laporan akreditasi, administrasi kurikulum, laporan kinerjanya sendiri, jadi wali kelas, panitia PPDB, panitia input rapor SNMPTN, pembina ekskul) yang numpuk banget. Waktu yang seharusnya dipakai buat nyiapin materi atau media ajar yang lebih baik jadi terpotong buat ngurusin kerjaan yang gak linier dengan tugas fungsi utamanya.
- Gua udah bosen denger orang-orang mengaitkan gaji guru kecil -> bikin jumlah orang yang mau jadi guru sedikit, ketika sebenernya ada masalah nyata lainnya di lapangan yang jarang di-highlight orang-orang di Twitter: ilmu pengetahuan akhirnya di-gatekeep oleh guru itu sendiri yang bikin semacam “les tambahan” di luar jam mengajar untuk murid-murid yang mau membayar. Saking desperate-nya.
Ketika negara gagal mengelola guru, percayalah kita-kita sebagai murid jadi korbannya juga.
Dan ini belum ngomongin kondisi di wilayah 3T. 🙂
SPEAK LAUDER PAK USTADZ ADI HIDAYAT😭😭
"Perilaku elit yang menggunakan relasi kuasa untuk memperkaya diri menggunakan instrumen kenegaraan, menyebabkan NEGARA RUSAK dan menghantarkan KEHANCURAN dan KEBINASAAN!!!"
Peringatan dan pengingat keras dari Ustadz Adi Hidayat soal prilaku elit yang sama sekali tidak berpihak kepada rakyat, tapi malah ke oligarki yang hanya memuaskan hawa nafsu perutnya, maka akan menghancurkan negara tersebut.
Naudzubillah
TIDURMU GAK AKAN NYENYAK KALAU TINGGAL DI SINI. 😭🔥
Bayangin lagi tidur nyenyak, tiba-tiba kebangun karena api udah di depan rumah. Buat kalian yang tinggal di Kalimantan dan daerah lain yang lagi dihantam kemarau, kekeringan, kabut asap, plus masih ada aja oknum yang tega bakar lahan dan hutan… jaga diri, jaga keluarga, semoga kita semua selalu dilindungi. 🙏🏻💔
Karena tidur aja sekarang rasanya gak bisa tenang. Besok bangun, gak tahu yang datang asap atau api. 😭
📍 tatah platar, Kalimantan Selatan
📅 14 September 2026
sumber ada di video
Temen-temen yang ada di Jawa, mari bantu amplifikasi postingan krisis BBM, air dan listrik yang terjadi di luar Jawa. Di negara yang kebijakannya selalu Jawa sentris membuat kita yang hidup di Jawa punya banyak privilese termasuk suara kita yang lebih terdengar di media dibanding temen-temen di luar Jawa.
Akumulasi korban keracunan MBG hingga hari ini ⚠️
Setelah hampir 2 tahun berjalan, masalah ini masih terus berulang tanpa perbaikan mendasar.
Korban semakin banyak, namun pertanggungjawaban atas kegagalan tata kelola program ratusan triliun rupiah masih belum terlihat.
Indonesia dulu pernah punya Kepala Humas BNPB yg gercep banget nginformasiin mengenai bencana alam di Indo walau lagi sakit kanker.
sekarang kita tau informasi bencana alam dan penanganan abu vulkanik anak Krakatau dari Twitter.
Presiden sama wakil rakyat kita beneran gada guna
Di saat-saat seperti ini, yang paling dibutuhkan masyarakat adalah informasi yang verified. Disinformasi dan simpang siur akan bikin kita makin panik.
Ayo @infoBMKG, @BNPB_Indonesia, @badangeologi_, @PVMBG_, dll, kalau dananya kurang bilang ke publik secara terbuka. Biar kita marahin bareng-bareng Banggar dan presidennya!
An orangutan named Sempurna has died after being found in critical condition, with a necropsy revealing severe lung damage from smoke exposure caused by wildfires.
(https://t.co/Cc78jmX76y)