Dulu sering heran kenapa orang dewasa bisa berdoa begitu lama, bahkan sampai menangis.
Now i understand. ternyata ada hal-hal dalam hidup yang terlalu berat untuk dijelaskan kepada manusia. ada luka yang sulit diceritakan, dan ada lelah yang tidak terlihat, dan ada doa-doa yang hanya bisa dipahami oleh Tuhan. in His presence, i don't have to pretend i'm okay. aku bisa datang apa adanya, dengan segala lelah, takut, dan kecewaku.
gue pengen banget bisa memeluk diri gue, anak perempuan kuat itu
gue pengen dia tau bahwa dia ga perlu merasa gagal, gue pengen dia tau bahwa segala ketidaktahuan dan ketidakmampuannya itu bukan sebuah kesalahan, gue pengen dia tau bahwa dia kuat sekali sampai detik ini dan itu cukup.
“seporsi kemenangan”
ketemu sama pria dewasa yang ga perlu diajarin jadi pria. pria yang penuh inisiatif, act of service, gila komunikasi, ga pernah sekalipun sepelein hal kecil, ternyata aku boleh ngambek dan dibujuk tanpa ditinggal, how lucky i am.
makin kesini makin sadar kalo relationship itu bukan cuma soal bucin-bucinan cringe. we need a partner yang bisa diajak grow bareng, diajak deeptalk, tuker pikiran tanpa ego war, saling backup di good and bad days, bisa ngobrolin apa aja, dan tetep jadi home to come back to.