@zahraibadina Tapi emang complicated kalau mau balik ke Indo.. Beberapa cabang keilmuan, tidak ada formasinya di Indonesia.. Dan dukungan untuk menggunakan keilmuannya terbatas. Tapi bukan berarti membenarkan apa yang mbaknya lakukan.
π£οΈ Pep Guardiola merespon kritikan dari Dewan Perwakilan Yahudi Greater Manchester & Region yang mengatakan Manchester City telah 'dikecewakan' karena Pep berulang kali ikut campur ke komentar mengenai urusan internasional.
"Mengapa saya tidak boleh mengungkapkan apa yang saya rasakan, hanya karena saya seorang manajer? Saya tidak setuju, tetapi saya sangat menghormati semua pendapat."
"Apa yang saya katakan pada dasarnya adalah: berapa banyak konflik yang ada saat ini di seluruh dunia? Berapa banyak? saya mengutuk semuanya dan tidak memilih-milih negara ini [lebih penting] daripada yang lain. Jika Anda tidak memahami pesan saya, tidak masalah."
Ketika ditanya apakah ia sekarang akan fokus berbicara soal sepak bola saja, Pep menjawab:
"Yasudah, kamu juga fokus menjadi jurnalis dan jangan berbicara tentang ekonomi, karena kamu bukan jurnalis ekonomi."
"Itulah sebabnya dunia tetap diam, itulah yang diinginkan dunia, bukan? Diam, jangan mengatakan apa pun. Saya pikir justru sebaliknya, tetapi bagaimanapun juga, ya begitulah adanya."
π @BBCSport
secara data dia bener, tapi pendapat ini juga bisa menyesatkan kalo dipakai sebagai justifikasi kebijakan.
70% oksigen di dunia memang diproduksi oleh fitoplankton, hutan memang bukan paru-paru utama dunia.
narasi yang sering muncul sebab dari pendapat di atas adalah "kalo laut yang bikin oksigen, kenapa kita ribut soal hutan?"
nah, di titik inilah false dichotomy muncul. dipertentangkan seolah harus memilih salah satunya.
padahal ekosistem itu sepaket, gabisa cangcingcup pilih salah satu.
di bukuku, Arcana Oceanis, ada salah satu bagian di mana aku bahas gimana hubungan laut dan darat.
teman-teman, kalo hutan rusak, efek kerusakannya itu bukan hanya dirasakan darat, tapi juga sampai ke laut.
kalo hutan rusak, sedimentasi meningkat. akibatnya, terumbu karang bisa mati.
hutan rusak juga bisa menyebabkan ledakan alga yang menghasilkan racun bagi kehidupan laut serta manusia.
suhu laut yang naik juga disebabkan oleh daratan yang rusak, khususnya hutan.
jadi gabisa kita ambil salah satu, sementara lainnya kita abaikan. semua udah dalam satu harmoni, saling terhubung.
memang paling benar, ayola semua pemangku kebijakan, kita taubat ekologis.
memanglah secara ekonomi atau pertumbuhan ga secepat apa-apa yang ada di atas kertas modern, tapi para pendahulu kita, hidup dengan nyaman, mati dengan tenang, tanpa merusak apapun.
Video yang sangat kalcer... #iyalagi sering nemu di Pointcoffe... Untungnya mbaknya hafal menu favorit kalau lagi mampir.. Jadi ndak terbebani dengan dwifungsi (kasir dan barista)
Mantan Presiden Korea Selatan Korsel, Moon Jae-in ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyuapan.
Dia dituding membantu menantunya mendapatkan pekerjaan di sebuah maskapai penerbangan.
https://t.co/YTQTOKjUaM
Belum Berakhir
"Bu Mutia, ini ada surat dari pusat."
"..."
"Kenapa Bu?"
"Kok saya dapat hukuman disiplin sedang? Kan saya lulus S3 kemarin 4 tahun? Udah perpanjang dari yang harusnya 3 tahun."
"Ijazah Ibu bulan apa keluarnya?"
"Oktober Mbak."
"Waktu mulai S3 bulan apa?"
"Agustus Mbak."
"Berarti Ibu itungannya lulus 4 tahun 2 bulan Bu, lebih dari batas waktu."
"Kan saya defense Juli? Sisanya cuma nunggu jadwal wisuda?"
"Memang aturannya begitu Bu. Di Permendikbudnya ada Bu."
"..."
***
"Mbak Keuangan Fakultas, ini bener take home pay saya cuma segini?"
"Bentar Bu saya cek."
"Kok gak jauh beda sama pas waktu saya tugas belajar?"
"Ini potongan karena hukuman disiplin sedang Bu."
"Berapa lama bakal segitu?"
"Setahun Bu. Aturannya memang begitu."
"..."
***
"Mbak Admin, saya mau mengajukan naik jadi Lektor Kepala, saya hitung kum saya sepertinya sudah cukup."
"Ini formulirnya ya Bu, diisi selengkap-lengkapnya."
"Oke Mbak."
***
"Bu Mutia, ini ada surat dari pusat. Permohonan naik jabatan fungsional jadi Lektor Kepalanya ditolak Bu."
"Hah, kok bisa?"
"Ini ada empat jurnal internasional yang Ibu publikasikan selama S3."
"Masalahnya apa?"
"Gak bisa dihitung Bu. Publikasi selama tugas belajar gak bisa dipakai."
"Berarti saya perlu penelitian dan publikasi empat jurnal internasional lagi dari awal, buat menggantikan kum dari itu semua?"
"Iya Bu. Aturannya memang begitu."
"..."
***
"Mbak Admin Lembaga Penelitian Kampus, ada bukaan proposal riset gak? Saya gak kuat lagi kalau harus bayar pakai uang pribadi."
"Ini ada beberapa Bu, mungkin bisa dicoba."
"Bentar ya Mbak, saya baca-baca dulu."
"Oke Bu."
"Mbak, ini principal investigator risetnya harus minimal Lektor Kepala atau Guru Besar?"
"Iya Bu."
"Jadi, untuk jadi Lektor Kepala saya butuh dana riset, dan untuk dapat dana riset saya perlu jadi Lektor Kepala?"
"Iya Bu. Aturan proposalnya memang begitu."
"..."
***
"Halo Bu Mutia, ini Admin Lembaga Penelitian Kampus."
"Oh ya, gimana Mbak?"
"Ini ada bukaan proposal yang gak ada minimal jabatan fungsionalnya Bu."
"Wah mantab, bentar ya saya baca-baca."
"Ya Bu."
"Mbak, ini memang gak boleh ada komponen honor penelitian? Sama sekali?"
"Iya Bu. Termasuk Ibu juga gak boleh menggaji tenaga Ibu sendiri selama riset, karena sudah termasuk di tupoksi Ibu sebagai dosen."
"Hah? Lalu honor peneliti juga gak bisa? Saya gak bisa bayar asisten mahasiswa saya dari hibah?"
"Gak bisa Bu, aturannya memang gitu."
"..."
***
"Prof. Harjo, saya mau konsultasi sebentar."
"Ah, Bu Mutia, masuk Bu silakan."
"Dulu waktu Prof bimbing saya S2 kan bisa ada sedikit honor, gimana caranya Prof? Ini semua hibah penelitian gak ada yang bisa bayar saya dan mahasiswa."
"Oh, gampang itu, saya dulu masukin komponen 'jasa konsultasi' ke pihak ketiga. Pihak ketiganya yang bayar Ibu dulu."
"Wow, kok saya gak kepikiran. Pihak ketiganya siapa Prof?"
"PT. Riset Luar Biasa, punya istri saya, jadi saya gak perlu bayar fee pinjam nama."
"..."
***
"Halo, Bu Dewi, ini Mutia."
"Mutia muridnya suami saya dulu?"
"Iya Bu, semoga sehat semua ya sekeluarga. Kalau saya mau pinjam nama PT. Riset Luar Biasa buat komponen jasa penelitian bisa Bu?"
"Oh bisa banget, sebentar saya kirimkan ketentuan dan fee-nya."
"Ini total dana hibahnya kecil sih Bu, cuma 100 jutaan, soalnya buat dosen peneliti pemula."
"Oh gitu, kamu masukin aja 'jasa konsultasi' ke kita 30 juta. Nanti kita potong 10 juta buat fee, yang 20 juta bebas kamu pakai buat honor asisten."
"Fee-nya 10 juta sendiri?"
"Iya, aturan perusahaan kami memang begitu. Waktu suami saya minjem nama seniornya dulu dia juga gitu."
"..."
***
"Halo Bu Mutia, ini dari Admin Lembaga Penelitian Kampus."
"Oh ya, ada apa Mbak?"
"Mengingatkan minggu depan waktunya monitoring dan evaluasi perkembangan riset dari proposal Ibu yang kita terima kemarin."
"Hah? Kan dananya belum turun? Tim kami belum juga beli reagen dan alat, apalagi mulai risetnya."
"Biasanya yang lain udah nalangin dulu Bu pakai dana pribadi. Dana nanti turunnya tengah tahun."
"Tengah tahun? Sekarang aja udah April dan paper publikasinya harus udah terbit di Desember?"
"Iya Bu. Memang aturannya begitu."
"..."
***
"Bu Mutia, saya minta tolong boleh."
"Minta tolong apa Prof. Harjo?"
"Ini minta review 2 paper ini, request dari 2 jurnal internasional tempat Bu Mutia publikasi pas S3 kemarin."
"Oh, iya Prof. Ada honornya?"
"Gak ada. Dari jurnalnya memang gak ngasih honor buat review."
"Jadi dari APC USD 2000 yang dibayar sama penulis kemarin itu, gak ada sepeser pun yang masuk ke reviewernya?"
"Iya, dianggap udah tupoksi akademisi. Memang gitu aturannya."
"..."
***
"Bu Mutia, ini dari Lembaga Penelitian Kampus."
"Oh iya, gimana?"
"Mau menagih luaran paper Bu. Sekarang kan bulan Desember, jadi harus sudah terbit."
"Wah, saya masih belum dapat jawaban review dari jurnalnya, saya udah submit November kemarin."
"Berarti belum terbit ya Bu?"
"Belum."
"Wah, kalau begitu ini dari lembaga hibahnya ada sanksi Bu."
"Hah? Apa sanksinya?"
"Ibu di-blacklist dari mengajukan riset lewat hibah ini selama 5 tahun ke depan. Mohon maaf ya Bu, aturannya memang begitu."
"..."