Aneh y, masih sering ngerasa gk bakal mampu melewati suatu hal rintangan berat, susah, impossible.
Tapi kalo diinget lagi & ga sadar pernah melewati rintangan yg lebih besar dr itu.
Emang bener..
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya"
QS (2):286
Sebagai penumpang reguler kereta penataran dhoho, jujur merasa lelah dengan durasi perjalanannya. Surabaya - Blitar 5.5 jam. Dan berhenti di setiap stasiun kecil. Udah sejak kuliah sampai sekarang, jadi total 13 tahun and still counting udah berasa member tetap ya.
Tapi gak semua orang pengen turun di setiap stasiun kecil. Gak semua orang pengen berhenti setiap saat. Selama 13 tahun, gak ada keinginan untuk memudahkan mobilitas dari kota kecil ke kota besar.
Dan selama 13 tahun ini pun gak ada keinginan untuk menambah rel kereta lain untuk memudahkan mobilitas. Dan cuma kereta penataran dhoho ini aja akses satu satunya jalur kereta untuk Blitar Surabaya.
Gak semua orang kondisi lagi bener bener fit untuk bisa nunggu 5.5 jam di perjalanan. Gak semua orang mau kena distraksi yang gak perlu. Pengumuman di setiap stasiun, dan biasanya berhenti di stasiun kecil tuh per 15 -20 menit. Atau interaksi sama orang lain yg kita lagi gak mau.
Ini pun naik eks karena gak enak badan, dan merasa gak sanggup harus berhenti di setiap stasiun kecil. Tidak semua membutuhkan itu.
Booking kereta Blitar- Kertosono dengan durasi 1 jam saja. Dan menunggu di stasiun kertosono itu jauh lebih baik, daripada kena distraksi itu semua. Ketika orang lagi gak enak badan, dia cuma butuh ketenangan dan kenyamanan.
Belum slesai sampai situ. Tidak ada kereta konektor dalam waktu singkat. Aku harus nunggu 2 jam untuk naik kereta lagi dari Kertosono-Surabaya. Karena memang tidak ada kereta direct surabaya-blitar jalur cepat. Satu satunya akses hanya kereta penataran dhoho.
Sebenernya tidak ada pilihan. Tapi lebih baik bisa bersantai daripada kena distraksi yg tidak perlu. Kalau dihitung, Kertosono-Surabaya bisa 2 jam saja. Jadi total Blitar surabaya cuma 3 jam klo pakai kereta cepat. Tapi sayangnya belum ada yg direct trip.
Fokusku cuma 1, ingin segera sampai di Surabaya agar aku bisa rehat dan aktivitas normal besok. Kalau terlalu difotsir dengan menoleransi distraksi yg gak perlu itu, akhirnya jadi tambah gak fit.
Dan satu lagi, kesulitan dalam membeli tiket kereta penataran dhoho. Jujur ini sangat disayangkan. Kita bisa bayar, tapi kita gak bisa beli. Harus war H-7 tidak peduli berapapun uangmu. Hal yg kayak gini kadang gak perlu dipikir tapi jadi dipikir. Dan cuma kereta ini satu satunya aksesnya.
Dan alasan klise nya “harus sabar kan naik kereta ekonomi”. Masalahnya, gak semua orang mau naik ekonomi. Dia juga mau naik eksekutif, tapi masalahnya gak ada keretanya. Ini bukan masalah sabar. Tidak perlu namanya judgement class seperti itu. Ekonomi atau bukan semua orang sama sama bayar.
Sekalipun booking tiket eksekutif, jeda tunggu transit nya itu 3 jam. Jadi memang secara gak langsung gak support mobilitas aja. Gak akan ada yg mau, bayar mahal tapi harus transit 3 jam. Aku aja transit 2 jam itu sudah astagfirullah.
cc:threadpuputng_
• 🟢 Hijau: Orang tersebut tidak menyimpan nomor kamu di kontaknya
• 🔵 Biru: Orang tersebut pernah memblokir kamu sebelumnya
• 🔴 Merah: Muncul untuk orang yang kamu jarang banget chat dengannya
• 🟢 Hijau muda: Orang yang dulu sering chat tapi sekarang komunikasinya berkurang
Siapa yang baru tau perbedaan contact whatsapp?
Aku mau bilang.
Pokoknya kamu harus cobain sesekali keluar kota, atau keluar negeri sendirian, ngga harus sama temen atau pacar, ngga harus sama keluarga, bener-bener sendirian. Kamu harus cobain naik pesawat sendirian, naik becak sendirian, naik kereta api sendirian, naik MRT/bus trans sendirian, kamu harus nyobain kulineran mahal sampai kulineran murah dipinggir jalan, makan di tenda pinggiran bareng orang-orang yang ngga kamu kenal.