@imnyez ya. tahapannya semua seperti itu. daftar dulu ke prodi/jurusan. biasanya berbiaya. setelah itu hubungi Ajarn, ini bagian yang sulit karena Ajarn slow respons bahkan g respon dari cerita beberapa aplicant yang akhirnya gagal. setelah itu atau bebarengan apply beasiswa.
Kupikir2, Tuhannya org Islam goks jg—kayak the ultimate life coach. Ia protektif tapi penyayang, tegas tapi mendidik. Dan malah seneng kalau ada yg "needy"
SOP nya juga simple:
-Daily check-in 5x
-Rutin donasi
-Annual detox: 30days intermittent fasting
-Spiritual trip jika mampu
Dosen disuruh sekolah S3:
1) Disuruh bayar tes TPA, TOEFL, dan segala persiapan sendiri
2) Selama izin/tugas belajar, tunjangan dan segala tambahan pendapatan dilucuti.
3) UKT kuliah disuruh bayar sendiri
4) Cari beasiswa pun harus sendiri
5) Kalau gak segera S3 bisa diputus kontrak atau setidaknya kena surat peringatan
6) Selama kuliah S3 cari dana riset sendiri, beli bahan dan alat juga duit sendiri
7) Kalau beli dari luar negeri, tuh alat dan bahan nyangkut di bea cukai bisa berbulan-bulan
8) Publikasi kalau butuh APC juga bayar sendiri
9) Lulus telat dikasih hukuman disiplin terima gaji pokok doang
10) Lulus S3 gak ada peningkatan pendapatan signifikan
11) SK tugas belajar gak keluar-keluar, bisa lebih dulu lulus daripada SK keluar.
12) Karena SK tubel gak ada pas kuliah, ijazahnya jadi susah diintegrasiin ke karir.
13) Baru bisa diakui setelah nunggu pemutihan tiap Presiden ganti.
Menteri Dikti:
Tahun 1238, insinyur Granada menciptakan sistem air mandiri di ketinggian 200 meter.
Tapi karya mereka berikutnya nyaris “menghancurkan” hukum fisika!
Ini kisah lengkapnya 👇