Gak ada ganti rugi, gak ada yang di penjara, gak ada konsekuensi, aduh bobrok banget.
Minimal kepala dapur dipenjara dong.
Mentang-mentang program pemerintah, coba kalo ini usaha katering yang suka rela ngasih makan untuk sekolah lalu ada kejadian kera*cunan pasti pada ditangkapi.
Road Glide tidak langsung menjadi favorit semua orang. Saat pertama kali diperkenalkan lewat model FLTR pada tahun 1998, motor ini justru memicu perdebatan karena fairing shark nose nya yang unik dipasang langsung ke rangka, bukan ke setang.
Tapi ini bukan sekadar soal estetika. Desain tersebut bertujuan menjaga fairing tetap stabil meski setang sedang bermanuver, sehingga motor terasa lebih mantap saat digunakan touring maupun dipacu pada kecepatan tinggi.
Seiring berjalannya waktu, Road Glide terus berevolusi dari era Twin Cam hingga Milwaukee-Eight. Meski desainnya makin agresif dan teknologinya semakin modern, ada satu elemen yang tetap mereka pertahankan yaitu shark nose itu.
Menurutku, justru di situlah letak daya tariknya. Alih-alih membuang desain yang dulu dianggap aneh, Harley justru menjadikannya sebuah identitas. Mereka berhasil mengubah sesuatu yang kontroversial menjadi sebuah karakteristik, hingga akhirnya menjelma menjadi sebuah ikon.
Yang bikin Unit 731 mengerikan bukan karena mereka membenci ilmu pengetahuan.
Justru sebaliknya.
Mereka begitu terobsesi pada sains hingga memperlakukan manusia tak lebih dari sekadar bahan eksperimen.
Dan yang jauh lebih kelam setelah perang berakhir, data-data tersebut ternyata masih dianggap berharga.
Sejarah terkadang tidak menakutkan karena apa yang telah dilakukan manusia. Melainkan karena apa yang sanggup dimaafkan manusia demi sebuah kegunaan.
Kalau kamu menganggap kemajuan teknologi selalu sejalan dengan kemajuan manusia, kamu mungkin perlu berpikir ulang.
Coba renungkan kisah Fritz Haber sebuah cerita yang mungkin akan terasa tidak nyaman. Di satu sisi, dia berhasil menciptakan proses produksi pupuk yang menopang hidup miliaran orang.
Namun di sisi lain, dia juga berperan besar dalam pengembangan senjata kimia. Pada akhirnya, yang berbahaya bukanlah ilmu itu sendiri, melainkan tangan yang mengendalikannya.